Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 95 - Si Kembar Yang Jahat


__ADS_3

Di Canada,


Mickey dan Arka berdiri di depan sebuah panti asuhan tempat ayahnya dulu dibesarkan. Kedatangan keduanya disambut senyum hangat oleh seorang wanita. Tanpa basa basi Mickey langsung mengatakan tujuannya datang ketempat itu untuk mencari informasi soal adopsi.


Wanita itu mempersilahkan Mickey dan Arka untuk masih ke dalam bangunan panti asuhan yang sudah terlihat tua itu. Wanita bernama Ibu Mia mengatakan jika data adopsi ada di panti asuhan pusat yang ada di kota A. Panti asuhan yang ia datangi saat ini hanya sebagai tempat untuk menerima dan merawat sementara anak-anak terlantar atau ditinggalkan. Setelah anak-anak itu mendapatkan pengobatan psikis dan bisa menjalani hidup yang lebih, maka mereka akan mengirimnya ke Panti Asuhan pusat untuk bisa mendapatkan kesempatan terpilih dan mendapat keluarga baru. Sehingga, perihal data adopsi hanya bisa didapatkan di Panti Asuhan yang ada di pusat kota.


"Bagaimana dengan data anak sekita 40-50 tahun lalu? Apa mereka juga dikirim ke Panti Asuhan pusat?" tanya Mickey.


Ibu Mia tampak berpikir sejenak. "40-50 tahun lalu ya?" tanya lagi.


Mia mengatakan jika dia baru saja bekerja di Panti Asuhan itu 15 tahun lalu, ia perlu memeriksanya lagi karena Panti Asuhan pusat dibangun 2 tahun setelah ia bekerja. Dengan begitu, seharunya anak-anak di 40-50 tahun lalu diadopsi masih di Panti Asuhan ini.


"Bisakah anda membantu saya untuk mendapatkan data itu?" tanya Mickey.


"Apa kau memiliki hubungan dengan pengadopsi atau anak panti kami?" tanya Ibu Mia.


"Saya adalah anak dari pria yang pernah tinggal di Panti Asuhan ini, tapi saya membutuhkan data saudara kembar ayahnya yang kemungkinan juga pernah tinggal bersama disini. Pria itu bernama Louis Ryden" ujar Mickey.


Setelah menunggu lama, Ibu Mia tidak menemukan data anak dengan nama Loius Ryden. Ia menemukan jika hanya ada sepasang anak kembar dalam rentan waktu itu. Sepasang anak kembar identik bernama Mike Ryden dan Michael Ryden. Mickey meminta wanita itu menunjukkan datanya karena salah satu dari nama itu adalah ayah kandungnya, Tuan Mike Ryden.


Ibu Mia meminta Mickey untuk menunggu sebentar karena ia hendak memanggil salah satu pengurus panti yang sudah lama bekerja di panti asuhan itu. Seorang pria paru baya bernama Tuan Denis Ryden. Mickey terkejut mendengar nama dari pria itu.


Pria paru baya bernama Denis Ryden menjelaskan kepada Mickey jika dia adalah anak dari salah satu pengurus tertua panti asuhan yang sudah meninggal dunia. Tuan Denis mengatakan jika dia mengenal kedua anak kembar itu.


"Saya sejak kecil tinggal disini bersama ayah saya, Tuan Ryden. Saya masih mengingat jelas jika kedua anak kembar itu ditinggalkan didepan panti asuhan begitu saja oleh seorang wanita. Wanita itu tidak memberikan nama ataupun yang selain selain pakaian yang mereka kenakan" ujar Tuan Denis.


Saat itu adalah kali pertama mereka mendapat sepasang bayi kembar identik. Karena kedua bayi itu tanpa nama, maka tuan Ryden memberinya nama Mike Ryden dan Michael Ryden. Tuan Ryden memperlakukan keduanya selayaknya anak kandung dan mereka juga akur dengan Denis Ryden. Tuan Denis mengatakan jika diantara kedua bayi itu, ayahnya lebih memperhatikan dan menaruh empati kepada Michael Rynden karena memilki cacat fisik pada kakinya.


"Cacat fisik?" tanya Mickey.


"Benar, karena suatu kecelakaan saat balita, Michael memilki cedera di kaki sehingga membuatnya menjadi pincang. Kekurangan itu membuatnya memiliki nasib yang berbeda dengan saudara kembarnya Mike. Tidak ada keluarga yang mau mengadopsinya" ujar Tuan Denis.

__ADS_1


Ayah Mickey, diadopsi oleh keluarga yang cukup berada dan mereka membawa Mike Ryden ke kota. Ayah Mickey saat itu menerima adopsi itu tanpa mempertimbangkan jika itu artinya dia harus meninggalkan adik kembarnya. Bahkan semenjak diadopsi, ayah Mickey tidak pernah datang ke panti menemui adiknya.


Michael Ryden tumbuh besar di panti asuhan hingga ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke kota mencari pekerjaan. Satu tahun setelah kepergiannya, Tuan Denis dan ayahnya masih sering berbagi kabar dengan Michael. Namun, setelah itu dia tidak pernah mendengar kabarnya lagi.


Setiap kali mengantar anak panti ke panti pusat, Tuan Ryden meluangkan waktu untuk mencari keberadaan Michael namun tidak pernah menemukannya. Terakhir Tuan Ryden pernah mendapat kabar dari seorang teman lamanya di kota jika ia pernah melihat seorang petugas kebersihan di sebuah kasino terbesar di kota memilki kaki pincang.


"Kasino?" tanya Mickey.


"Benar, setelah mendengar kabar itu ayah saya langsung mencarinya, mereka mengatakan jika tidak ada pemuda seperti itu di sana. Tapi mengapa anda mencarinya dengan nama Louis ?" tanya Tuan Denis.


"Sepertinya paman saya mengganti namanya" sahut Mickey.


"Bagaimana dengan keadaan Mike sekarang?" tanya Tuan Denis.


Mickey menunduk mendengar pertanyaan itu, ia tampak bingung bagaimana harus menjelaskannya. Ia tidak mungkin mengatakan jika ayahnya tewas tertembak saat menjadi tahanan. "Ayah saya sudah meninggal dunia Tuan Denis" jawab Mickey.


"Maafkan saya Mickey, tidak bisa membantu atau memberitahu apa yang kau butuhkan karena hanya sebatas ini yang kami tahu" ucap Tuan Denis.


Mickey dan Arka akhirnya pamit, ia memberikan santunan untuk anak-anak di panti lalu pamit pergi.


"Aku akan meminta anggota menyelediki kasino tempat ayahku dulu berjudi" ucap Mickey kepada Arka.


"Bagaimana anda yakin dengan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu?" tanya Arka sembari mengemudi.


"Aku yakin Tuan Ryden tidak menemukannya bukan hanya paman mengganti nama, tapi pasti karena orang-orang di kasino itu menyembunyikannya. Paman Louis pernah sekali datang ke rumah menemui ayahku dan mereka tampak sudah saling sering bertemu. Aku yakin jika sebenarnya Paman Louis pergi ke kota meninggalkan panti asuhan karena sudah pernah bertemu dengan ayahku" ujar Mickey.


"Apa anda berpikir mungkin saja Tuan Louis bekerja di sana karena ayah anda?" tanya Arka.


"Apapun bisa terjadi, tapi kemungkinan besar paman Louis juga mengetahui atau bahkan terlibat dalam penembakan yang menewaskan ayahku" sahut Mickey.


"Apa anda baik-baik saja Tuan Mickey?" tanya Arka.

__ADS_1


"Eemmm... apa kau juga akan memandangku dengan belas kasihan?" tanya Mickey.


"Maaf, bukan itu maksud saya Tuan Mickey. Maaf jika saya menyinggung anda" sahut Arka meminta maaf.


.


.


Sesampai di apartemen, Mickey menerima panggilan dari Rayn. Bagaimana pun juga Rayn mengkhawatirkan Mickey karena Mickey masih menyembunyikan misi ini dari Ayahnya, Tuan Charles.


"Kau tidak perlu khawatir, jika aku sudah memastikan semuanya, mungkin aku akan meminta bantuan ayahmu" sahut Mickey. "Oh ya, maafkan aku terlambat mengurus pengganti Arka untuk menjaga Lusia" ucap Mickey.


"Disaat seperti ini kau masih bisa mengkhawatirkan wanitaku?" sahut Rayn.


"Wah.... kau membuatku merinding mendengar kata wanitaku. Aku sudah mengatur pengawal dari sini, setelah urusan administrasi selesai mungkin dalam 2 hari dia sudah bisa tiba di sana" ujar Mickey.


"Haruskah kau memakai pengawal dari Kanada?" tanya Ryan.


"Bukankah kau sangat pemilih? lagi pula pengawal dibawah didikan perusahaan ayahmu adalah yang terbaik dan bisa dipercaya" sahut Mickey.


"Kau benar, aku sangat pemilih, jadi pastikan dia memenuhi kriteria, tidak perlu wajah tampan atau pandai menarik perhatian wanita. Cukup dengan dia ahli bela diri" perintah Ryan.


Mendengar perintah Ryan membuat Mickey tertawa lepas, ia merasa sikap Ryan sangat menggemaskan.


"Ingat, dilarang memiliki wajah tampan!!!" ucap Rayn memberi peringatan terakhir sembari menatap Lusia yang sibuk merapikan raka buku.


.


.


.

__ADS_1


*** Too Be Continued***


__ADS_2