Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 19 - Diasingkan


__ADS_3

“Kau memilih keputusan yang tepat baby…” ucap Mickey melihat ada panggilan masuk dari Lusia. Mickey tanpa ragu langsung menjawab panggilan itu.


“Apa kau sudah memutuskannya ?” tanya Mickey penuh semangat.


“Sepertinya kau sudah tahu kenapa aku menghubungimu. Ya, aku menerima tawaranmu. Apa kita bisa bertemu untuk membicarakan lebih dalam soal pekerjaannya ?” tanya Lusia.


“Sepertinya kini kau yang lebih bersemangat dariku. Tentu saja, aku akan menjemputmu besok” jawab Mickey tersenyum lebar mendengar perkataan Lusia.


Mickey tampak sangat senang. Baginya, dengan Lusia bekerja untuknya sudah seperti memenangkan Lotre. Kegirangan yang tak terkontrol sontak mencuri perhatian beberapa orang yang berpakain rapi bak bodyguard yang berdiri disekelilingnya. Menyadari semua mata sedang tertuju kepadanya, ia langsung kembali bersikap tenang berjalan untuk meninggalkan ruangan.


"Kalian tetap disini, tidak perlu mengikutiku" perintah Mickey kepada orang-orang itu untuk tidak mengikutinya. Mereka hanya mengangguk secara bersamaan dan membukakan pintu untuk Mickey keluar meninggalkan ruangan.


***


Kesokan harinya Mickey sudah berada didepan minimarket tidak jauh dari rumah kost Lusia untuk menjemputnya. Lusia meminta Mickey untuk menunggunya disana karena tidak ingin diketahui oleh Reisa. Ia memutuskan untuk mendapatkan kesepakatan dengan Mickey dahulu, setelah itu baru akan memberitahu Reisa. Setidaknya dengan begitu ia akan tetap mendapatkan restu sahabatnya meskipun harus berjuang melewati masa perang dengan Reisa.


Mickey membunyikan klakson mobilnya saat melihat Lusia sudah berada diseberang jalan. Lusia berlari kearah mobilnya, lalu mengetuk kaca mobil dengan terburu-buru meminta Mickey segera membuka pintu. Lusia berulang kali melirik kiri-kanan kemudian masuk mobil. Lagi-lagi dengan terburu-buru ia meminta Mickey untuk segera menjalankan mobilnya. Tanpa banyak tanya Mickey mengikutinya menjalankan mobil.


“Apa kita sedang memerankan drama berjudul ‘Kabur bersama Selingkuhan Sahabatku’ ? tanya Mickey tertawa geli akan tingkah Lusia tadi.


“Ternyata imajinasimu lebih konyol daripada tingkah lakuku” jawab Lusia sambil melepas penutup kepala hoodie yang dikenakannya untuk menutupi wajah.


Mickey mengatakan jika ia akan langsung membawa Lusia pergi ke Villa untuk menemuai Ryan. Jujur Miceky masih belum mendapat persetujuan Rayn. Rayn mengabaikan panggilannya semenjak ia memberitahu jika Lusia menerima pekerjaan yang ia tawarkan. Tidak hanya panggilan Mickey yang diabaikan, tetapi Rayn juga mengganti sandi Villanya untuk menghindari gangguan Mickey.


Sesampai di Villa, Mickey mencoba kembali masuk dengan sandi terakhir yang ia tahu, berharap Rayn akan mengubahnya kembali.


“Apa dia masih mengabaikanmu hingga sekarang ?” tanya Lusia merasakan tanda-tanda jika tawaran itu sudah tidak akan berlaku lagi.


“Tidak hanya mengabaikan panggilanku tapi seperti yang kau lihat, bahkan dia masih belum mengubah lagi sandinya. Anak berandal itu” kesal Mickey setelah gagal mencoba mamasukkan sandi. Mickey menggedor-gedor pintu berteriak memanggil Ryan.


“Apa kita kembali saja dulu, mungkin dia tidak ada dirumah.” Lusia meminta Mickey berhenti menggedor pintu


"Tidak, dia tidak akan pernah kemana-mana. Baiklah, kita akan tunggu saja. Aku sudah meminta petugas yang ahli dalam hal ini untuk datang, mereka akan membereskannya” sahut Mickey.


Lusia menggelengkan kepalanya heran, kenapa Mickey harus membuang waktu berteriak dan menggedor pintu sementara dia sudah meminta sesorang yang bisa membantunya untuk datang.


“Tapi apa kau yakin dia baik-baik saja ? Apa mungkin terjadi sesuatu didalam, itu sebabnya dia tidak menjawab panggilanmu ?” tanya Lusia sambil clingak-clinguk mengintip jendela menerobos sela-sela tirai yang terbuka sedikit.


“Kau benar, jika begitu kita lakukan ini” ucap Mickey meraih batu kecil memasang kuda-kuda bersiap melemparnya ke lantai 2 yang hanya terlihat balkonnya saja.


“Hei, apa yang kau lakukan ?” teriak Lusia menghentikan Mickey.


“Memecahkan kacanya, memangnya apa lagi ? jika dia masih tidak keluar maka fix terjadi sesuatu dengannya didalam” jawab Mickey.


“Kau melakukan perusakan namanya.”


“Jika terjadi kerusakan, aku hanya perlu menggantinya dengan yang baru.”


“Apa kau gila ? bagaimana jika itu jutru melukainya ?” tanya Lusia memaksa Mickey membuang batu kecil ditangannya.


Ditengah perdebatan kecil mereka, seorang petugas yang akan membantu Mickey datang.


“Bagaimana kau bisa melakukan ini ? Apa dia tidak berfikir jika kau adalah penipu yang berniat untuk mencuri" Bisik Lusia.

__ADS_1


"Tidak ada yang tidak bisa kulakukan" jawabnya dengan tersenyum membanggakan diri.


"Bagaimana dia memepercayaimu begitu saja saat kau bilang lupa sandi karena sudah lama tidak berkunjung ?” tanya Lusia dengan tatapan penuh kecurigaan.


“Haha, jangan menatapku penuh curiga seperti itu. Apakah kau pikir sedang berada dalam drama ‘Thriller’ reaksimu itu yang justru menakutkanku” ucap Mickey.


“Jika kupikir lagi, sepertinya kau yang kebanyakan nonton drama. Bahkan hampir semua genre kau hafal. Kuperingatkan, bagi seorang pria itu tidak baik untukmu” sahut Lusia skakmat.


“Aku orang yang tidak suka disalahpahami, terutama oleh gadis yang selalu berfikir liar sepertimu" ucap Mickey menyinggung pikiran aneh Lusia tentang bromance kepadanya.


"Jadi akan kuperjelas padamu, perusahaan keamanan mereka juga bagian dari yang bertanggung jawab untuk keamanan Villa ini. Dan aku yang bertanggung jawab atas semuanya. Kenapa bisa begitu, aku tidak perlu menjelaskannya kepadamu. Benar begitu Tuan Bram ?” tanya Mickey tersenyum sembari merapikan kartu identitas bertuliskan nama Bram yang tergantung dikantong baju petugas itu. Pria itu hanya menundukkan kepala dan mempersilahkan Mickey memasang sandi baru.


Pintu terbuka dan kuduanya sangat dikejutkan dengan keberadan Rayn yang sudah ada dibalik pintu dengan tatapan mengerikan.


“Sejak kapan kau berdiri disana ?” tanya Mickey.


“Apa kalian sedang bersekongkol untuk merampok ?” tanya Rayn dengan raut wajah penuh kekesalan.


“Kau sendiri, apa yang kau lakukan ? Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak mengabaikanku, Dan soal sandi… sudahlah lupakan” jawab Mickey melangkah masuk, sontak Rayn segara mengambil langkah mundur menghindarinya.


“Untuk apa kau membawanya kemari ? Bukankan sudah jelas kukatakan padamu ?” tanya Rayn kepada Mickey melihat keberadaan. Lusia memalingkan wajahnya menatap kearah Mickey.


“Berhenti menakutinya, kau sudah membaca pesanku jadi kau pasti tahu” ucap Mickey.


“Naik !!!” perintah Rayn meminta Mickey mengikutinya yang sudah lebih dahulu menapaki tangga naik ke lantai 2 meninggalkan Lusia.


“Baiklah, ini yang seharusnya sudah kuselesaikan denganmu dari kemarin” geurtu Mickey mengikuti Rayn naik ke lantai 2.


“Apa bisa dipercaya jika mereka tidak memiliki hubungan spesial ?“ tanya Lusia dalam hati melihat tingkah keduanya.


Mickey berusaha menjelaskan niatnya membawa Lusia bekerja dengannya. Meskipun tidak bisa menjanjikan hasil yang sempurna, namun ia yakin jika Lusia akan membantu penyembuhan Rayn.


“Sudah kukatakan padamu untuk tidak melakukan apapun” ucap Rayn.


“Aku hanya berharap ini bisa membantumu" sahut Mickey.


“Membantuku ? Apa yang membuatmu berfikir dia bisa membantuku ? Karena aku tidak memiliki reaksi apapun saat aku menyentuhnya ? Lalu apa yang kau ingin aku lakukan jika dia satu-satunya orang yang bisa kusentuh ?Kau akan menawannya bersamaku seumur hidupku atau kau berharap jika perlu aku harus menikahinya ?” tanya Rayn asal ceplas-ceplos karena kesal.


“Menikah ? Jika itu harus kenapa tidak” jawab Mickey ikut asal asbut tanpa berfikir.


"Apa kau sudah gila ?”


“Aku tahu ini mungkin terdengar gila, tapi tidak ada salahnya kita mencoba. Ini bukan hanya soal kesembuhanmu, tapi kau juga tidak akan lagi membutuhkan Lotus untuk menunjukkan karyamu.”


“Wah… “ Rayn tersenyum sinis tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Kau tahu jika aku tidak peduli meskipun tidak akan pernah ada yang mengenaliku” lanjutnya.


Micky menghela nafas. ”Bagaimana dengan ayahmu ?" tanyanya.


“Kenapa kau harus membawanya. Apa tidak cukup dengan dia memintamu mengawasiku selama ini. Apa dia sudah mulai mendesakmu menjadikanku seorang putra yang layak sebagai pewaris ? Kau bisa datang padanya menggantikanku, aku tidak membutuhkannya.” Jawab Rayn.


“Sampai kapan kalian akan terus begini ?” tanya Mickey.


“Apa kau lupa ? Jika dia orang yang sudah membuangku” Rayn menahan amarahnya mengingat bagaimana selama ini ayahnya mengasingkannya hingga menjalani hidup seorang diri.

__ADS_1


Meskipun ayah Rayn memenuhi semua fasilitas dan kebutuhan Rayn, namun ayahnya tidak pernah sekalipun memperkenalkan Rayn kepada publik sebagai putranya. Ayahnya hanya selalu mengatakan jika dirinya tidak ingin mengusik kehidupan putranya yang berada di Luar Negeri. Tentunya sikap ayahnya yang dulunya sangat menyayanginya itu berubah setelah kematian ibu Rayn.


"Lalu kau akan menerimanya dan membiarkannya begitu saja seumur hidupmu ?” tanya Mickey menurunkan nada bicaranya mendengar jawaban Rayn. Mickey sangat tahu bagaimana perasaan Rayn.


“Dia yang menginginkannya, apa pedulimu. Apa kau ingin aku mengemis padanya untuk mengasihiku ? Bahkan aku sudah tidak ingat kapan terakhir dia memanggil namaku sebagai putranya.”


“Apa peduliku ? Bagaimana kau bisa menanyakan hal itu padaku setelah melihat semua ini” ucap Mickey melihat kesekeliling ruangan yang hanya dipenuhi bekas botol minuman keras.


“Lihatlah! Apa kau pikir itu air mineral yang harus diskonsumsi setiap hari ? Bagaimana aku bisa mengabaikanmu saat kau terus merusak hidupmu dengan minum-minuman itu” lanjutnya.


“Kenapa ? kau mulai menyesal sudah masuk kedalam keluargaku ? Kau bisa menyalahkanku karena sudah membawamu dan menyulitkanmu seperti orang gila.”


“Rayn… !” teriak Mickey marah.


Mickey berusaha untuk kembali mengontrol emosinya. Ia mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Hanya sekali saja, bisakah kau melakukannya ? Jika kau menolak pengobatan setidaknya kita mencobanya dengan Lusia. Aku tahu aku tidak pantas meminta atau memaksamu . Tapi, kau juga tahu kenapa aku melakukannya.” Mickey kembali menurunkan nada bicaranya mengiba.


Rayn menunduk memejamkan matanya, menghela nafas lalu kembali memandang Mickey yang berdiri didepanya.


“Karena itu, kukatakan padamu untuk tidak melakukan apapun. Kau tahu kenapa ? selama ini dia lebih memilih untuk mengasingkanku daripada memberiku tindakan medis. Aku tidak peduli seberapa bencinya dia kepadaku tapi... aku akan menerima ini sebagai hukuman untukku, jadi lupakan rencanamu” perintah Rayn mengakhiri pembicaran meninggalkan Mickey memasuki kamarnya.


Mickey hanya diam memandang Rayn meninggalkannya. Ia pun menunduk dan kembali menarik nafas panjang lalu pergi menuruni tangga untuk menghampiri Lusia yang sudah lama mereka tinggalkan seorang diri di lantai bawah.


Sesampainya dibawah Mickey terkejut tidak melihat keberadaan Lusia. Mickey bergegas lari keluar, ia melihat kesekeliling memanggil nama Lusia. Ia sadar perdebatannya dengan Rayn tadi pasti sangat mengejutkan Lusia sehingga ia memutuskan pergi. Mickey mengendarai mobilnya berharap masih bisa bertemu Lusia. Ia khawatir jika Lusia kembali hanya dengan berjalan kaki.


Dipertengahan jalan Mickey melihat dari kejauhan sebuah mobil taksi yang berputar dan Lusia berdiri dibibir jalan. Mickey menghentikan mobilnya melihat Lusia masuk kedalam taksi itu.


“Aku tahu dia tidak akan sebodoh itu” ucap Mickey menjalankan kembali kendaraannya mengikuti mobil taksi untuk memastikan jika Lusia kembali dengan selamat. Ia tadinya tidak menyangka jika Lusia akan terfikirkan memanggil taksi.


Didalam taksi Lusia hanya diam memikirkan apa yang sebenarnya terjadi diantara Mickey, Rayn dan keluarganya.


“Masa lalu seperti apa yang mereka miliki ? Sepertinya sangat rumit dan memiliki kenangan yang menyakitkan. Bagaimana bisa ayahnya melakukan ini padanya. Apa yang dimaksud dengan menghukumnya” ucap Lusia bertanya dalam hati memandang popohonan yang dilaluinya.


*** To Be Continued***


 


Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃


✅ Silahkan klik FAVORITE untuk terus update BAB selanjutnya yah..


 


❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍


 


📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)


 


🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.

__ADS_1


 


Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆


__ADS_2