
Lusia mulai disibukkan dengan pesanan-pesanan rangkaian bunga. Tidak selang lama suara lonceng yang tergantung dipintu berbunyi menandakan adanya kedatangan seorang pengunjung. Mendengar itu sontak Lusia mengakhiri perkejaannya, ia meletakan bunga dan gunting dimeja, bergegas bangkit dari kursinya menyapa pelanggan yang datang.
Tampak seorang pria menggunakan masker dengan jacket hoodie polos berwarna putih masuk dan melihat kesekeliling dalam toko. Dari cara berpakaiannya tampak pengunjung seusianya.
“Silahkan, ada yang bisa saya bantu, bunga apa sedang anda cari ?” tanya Lusia mendekati pelanggan itu.
"Aku tidak paham dengan itu” jawabnya singkat melihat kearah Lusia.
“Jika anda bersedia saya bisa membantu, untuk siapa bunga itu? atau untuk perayaan apa?” tanya Lusia kembali.
“Untuk seseorang yang sangat spesial bagiku saat ini” jawabnya.
“Eemm, pasti untuk kekasih anda yah. Jika begitu silahkan kemari” ajak Lusia kesekumpulan bunga disudut kanan. Pria itu mengikuti ajakan Lusia.
“Bunganya diberikan sebagai hadiah atau ingin melamar nih?” tanya Lusia agar bisa memilihkan bunga yang lebih spesifik.
Pria itu tidak menjawab pertanyaan Lusia, ia hanya menatap Lusia yang sedang meraih bunga Baby Breath berwarna putih.
“Bunga ini melambangkan cinta sejati yang tak akan pernah berakhir, jadi sangat cocok untuk perayaan hari jadi, atau untuk melamar seseorang” Lusia menawarkan bunga yang ditangannya.
“Bagaimana dengan cinta yang terpendam?” tanya pria itu.
“Cinta terpendam ?” tanya Lusia berharap dia tidak salah mendengar.
“Kau bisa pilihkannya untukku?” Pria itu meminta kepada Lusia.
Lusia menurunkan dan meletakkan kembali Bunga Baby Breath yang ditangannya, ia merasa tidak enak hati karena sudah menawarkan bunga yang ternyata bertolak belakang dengan yang diinginkan pelanggannya itu.
Lusia dengan ragu meraih Bunga Akasian berwarna kuning. Bunga Akasian pada umumnya melambangkan cinta suci yang terpendam, serta simbol keceriaan persahabatan dan kesungguhan hati.
“Bunga Akasia melambangkan perasaan yang anda maksud, tapi saya akan merangkainya dengan bunga lain agar lebih memiliki makna yang tulus” ucap Lusia mengambil Bunga Akasia.
Pria itu tidak memberi respon akan bunga yang ditawarkan Lusia. Lusia berfikir sepertinya pria itu tidak terlalu menyukai keindahan bunga akasia yang ia tawarkan.
“Apa anda tidak menyukainya ?" tanya Lusia.
"Jika boleh saya sarankan, anda memilih Bunga yang lebih menggambarkan gadis yang anda suka” sambung Lusia.
“Jika itu orang sepertimu, lalu bunga apa yang kau suka ?” tanya pria itu.
“Saya? saya lebih menyukai bunga krisan, bunga yang sederhana namun cantik. Bunga krisan sendiri memiliki arti kejujuran” Lusia tersenyum menjelaskan.
"Tetapi daripada bunga seperti apa yang disukainya, lebih baik anda memberinya bunga yang melambangkan kepribadiannya, itu yang saya maksud tadi" imbuh Lusia.
“Tentang gadis yang saya suka? Yang aku tahu dia memilki hati yang baik dan senyum yang manis” ucap pria itu dengan menatap Lusia.
“Oh begitu” ucap Lusia melirik kesekitar untuk menemukan Bunga yang cocok.
“Berikan saja aku satu bunga pilihanmu, bunga yang kau suka” ucap pria itu.
__ADS_1
“Apa maksud anda bunga krisan tadi?” tanya Lusia meyakinkan.
Pria tidak menjawab, ia berjalan pergi kearah pot bunga mawar merah. Ia mengambil setangkai dan memberikannya kepada Lusia.
“Sisipkan ini kedalamnya” perintah pria itu.
“Ahh… pasti anda ingin menunjukkan kekaguman anda kepada gadis yang polos dengan penuh kejujuran. Baiklah, saya akan menyiapkan 1 buket untuk anda” ucap Lusia menerima bunga yang diberikan pria itu.
“Kau benar, tapi saat ini aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. Bagaimanapun juga, bagiku dia adalah milikku dan akan kupastikan jika dia akan datang kepadaku" jawabnya.
“Semoga gadis itu akan melihat ketulusan hati anda” ucap Lusia sambil merangkai bunga yang dipesan pria didepannya.
"Dia sudah melihatnya” ucap singkat pria itu.
“Benarkah? saya ikut berbahagia. Oh ya, apakah anda perlu menuliskan kartu ucapan?” tanya Lusia.
“Tidak perlu” jawabnya.
“Baiklah jika begitu. Silahkan, ini bunga pesanan anda” ucap Lusia memberikan buket bunga yang terangkai rapi dan nota tagihannya.
“Terima kasih sudah memberitahuku bunga yang kau suk. Bunga itu memang sangat cocok untukmu dan semoga harimu menyenangkan“ ucap pria itu setelah membayar dengan uang tunai dan meninggalkan toko.
“Terima kasih atas kunjungan dan pesanannya” ucap Lusia membungkukan badannya.
“Apakah dia sedang galau, aku tidak paham dengan maksud ucapanya. Lagi pula dia yang bertanya bunga apa yang ku suka, tentu saja aku harus menjawabnya” gumam Lusia merapikan mejanya yang masih penuh dengan potongan daun-daun dan bunga.
***
"Aku senang kau selalu menyambutku dengan senyuman setiap kali aku datang, meski senyum itu memiliki arti yang menyakitkan” ucap Lusia sontak membuat Grecia tertawa terbahak.
“Hahaha. Oh ya, apa kau diam-diam memiliki hubungan?” tanya Grecia dengan tatapan penuh curiga.
“Hubungan? apa maksudmu?” tanya Lusia.
“Baru saja ada kiriman bunga untukmu” ujar Grecia menunjuk loker Lusia yang artinya dia meletakkan bunga itu diatas Loker Lusia.
“Bunga?” ucap Lusia menuju lokernya.
Lusia terkejut melihat buket bunga krisan dengan satu tangkai mawar merah ditengahnya dengan wrapping paper terdapat tulisan nama tokonya ‘Mey Flowers’.
Lusia mengenali buket yang ia rangkai tadi pagi ditoko. Bahkan dirinya masih ingat dengan jelas dari sekaian banyak pelanggan yang datang ke toko bunga. Ia hanya menjual buket seperti itu kepada seorang pria yang juga menjadi pengunjung pertamanya pagi ini.
“Apa pria itu yang mengirimnya ?” ucap Lusia dalam hati, mengerutkan alisnya berfikir keras.
“Apa itu dari pacarmu?” tanya Grecia sambil melepaskan apron Cafe.
“Kau tahu orang seperti apa yang memberikan ini?” tanya Lusia.
__ADS_1
“Hanya seorang kurir paket yang mengantarnya, kenapa ? bukan dari orang yang kau kenal?” tanya Grecia.
“Entahlah” ucap Lusia membuka Loker meletakkan tas dan mengambil apronnya.
“Oh…, jangan-jangan diam-diam kau memiliki penggemar seperti Pak Kelvin” goda Grecia.
“Memangnya apa yang menarik dariku” ucap Lusia mengelak.
“Tentu saja karena kau sangat cantik. Tapi bukannya itu dibeli di Mey Flower tempatmu bekerja” tanya Gracia.
"Itulah yang sedang kufikirikan, anggap saja hari ini aku sedang beruntung” ucap Lucia meninggalkan Grecia dengan membawa buket bunga itu kedepan.
Lusia teringat dengan yang dikatakan pria tadi saat membeli buket bunga itu. “Cinta yang terpendam, dia milikku dan kupastikan dia akan datang padaku.” Mengingat kata-kata itu membuat Lusia merinding.
“Apanya yang miliknya, jika dia seorang penggemar tidak bisakah jadi penggemar yang normal dengan menunjukkan diri?” gumam Lusia sambil mengambil gelas dan diisinya dengan air untuk meletakkan bunga yang ia terima. Ia meletakkan bunga itu didekat meja kasir dan terus menatapnya dengan bertopang dagu.
“Apa jangan-jangan ini ulah Reisa? apa dia sedang membuliku dengan meminta seseorang datang ke toko untuk membelinya? Tapi tidak ada hari spesial atau khusus yang bisa dijadikan alasan dia melakukannya. Atau ia hanya melakukan prank?” gumam Lusia dalam hati. Lusia memotret bunga itu dan mengirimnya kepada Reisa.
[ Kau tahu soal bunga ini? ] Pesan terkirim.
“Lebih baik ini dikirim dari dari toko bunga lain yang tidak kutahu, bikin parno saja” ucap Lusia meletakkan ponsel kedalam kantong apronnya dan melanjutkan aktivitasnya.
Tidak lama Reisa langsung melakukkan panggilan setelah membaca pesan dari Lusia. Ponsel Lusia terus begetar dikantong apronnya. Namun karena dirinya sedang transaksi melayani pelanggan maka sengaja mengabaikan panggilan Reisa.
[ Kenapa kau bertanya kepadaku soal bunga itu sementara kau ahlinya ] -pesan masuk dari Reisa. Lusia yang sudah senggang membalas pesan Reisa .
Lusia [ Bukan itu yang kumaksud, seseorang mengirimnya padaku ke Cafe].
Reisa [ Sungguh ? ].
Lusia [ Mungkin dia penggemar dari Cafe, haha ]
Reisa [Ciee… aku jadi iri ].
Lusia [ Baiklah jika kau tidak tahu , maaf mengganggumu ]
Lusia tidak ingin memperpajangnnya dengan menduga-duga yang tidak-tidak, ia akan mengabaikkannya. Lusia juga tidak ingin membuat Resia ikut berfikir yang tidak-tidak sepertinya.
***To Be Continued***
Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃
✅ Terus Dukung Karya ini dengan menjadikan FAVORITE yah..
❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍
📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)
__ADS_1
🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.
Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆