Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 86 - Louis, Narapidana 7007


__ADS_3

Yah, fakta lain yang perlu diketahui adalah kematian ayah Mickey yang tragis. Karena tindakan kekerasan dan percobaan pembunuhan yang dilakukannya terhadap Mickey dan Ibunya, Tuan Mike Rayden mendapat vonis hukuman 20 tahun penjara.


Ayah Mickey atau Tuan Mike Rayden tewas saat akan dipindah lapas. Saat dalam perjalan pindah lapas, terjadi penyerangan tak terduga dari kelompok orang tidak dikenal. Sebuah peluru senapan sniper ditembakkan dari arah yang tidak di ketahui tepat ke kepala ayah Mickey yang saat itu berada dalam bus tahanan. Ayah Mickey tewas seketika ditempat karena peluru yang bersarang di kepalanya.


Tidak diketahui jelas siapa dalang dan motif dari penembakan itu. Namun kasus itu segera ditutup dan tidak diungkap ke publik karena kejadian itu menjadi peristiwa yang sangat memalukan dan mencoreng nama jajaran kepolisan. Mereka dianggap tidak becus dan lalai dalam mengawal narapida.


Rayn masih tidak bisa percaya jika pembunuhan itu perbuatan ayah Mickey. Ia tidak mengerti kenapa Mickey berpikir jika itu perbuatan ayahnya, sementara ayahnya sudah mati sebelum kecelakaan itu terjadi. Itu sangat mustahil, karena Tuan Charles sudah memastikan sendiri jika ayah Mickey sudah mati dan mayatnya benar-benar mayat Tuan Mike Rayden.


“Lalu apa kau mendapatkan jawaban dari yang kau cari?" Bukankah dengan adanya ponsel itu di tanganmu artinya kau telah bertemu dengannya?” tanya Rayn.


“Aku memang bertemu dengannya karena itu aku memilki ponsel itu. Tapi, aku sungguh tidak tahu siapa dia" jawab Mickey.


Mickey menyimpan ponsel itu karena ia sudah ingin menyerah pada misteri itu. Ia juga tidak ingin asal mengaitkan ponsel Rayn yang ada ditangannya dengan ancaman itu. Karena saat itu Mickey tidak pernah tahu jika kematian ibu Rayn bukan karena murni kecelakaan tapi dibunuh oleh seseorang. Bahkan ia tidak pernah tahu jika orang yang  bertabrakan dengannya adalah pembunuhnya.


"Namun…..” lanjut Mickey lalu menghentikan ucapannya.


Mickey kembali mengingat bagaimana dia bisa memiliki ponsel Rayn malam itu. Malam saat ia sudah sampai di perayaan itu dengan Bibi Adelin.


#Flasback


Setalah berulang kali gagal menghubungi Rayn, akhirnya Rayn menjawab panggilan Mickey. Mickey meminta Rayn untuk kembali, tapi bersamaan dengan perayaan yang sudah dimulai Rayn tidak mendengar peringatannya. Rayn justru fokus dengan menunjukkan indahnya kembang api kepada Mickey.


Tidak berselang lama, tiba-tiba panggilan video itu menjadi gelap usai mendengar teriakan Rayn memanggil ibunya diikuti dengan suara tabrakan. Mendengar hal itu membuat tangan Mickey yang masih memegang ponselnya menjadi gemetaran.


“Ada apa Tuan Muda Mickey, apa barusan tadi berbicara dengan Tuan Muda Rayn? Apa Tuan Muda Rayn dan Ny.Angelin sudah sampai di sana ?”


Bibi Adelin bertanya kepada Mickey, ia tidak mendengar apa yang terjadi karena Mickey melakukan panggilan menggunakan earbuds. Bibi Adelin hanya melihat panggilan video yang sudah berubah menjadi gelap pada layar ponsel Rayn.


“Bi, tolong minta supir percepat bi” minta Mickey.


Sepanjang jalan Mickey terus berdo’a untuk keselamatan Rayn dan Ny. Angelina. Tidak lama tiba-tiba supir mengurangi kecepatan dan menghentikan mobilnya.


"Maaf, sepertinya didepan macet Bi Adelin” ucap supir.


“Pak Robert, tolong cek apakah macetnya panjang? Dan cari tahu apa ada rute lain!” Perintah Bibi Adelin kepada supirnya.


“Baik” sahutnya lalu turun dari mobil.


Melihat Pak Robert tak kunjung kembali, Bibi Adelin menyusul turun dari mobil. Bersamaan dengannya yang baru keluar dari mobil, ia sudah melihat Pak Robert kembali.


“Sepertinya akan sangat terlambat, karena katanya ada kecelakaan didepan Bi Adelin” ucap Pak Robert usai memeriksa dan bertanya tentang apa yang sedang terjadi.


“Kalau begitu saya bujuk Tuan Muda Mickey untuk kembali” ucap Bibi Adelin.


Bibi Adelin hendak kembali masuk ke mobil, namun ia terkejut dengan Mickey yang tiba-tiba turun dari mobil dan berlari ke arah barisan mobil yang sedang berhenti. Mickey mendengar apa yang dikatakan Pak Robert karena Bibi Adelin masih membiarkan pintu mobil terbuka.


"Tuan Muda Mickey, Tuan Muda” panggil Bibi Adelin panik lalu pergi mengejar Mickey.


Mickey terus berlari ke arah sumber yang menyebabkan kemacetan itu. Bibi Adelin terus mengikutinya berlari dengan terus memanggil namanya. Mickey sudah tidak bisa menunggu lagi, mendengar adanya kecelakaan semakin membuat Mickey lupa dengan kondisi tubuhnya yang masih sakit.


Saat tengah berlari, Mickey mendengar suara Rayn yang memohon dengan suara penuh lirih dengan menangis melalui earbuds. Mickey mendengar Rayn meminta kepada seseorang untuk tidak menyakiti ibunya. Mickey baru sadar jika ternyata panggilannya dengan Rayn masih tersambung.

__ADS_1


“Hentikan…!!! Aku mohon hentikan!” teriak Mickey menghentikan langkahnya.


Tidak selang lama Mickey sudah tidak mendengar apapun lagi, panggilan itu sudah terputus. Mickey kembali berlari dengan sekuat tenaganya. Ia lalu mulai menurunkan laju larinya saat melihat kerumunan orang didepannya. Bibi Adelin yang sudah berhasil menyusulnya segera meraih tubuh Mickey.


"Tuan Muda mau kemana? Kita kembali pulang yah” bujuk Bibi Adelin.


“Bi…” ucap Mickey menunjuk ke arah kerumunan.


Bibi Adelin melihat mobil yang tidak asing disela-sela kerumunan orang. “Tuan Muda Mickey tunggu sebentar disini yah” perintah Bibi Adelin lalu meninggalkan Mickey dan pergi untuk melihat yang sedang terjadi.


"Mobil Ny.Angelina?" batin Bi Adelin dalam hati.


Dengan nafas yang masih tersengal-sengal, Mickey melanjutkan langkah kakinya perlahan untuk mendekat.


Brukkkk….. !


Seorang Pria mengenakan masker dan topi yang menutupi separuh wajahnya tidak sengaja menabrak tubuh kecil Mickey hingga membuatnya jatuh tersungkur.


“Sial…!” teriak pria yang bertabrakan dengan Mickey.


“Maaf Tu..Tuan…” Mickey mengucap maaf sambil merangkak meraih ponsel yang terjatuh.


“Kau…” ucap pria itu yang terlihat mengenali Mickey.


Pria itu berjalan mendekati Mickey yang hendak bangun. Namun niat itu urung karena teriakan Bibi Adelin yang memanggil dan menghampiri Mickey sambil berlari karena melihat Mickey yang terjatuh.


"Tuan Muda Mickey...." teriak Bibi Adelin.


"Tuan Muda ?" ucap pria itu dengan senyum menyeringai. Ia bahkan masih santai berdiri didepan Mickey meskipun kedatangan Bi Adelin semakin dekat.


“Tuan Muda Mickey baik-baik saja?” tanya Bibi Adelin segera membantu Mickey untuk bangun.


Mickey segera bangun dan memasukkan ponsel yang diraihnya kedalam jaket, namun ia merasa ada yang janggal. Mickey merasakan jika ponsel miliknya ternyata masih ada didalam jaket.


Mickey terkejut, ponsel yang ia kira miliknya karena sama persis ternyata bukan miliknya. Mickey berpikir mungkinkah ponsel itu milik pria yang baru saja menabraknya. Mickey membalik ponsel itu dan melihat sebuah stiker yang sangat tidak asing. Stiker salah satu tokoh kartun favorit Rayn yaitu Monkey D. Luffy. Ia semakin yakin itu milik Rayn karena pada stiker itu ada coretan kumis yang ia gambar karena ulah jahilnya kepada Rayn.


Menyadari jika itu ponsel Rayn, Mickey segera menoleh memandang kembali pria yang baru saja menabraknya. Ia menatap seorang pria yang berjalan tidak normal karena memiliki kaki pincang dengan tato naga besar yang memenuhi lehernya.


Tubuh Mickey menjadi lemas seketika bersamaan dengan hilangnya pria itu dari pandangannya entah pergi kemana.


“Bi… Siapa dia?” ucap Mickey.


“Tuan Muda, Tuan Muda kenapa? Siapa yang siapa?” tanya Bibi Adelin dengan menangis sembari menahan tubuh Mickey yang sudah jatuh lemas.


Mickey melihat pria itu memiliki senyum mengerikan yang selalu ia saksikan setiap kali mendapat pukulan dari sang ayah. Tapi setiap pria jahat pasti memilki senyum yang sama. Mickey berusaha meyakinkan dirinya jika tidak mungkin itu adalah ayahnya.


Mungkin itu hanya sebuah halusinasi karena rasa takut Mickey, sehingga membuatnya berpikir jika pria itu adalah ayahnya hanya karena melihat seseorang yang memiliki senyum mirip ayahnya.


"Tuan Muda Mickey ikut pulang dulu dengan Pak Robert yah. Bibi masih ada yang harus diurus" ucap Bibi Adelin  dengan menangis. Ia meminta Mickey pulang dengan supir yang menghampiri mereka.


"Bi Adelin...." panggil Pak Robert memastikan yang terjadi.

__ADS_1


"Iya Pak Robert, Nyonya dan Tuan..." ucap Bibi Adelin menghentikan ucapannya karena lupa jika ada Mickey.


Bibi Adelin sudah mengetahui jika Ny. Angelina dan Rayn adalah orang yang mengalami kecelakaan yang menimbulkan kemacetan itu.


"Saya akan menghubungi Tuan Charles, Pak Robert bawa Tuan Muda Mickey kembali dulu" perintah Bibi Adelin kepada supirnya.


Mickey pun kembali pulang dengan Pak Robert. Mickey kembali dirawat karena keadaannya yang semakin memburuk usai mendengar berita kematian Ny. Angelina dan Rayn yang terbaring koma di Rumah Sakit.


Setelah mendengar kabar Rayn yang sudah sadar, Mickey pun segera mengunjunginya ke Rumah Sakit. Mickey hendak memberitahu Rayn tentang ponsel Rayn yang kini ada ditangannya. Namun niat itu urung saat mengetahui Rayn tidak mengingat apapun tentang kejadian itu. Bahkan ayah Rayn meminta semuanya untuk tidak pernah membahas lagi soal kecelakaan itu didepan atau kepada Rayn.


#Back


Mickey berusaha meyakinkan Rayn jika ia tidak pernah memiliki niat buruk ataupun berkhianat kepada Rayn.


"Pikirku, aku tidak bisa menyimpannya terlalu lama. Bahkan aku selalu bermimpi buruk dan seperti dihantui oleh bayang-bayang ayahku adalah pria itu. Aku sudah berusaha untuk mencari jejak pria itu, namun aku tidak menemukan apapun" ucap Mickey kepada Rayn.


"Kaki pincang, leher bertato naga?” tanya Rayn akan penjelasan Mickey soal pria itu.


“Itulah sebabnya kenapa aku memaksamu untuk mendapatkan ingatan itu kembali. Mungkin kau satu-satunya orang yang bisa menemukan jawabannya" jawab Mickey.


Rayn menunduk, mendengus membuang senyum tipis lalu kembali menatap Mickey. “Baiklah, jika begitu kita akan melakukannya lagi” ucap Rayn.


“Rayn apa maksudmu?” tanya Dr. Leona yang menduga Rayn ingin kembali ke momen itu melalui hipnoterapi.


“Bawa aku kembali untuk menemukan jawabannya” sahut Rayn dengan tegas.


"Rayn apa kau yakin dengan apa yang kau katakan baru saja?" tanya Lusia.


"Rayn, kita sudah hampir mendapatkan titik pemicu phobia mu, mana mungkin aku akan membawamu kembali ke titik terlemahmu" ucap Dr. Leona menolak permintaan Rayn.


"Rayn, bisakah kita fokus dengan penyembuhanmu dahulu?" tanya Lusia.


"Maafkan aku, tapi itu sudah menjadi keputusanku” ucap Rayn kepada Lusia.


Ditengah ketegangan Rayn, Dr.Leona dan Lusia akan permintaan Rayn untuk melakukan hipnoterapi, diwaktu yang sama ditempat yang berbeda seorang pria duduk dengan tatapan tajam dalam ruangan yang tampak gelap dan sempit.


Di dalam sebuah lapas di Canada. “7007… 7007… “ panggil seorang sipir penjara.


Sebuah panggilan terhadap seorang narapidana yang mengenakan baju lapas dengan nomor 7007.


"Louis, Louis, sipir memanggilmu !" panggil seorang narapidana lain memanggil sembari hendak menepuk pundak pria dengan baju nomor 7007 itu.


Pria itu menghempas tangan pria yang hendak menyentuh tubuhnya itu. "Aku tidak tuli" ucapnya dengan suara kasar dan raut wajah marah. Pria itu bangkit saat seorang sipir membuka pintu dan memintanya untuk keluar.


"Ada tamu untukmu" ucap sipir.


Seorang narapida bertubuh kekar dengan tato naga dileher itu keluar dari kamar lapas. Dengan langkah kaki yang pincang ia berjalan dikawal oleh 2 sipir untuk menemui orang yang sedang mengunjunginya.


.


.

__ADS_1


.


***To Be Continued***


__ADS_2