Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 179 - Putra NK Group


__ADS_3

Dalam perjalanan ke Bandara, Mickey duduk di kursi belakang mobil terlihat begitu sangat tenang seolah ia sudah mempersiapkan banyak hal untuk situasi ini.


"Aku tidak punya alasan untuk menyelamatkan pria itu. Sebaliknya, ibu maafkan aku jika mungkin aku akan menjadi pria seperti dia karena aku akan membalas semua perbuatannya" ucap Mickey dalam hati seraya mengepalkan tangan di atas pangkuannya.


Arka yang duduk di kursi depan, usai menerima panggilan lalu melaporkan kepada Mickey jika Rayn dan Lusia akan melakukan kunjungan ke Yayasan hari ini. Lusia sudah melakukan berbagai alasan untuk mereka tidak meninggalkan kediaman Anderson sebelum Mickey sampai di Kanada, namun kini Lusia tidak bisa lagi menolak atau manahan Rayn.


Mickey mendengarkan semua yang dikatakan Arka, namun tatapannya fokus menatap jalanan dari balik jendela mobil.  "Katakan kepada Ny. Lusia jika mereka bisa melakukannya dan kita akan mengirimkan pengawalan secara terang-terangan dengan alasan status Lotus yang sudah diketahui publik" ucap Mickey.


"Baik, saya mengerti" jawab Arka menerima perintah lalu memberi arahan kepada kepala keamanan keluarga Anderson.


.


.


Setelah cukup lama menunda dan menunggu, Lusia menerima pesan dari Arka yang mengizinkan mereka meninggalkan kediaman Anderson. Arka juga sudah mengatur penjagaan yang ketat selama Rayn dan Lusia melakukan aktifitas di luar. Meskipun Lusia merasa cemas dan khawatir sesuatu terjadi dengan Rayn, namun tidak ada pilihan lain selain menghadapinya.


Saat keluar dari rumah, Rayn menghentikan langkahnya ketika melihat para pengawal yang sudah berjaga di luar dengan jumlah yang lebih banyak. Rayn memanggil seorang kepala keamanan untuk mengetahui apakah terjadi sesuatu. Nampaknya Rayn sudah merasakan ada sesuatu yang tidak seperti biasanya. Rayn menanyakan apa terjadi sesuatu karena melihat pengawalan yang terlalu ketat.


"Maafkan saya, kami hanya menerima perintah dari Tuan Mickey untuk memberi pengawalan" jawab kepala keamanan.


"Mickey?" tanya Rayn mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Lusia menghampiri Rayn untuk menjelaskan. Ia mengatakan jika Mickey sudah menjelaskan alasan kenapa dia perlu penjagaan ketat dan Lusia menyetujuinya. Lusia beralasan hal itu dilakukan Mickey karena saat ini status Rayn sebagai Lotus sudah tersebar. Mereka mengkhawatirkan kondisi phobia Rayn jika terjadi hal terduga yang mungkin dilakukan oleh fans atau awak media.


Rayn menghela nafas panjang, terlihat dari raut wajahnya yang menunjukkan jika dirinya lebih tidak nyaman dengan adanya begitu banyak penjagaan. Namun, tidak ada yang bisa ia lakukan karena istrinya sudah menyetujui hal itu.


"Baiklah, mari kita pergi" ajak Rayn menggandeng tangan Lusia untuk masuk ke dalam mobil.


Rayn dan Lusia akhirnya meninggalkan kediaman Anderson untuk pergi ke Yayasan yang didirikan oleh mendiang ibu Rayn. Sesampai di Yayasan, Lusia langsung disambut dengan bangunan utama yang megah dengan gaya arsitektur eropa. Tidak hanya itu, Yayasan itu juga memiliki tiga gedung lain, dimana gedung asrama, pusat pembelajaran dan gedung kesenian serta olahraga. Yayasan dengan bangunan besar yang dikelilingi taman yang luas dengan pepohonan yang rindang.


"Wah, apa kau yakin ini hanya sekedar Yayasan biasa?" tanya Lusia yang melihat betapa megah dan luasnya tempat itu.


Lusia merasa takjub dan semakin kagum dengan sosok ibu Rayn yang mendirikan Yayasan itu untuk anak-anak yatim-piatu. Melihat sekeliling, Lusia merasa ada yang sedikit aneh, saat ini tempat itu tampak sepi hanya ada mereka dan beberapa staf Yayasan yang sudah berdiri didepan menyambut kedatangan Rayn dan Lusia.


Seorang wanita paru baya yang tidak lain adalah seorang wakil direktur Yayasan bernama Ibu Amilia menghampiri Rayn dan Lusia. Dia menyapa dengan senyum seraya membungkukkan badan memberi salam. Semua orang yang ada di sana sontak ikut membungkukkan badannya kepada Rayn dan Lusia.


"Kami menerima perintah mengnonaktifkan semua kegiatan hari ini untuk menyambut kedatangan anda. Anak-anak saat ini melakukan pembelajaran mandiri di asrama, beberapa mereka sedang latihan untuk kompetisi" jelas Ibu Amilia lalu mempersilahkan Rayn dan Lusia untuk masuk ke dalam gedung.


Ibu Amilia menemani Rayn dan Lusia untuk melihat setiap ruangan dan fasilitas yang ada di Yayasan. Meskipun ini bukan kali pertama bagi Rayn, namun ini pertama kalinya Lusia datang ke Yayasan. Ibu Amilia membawa mereka ke gedung asrama dan secara random masuk ke dalam salah satu kamar anak didik.


Kedatangan Lusia disambut senyum ceria anak-anak. Lusia sangat ingin bisa berada bersama dengan mereka lebih lama, namun hal itu mustahil dilakukan karena saat ini dia sedang bersama dengan Rayn.


Usai menyempatkan melihat beberapa tempat, kini Rayn dan Lusia kembali ke gedung utama tepatnya di kantor Wakil Direktur Ibu Amilia. "Maafkan saya, jika selama ini saya tidak mengenali anda, Tuan Rayn. Saat mendengar jika ada seorang pelukis ternama bernama Lotus mengadakan lelang dan mendonasikan semua penjualan untuk Yayasan ini, saya menjadi sangat penasaran siapakah orang mulia itu" ujar Ibu Amilia.

__ADS_1


Bibi Amilia dengan sopan menyeduhkan Teh Bunga Chamomile kepada Rayn dan Lusia. "Saya sangat terkejut jika orang mulai itu adalah anda. Saya bahkan tidak menyadarinya padahal anda setiap tahun berkunjung kemari dan kita selalu bertemu."


Hal yang lebih mengejutkan Ibu Amilia lagi adalah saat dirinya mendapat perintah dari Tuan Chalers untuk menyambut kedatangan putranya ke Yayasan. Dia sangat terkejut setelah tahu jika putra Tuan Charles adalah Lotus dan pria muda yang selalu berkunjung setiap tahun.


Ibu Amilia baru menyadari jika setiap tahun pemuda itu yang tidak lain adalah Rayn, selalu datang tepat sebelum atau di hari peringatan kematian Ny. Angelina. Ibu Amilia tidak mengenali Rayn karena yang ia tahu adalah Rayn yang berkunjung dengan ibunya sewaktu Rayn masih kecil. Setelah meninggalkan Kanada, Tuan Charles tidak pernah mengungkap kehidupan putranya kepada mereka dan dunia.


Rayn kini sudah tumbuh dewasa dan bahkan sudah menjadi seorang suami. Ibu Amilia dulu selalu bertanya-tanya dan sekarang ia mengerti, kenapa pria muda yang selalu berkunjung itu datang dengan begitu banyak pengawalan bahkan sampai sekarang. Yang tersimpulkan oleh Ibu Amilia karena Rayn adalah Putra Tunggal keluarga Anderson dan putra pemilik Yayasan.


Wakil direktur sangat senang bisa bertemu dengan Rayn meskipun dia selalu terhalang oleh penjagaan ketat. Ibu Amilia sungguh tidak tahu akan kondisi Rayn, ia hanya berpikir jika penjagaan itu karena Rayn adalah seorang putra pewaris NK Group .


"Dulu anda masih sangat kecil, namum sekarang anda sudah tumbuh dewasa, tampan, bahkan sudah memiliki seorang istri" ucap Ibu Amilia.


Rayn memiliki alasan kenapa dia membawa Lusia kesana dan alasan itu bukan untuk memamerkan seberapa hebat keluarganya. Rayn ingin Lusia mengenal lebih dekat dengan wanita yang juga sangat ia cintai, yaitu ibunya. Rayn berharap jika perlahan Lusia juga akan semakin mengenal siapa dirinya.


Ditengah perbincangan, Lusia tampak sibuk dengan ponselnya. Lusia menerima pesan dari Mickey yang juga mengirimnya sebuah alamat.


[ Aku akan berada dalam penerbangan. Aku akan menghubungimu saat tiba di Kanada dan kita bisa bertemu di sana. Aku harap kau bisa menanganinya, pertemuan ini tanpa Rayn ]


.


.

__ADS_1


.


*** To Be Continued ***


__ADS_2