
Siang ini matahari tampak terik, tetapi tidak menghalangi Lusia untuk memetik beberapa bunga di taman. Usai memetik bunga Lusia lekas merangkai dan menyusunnya pada fas bunga yang sudah berisi air. Terlihat Arka datang menghampiri Lusia yang masih berada diteras Villa.
Arka datang membawa beberapa surat untuk Rayn. Surat-surat itu diambil dari alamat penthouse milik Rayn dipusat kota. Arka adalah orang yang bertugas dengan jadual tertentu membawakan surat itu untuk Rayn. Arka memberikan surat-surat itu kepada Lusia yang nantinya akan diserahkan ke Rayn.
Mata Lusia terlihat fokus pada sebuah undangan berwarna hijau dengan corak daun diantara surat-surat itu. Tertulis dengan jelas jika itu adalah undangan sebuah pameran lelang lukisan Lotus.
"VVIP...? Wah...." ucap Lusia kagum lalu dengan tergesa ia masuk dan menaiki tangga untuk ke kamarnya. Lusia meraih ponselnya lalu tampak sibuk menghubungi David.
Lusia ingin memastikan apakah undangan itu nyata, ia tidak pernah mendengar jika Lotus akan mengadakan kegiatan itu di Galery David. David membenarkan jika Galery miliknya akan mejadi tempat acara Pameran Lelang yang diadakan oleh Lotus.
Sudah hampir satu minggu ini mereka melakukan persiapan kegiatan yang baru pertama kali diadakan oleh Lotus. David sendiri juga tidak mengerti kenapa Lotus memilih Galery nya, karena semua itu adalah proyek sang ayah yang diserahkan kepadanya. David merasa sangat terhormat karena Psithurism Art dipilih dan dipercaya oleh pelukis ternama seperti Lotus.
"Tapi ada yang lebih mengejutkanku lagi jika kalian menerima undangan VVIP. Aku pun tidak tahu siapa-siapa yang akan menjadi tamu VVIP karena semua undangan diatur langsung oleh team dari Lotus. Mereka hanya mengatakan jika kami akan mendapatkan daftar tamu undangan H-1" jelas David.
Dari agenda yang di terima David, David mengatakan jika tamu VVIP akan mendapat waktu khusus 1 jam sebelum pameran dibuka untuk tamu lain. Jadi VVIP akan memiliki waktu dan perlakuan khusus agar mereka bisa menikmati semua karya lukisan Lotus yang akan di lelang.
Usai mengkonfirmasi ke aslian undangan dengan David, Lusia bergegas menemui Rayn yang saat ini sedang berada di ruang melukis. Lusia menekan sandi, dan ia segera masuk usai pintu terbuka. "Rayn, lihatlah! Kau menerima undangan pameran lelang yang diadakan Lotus. Aku sudah mengkonfirmasinya dengan David jika ini benar, tapi bagaimana kau bisa menjadi tamu VVIP" tanya Lusia.
Rayn berdiri memeriksa dan membuka amplop undangan itu, ia melihat nama nya tertulis jelas nama Rayn pada undangan."Masih sangat masuk akal jika aku mendapatkannya, karena aku juga seorang pelukis. Bukankah justru aneh jika itu namamu" bisik Rayn menggoda Lusia.
Lusia lekas meraih kedua tangan Rayn tiba-tiba" Rayn.... apa aku boleh ikut bersamamu?" tanya Lusia dengan penuh harap.
__ADS_1
Rayn bertingkah seolah sedang berpikir, ia menaikan alisnya seraya menatap Lusia yang tersenyum begitu manis karena sedang menginginkan sesuatu darinya. Rayn masih saja diam karena saat ini dirinya justru tampak menikmati wajah menggemaskan istrinya itu.
"Rayn... ! Jujur saja tidak apa jika kau tidak inngin mengajakku, kenapa malah hanya diam saja. Baiklah, aku salah berharap" ucap Lusia lalu berbalik untuk pergi meninggalkan ruang lukis Rayn.
Rayn tersenyum, ia lalu meraih tubuh Lusia dan memeluknya dari belakang. Rayn memberikan undangan itu kepada Lusia seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Lusia. "Kau adalah istriku, bukankah sudah seharusnya kau pergi menemani suamimu ini" ucap Rayn.
Lusia mengurai senyum, ia menghela nafas kasar karena ternyata Rayn tadi hanya menggodanya. Lusia masih penasaran kenapa Rayn bisa mendapatkan undangan itu, bahkan dia menjadi tamu VVIP. Apa mungkin sebenarnya Rayn sangat mengenal sosok Lotus.
Pertanyaan konyol itu yang sempat terlintas dalam benak Lusia. Rayn tidak memberi penjelasan apapun karena dirinya sendiri pun tidak menyangka akan mendapatkan undangan itu. Namun bagi Rayn, itu bukan hal yang eneh diantara sesama pelukis.
Lusia berusaha menyimpulkan. "Aku pun juga merasa seperti itu, hanya saja ini cukup langkah. Lotus adalah seorang pelukis terkenal dengan nama pena yang no profile. Dan dirimu juga seorang pelukis yang tidak pernah menunjukkan diri pada dunia. Bagaimana kalian bisa saling mengenal itu yang tidak kumengerti" gumam Lusia.
.
.
Di Psithurism Art, David tampak sibuk mempersiapkan acara lelang yang akan digelar 4 hari lagi. Ia bari saja memastikan beberapa lukisan karya Lotus yang sudah diterima Galery, ia memeriksa jika semua lukisan diterima dalam kondisi baik tanpa ada masalah. David meminta beberapa staf untuk melakukan pengawalan ketat terhadap lukisan utama dan beberapa lukisan yang akan dilelang. Berdasarkan jadual persiapan, mereka akan menerima 3 lukisan ekslusif yang tersisa esok hari.
Ditengah kesibukan David, Reisa datang dengan rantang bekal ditangannya. Reisa menunjukkan rantang itu memberi kode kepada David untuk mengambil waktu istirahat dan pergi menikmati bekal darinya. David pun segera menyudahi pekerjaannya lalu menghampiri Reisa. Beberapa hari ini David memang disibukkan dengan persiapan acara Lotus. Ia tampak sangat serius dan profesional karena Lotus juga merupakan seniman favorite nya.
"Aku tidak menyangka jika Lotus akan mempercayakan kegiatan ini pada Galery mu" ucap Reisa sembari membuka satu persatu kotak bekal yang dipenuhi makanan bernutrisi buatannya.
__ADS_1
Reisa merasa sedikit heran karena jika melihat dari karya-karya luar biasa dengan jumlah saat ini, seharusnya Lotus sudah bisa membuka Galery nya sendiri. Tapi entah mengapa ia sama sekali tidak melakukannya meskipun namanya sudah sangat besar dalam dunia lukis.
"Apa kau tahu sesuatu yang mengejutkanku?" tanya David disela ucapan Reisa.
Reisa menggelengkan kepalanya karena ia tidak bisa menebak apapun. "Apa mungkin kau sudah tahu siapa sosok dibalik nama Lotus?" jawab Reisa mencoba asal tebak.
"Rayn, suami Lusia mendapatkan undangan VVIP acara ini. Lusia tadi meghubungiku untuk mengkonfirmasi undangan itu" ujar David.
Meskipun David dan Reisa tahu jika Rayn juga seorang pelukis, namun mereka tidak akan pernah menduga jika Rayn dan Lotus saling mengenal. Melihat Rayn menjadi tamu undangan VVIP, sepertinya keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat. David menduga jika Rayn kemungkinan besar mengetahui siapa sosok Lotus sebenarnya.
Meskipun Lotus sering mengadakan pameran di beberapa Negara besar di belahan dunia, namun ini menjadi event pasar lelang lukisan pertama yang diadakan Lotus selama dia menjadi seorang penulis. Jadi, kegiatan ini benar-benar akan menjadi perhatian besar terutama dunia seni.
Akan ada beberapa media pilihan yang akan hadir. Tidak hanya itu, hasil penjualan pada lelang ini akan dikabarkan akan di donasikan ke suatu tempat yang akan diumumkan pada saat lelang berlangsung.
.
.
.
*** To Be Continued ***
__ADS_1