
Mendung bergelayut di langit yang tidak berpenghuni, kulirik jam di tanganku ketika seorang pemuda berjalan menghampiriku dan berkata
"maaf Ras, gue terlambat soalnya daerah tempat tinggal gue hujan lebat". Pemuda ini adalah Dafa sang ketua OSIS. Jam menunjukkan pukul 14.45 WIB, hari itu kami mengadakan rapat OSIS di sekolah untuk menyambut hari 17 agustus 2020. Semua anggota OSIS hadir kecuali Alvin. Alvin, dia adalah tim pelaksana, akan tetapi dia lagi-lagi absen dari rapat tersebut tanpa keterangan yang jelas.
" kemana ni anak, selalu seperti ini! nggak jelas banget sih dia". ucap Rasya yang kemudian berjalan mendekati Dafa dan mencoba memprovokasi sang ketua...Daf, kenapa loe nggak keluarin aja dia dari anggota OSIS kita ini... betul nggak guys ". ucap Rasya lantang yang sepertinya cara yang dia pakai disetujui beberapa teman-teman anggota OSIS.
" eh.. guys, tenang-tenang... kita nggak bisa ambil keputusan gitu aja. inget dia itu tim pelaksana, tidak kita pungkiri kalau dia itu sangat kreatif meski sifat dia seperti itu pada kenyataannya dia selalu memberi ide-ide cemerlang yang membuat acara-acara kita menjadi semakin sukses dan meriah." ucap Dafa meyakinkan teman-temannya.
(eheeemm.. ehenmmm) suara deheman sangat khas dari ujung pintu ruang rapat.
" lagi ngomongin gue ya? hemmmmm pasti nona cantik itu yang coba hasut kalian semua di sini. betul kan?" ucap Alvin sambil menatap tajam ke arah Rasya. yang kemudian rasya langsung memalingkan wajah kesalnya.
Hari yang melelahkan untuk Rasya ketika sampai dirumah. Rasa kesalnya pada Alvin benar-benar mengakar dalam benak Rasya.
"Resek banget sih dia, aghhhhhhhhhh benar-benar BT gue ". umpat Rasya sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
cling... cling ( sebuah msg di handphone Rasya)
Rasyapun beranjak dari tempat tidurnya dan mengecheck ponsel miliknya.
" Hi cantik" pesan singkat yang ditulis oleh Mr. Aj
Mr. Aj adalah teman chat Rasya. mereka tak pernah sekalipun bertemu secara langsung karena itu yang diinginkan mereka. yeaah.. hanya sebatas teman chat buat ngurangin rasa gundah dan gelisah ketika hati dan pikiran tidak pernah sejalan.
__ADS_1
"Hi Aj, uhmmm loe selalu chat gue di waktu yang tepat. "
" wooow, really? Apa yang buat teman cantik gue nie murung? "
" gue sebel banget sama teman satu OSIS gue, benar-benar ngeselin banget tu orang. "
" ngeselin? why? "
" iya, cowok sok ganteng dan gak pernah on time ikut kegiatan OSIS. dia pikir dia tu siapa? selalu aja bikin gue kesel dengan sikap dia itu. "
" heeeyyyy.... jangan bilang seperti itu, pepatah bilang benci itu bisa jadi benar-benar cinta looh. "
" idiiiiih gue?cinta sama dia? bagus gue jomblo seumur hidup dari pada suka sama dia! "
"aghhhhhhh, apaan sih loe. bukannya ngehibur malah bikin gue jadi tambah kesel aja! " umpat Rasya.
" ok, ok sorry my princess.. i just kidding ok? "
" jangan marah lagi ya, ntar cantiknya hilang looh " lanjut Mr. Aj di pesan chatnya
" bodo' amat" pesan singkat dari Rasya.
keesokan harinya Rasya berangkat sekolah seperti biasanya. dan ketika dia sampai depan gerbang sekolah tiba-tiba...
__ADS_1
ciiiiiitttt..... suara rem mobil yang mendadak di rem dan hampir saja menabrak Rasya. Rasya pun shock seketika dan langsung menghampiri pintu kemudi dan menggedor kaca mobil.
"heeeei... buka nggak! " umpat Rasya penuh emosi
dan dengan santainya keluarlah musuh bebuyutan Rasya yang ternyata adalah Alvin.
" Oooook.. jadi elo! sebenci itu loe sama gue sampai-sampai mau tabrak gue! "umpat Rasya sambil berkacak pinggang di depan Alvin.
" iya! kenapa?... lagian elo jalan di tengah - tengah. emang itu jalan punya emak loe! "
" whaaat? apa loe bilang? bukannya minta maaf malah nyolot lagi!!! " umpat Rasya sambil menendang ban mobil yang di naiki Alvin.
" minta maaf loe bilang? NGIMPIIIi!!!!!! " bentak Alvin yang langsung masuk ke mobilnya dan nyuekin Rasya yang sudah menggebu - gebu dengan rasa ingin mencabik dan menguliti Alvin dengan tangannya sendiri. jengah.. itu yang saat ini di rasakan Rasya atas sikap Alvin.
" Iihhhhh.... pagi-pagi udah bikin gue naik darah. tu cowok musti gue kasih pelajaran!!!" umpat Rasya dalam hati..
Jam pelajaran di mulai... anak - anak mengikuti jam pelajaran dengan cermat. waktu terus berjalan cepat ketika lonceng sekolah berdering nyaring menunjukkan waktu belajar telah usai. namun, lagi-lagi hujan mengguyur kota kecil itu dengan lebatnya.
sambil merenung menunggu hujan reda Rasya melihat sekeliling teman-temannya, dimana satu persatu orang tua mereka menjemput mereka.... ada rasa sedih dan iri di hati Rasya.
"andai aja orang tua gue peduli... (sad face) "
" peduli apa!l!!! terdengar suara seorang laki-laki yang Rasya kenal. sambil bermuka masam Rasya hanya melirik tajam tanpa menggubris sepatah kata dari Alvin.
__ADS_1