Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Yuli & Andre II


__ADS_3

"Tanpa status tapi posenya seperti ini, apa yang dia fikirkan" Puspa menghirup nafas dalam-dalam.


🍀🍀🍀


"Bagaimana? Kau suka?"


"Iya, terima kasih" Yuli tersenyum sambil melahap makanan di depannya.


"Tiba-tiba mengajakku makan malam, apa ada masalah?" bathin Yuli.


Yuli memandangi Andre yang juga tengah melahap makanannya


"Apa ada masalah?" tanya Andre yang merasa di perhatikan


"Andre, apa ada masalah?" Yuli balik bertanya


Andre kebingungan


"Tiba-tiba mengajakku makan malam, tidak seperti biasanya. Di jam ini biasanya kau belum pulang" Yuli meletakkan sendoknya


"Tidak ada, aku hanya ingin menghiburmu. Akhir-akhir ini aku sering murung"


"Oh,"


"Seperti biasa, kau terlalu berharap" bathin Yuli.


Raut wajah Yuli seketika masam, senyum yang ia tunjukkan adalah senyum paksa.


"Kau tidak perlu repot-repot menghiburku. Aku tidak ingin bergantung padamu"


"Yuli?"


Yuli berdiri dan mengambil tas nya


"Terimakasih untuk malam ini, aku duluan" Yuli tersenyum pasa Andre sebelum ia pergi keluar dari cafe


Andre masih kebingungan, ia pun segera meminta bill dan membayar. Ia langsung mengejar Yuli


Yuli menahan sesak di dadanya, ia sesekali menekan dadanya.


"Bisakah kau berhenti menyiksaku? Pergilah dari sini!" Yuli memukul pelan dadanya berharap perasaan untuk Andre menghilang


"Yuli!" panggil Andre,


Yuli tidak menghiraukan Andre dan langsung menghentikan taxi yang lewat.


"Yuli!" Andre berhasil menahan tangan Yuli


"Andre, aku ada urusan mendadak. Lepaskan tanganku"


"Sebelumnya kau tidak bilang apa-apa. Katakan, apa aku ada salah?"


"Tidak. Kau tidak ada salah. Aku harus pergi"


"Kemana?" Andre beralih menarik tas Yuli yang harganya mahal, dengan itu Yuli akan berfikir ulang untuk berontak


"Andre! Kita dilihat orang lain, lepaskan!" Yuli berusaha melepaskan tas miliknya dari cengkraman Andre


"Katakan dulu mau kemana"

__ADS_1


Yuli malu jadi pusat perhatian orang yang lewat dan pengunjung cafe lainnya


"Andre, tas ini mahal. Lepaskan atau aku teriak"


"Alasan klasik. Aku meluangkan waktuku untukmu malam ini, kenapa kau jadi begini?"


"Aku juga sudah meluangkan banyak waktu untuk menyimpan perasaan bodoh ini"


"Akan ku bantu dirimu masalah pria incaranmu itu, tapi jangan begini. Kau membuatku khawatir, kesehatanmu sering menurun juga"


"Andre! Kenapa kau tidak mau sadar!" bentak Yuli. Yuli menarik tas nya dengan kencang dan berhasil


"Yuli..."


"Apa?! Terkejut aku membentakmu?" Yuli menahan air matanya, ia langsung masuk ke dalam taxi dan menutup pintunya dengan kencang


"Jalan, Pak"


Andre masih terdiam, mencoba mencermati apa yang di katakan Yuli


Disisi lain Yuli merasakan tubuhnya panas dingin. Ia tidak berfikir akan bisa mengatakan hal itu pada Andre.


"Akan sangat canggung jika aku bertemu dengannya lagi. Lebih baik aku menghindar dulu"


***


Andre menjatuhkan dirinya di ranjang, ia memikirkan apa yang di katakan Yuli


"Maksudnya apa? Tidak mungkin Pria yang selalu ia ceritakan itu adalah...?"


"Sebenarnya apa yang tidak kumengerti?" Andre menatap langit-langit kamarnya


Andre bangkit lalu mengambil Hp nya. Ia langsung menelfon Yuli.


"Yuli!"


'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan .... "


"Kemana dia?" Andre melempar Hp nya di ranjang


"Andre! Kenapa kau tidak mau sadar!"


"Bodohnya aku tidak tau siapa pria incarannya itu"


Andre berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, lalu ia membaca buku untuk menghilangkan stressnya


3 lembar 4 lembar buku telah ia baca, namun perkataan Yuli sangat mengganggunya.


****


22:00


Yuli berdiri di bibir pantai, pantai yang di jadikan destinasi wisata ini cukup sepi dari malam biasanya. Yuli berjalan ke tempat yang lebih sunyi lagi, sambil menenteng sandalnya ia berjalan perlahan menikmati air pantai yang terasa sedikit dingin


Lelah berjalan, ia duduk di pasir sambil memandangi luasnya lautan di depannya.


"Seberapa lamanya bersamanya, seberapa lamanya mengenalnya, itu tidak menjamin kau akan memilikinya" gumam Yuli


"Jika bisa, aku ingin perasaan ini ku buang di luasnya lautan"

__ADS_1


"Hhhhh" Yuli menghela nafas, air matanya mengalir perlahan


Yuli memejamkan matanya mengingat kekurangan dirinya dan Andre yang tak kunjung peka.


"Kalaupun dia tau aku mencintainya, dia tidak akan menerimaku. Mana mau dia sama gadis jebol, hiks" Yuli menyeka air matanya dengan kasar


"Aaarrgghhhhh! Harusnya malam itu tidak terjadi!. Dan lebih baik aku tidak punya perasaan menyebalkan ini!" Yuli menggenggam pasir dan melemparnya,


Sayangnya saat pasir di lempar, angin menerbangkan ke arah berlawanan dan menyapu wajah Yuli


"Sial!" Yuli merasakan matanya di penuhi pasir, sakit bagai di tusuk dan bercampur geli.


Yuli mengucek matanya dan semakin membuat matanya terasa sakit.


"Sial, sial! Aarrghhhhhhhh Ayah! Ibu! Kenapa kalian tidak mengajakku!!" teriak Yuli sekeras-kerasnya


Yuli memukuli pasir di sekitarnya sambil menahan isak tangis.


"Kenapa perasaan bodoh ini hinggap di hatiku?! Ini sangat menyiksaku!"


Mata Yuli terasa semakin panas saat air matanya mengalir


"Ayah, Ibu... " Yuli meremas pakaiannya


Tanpa Yuli sadari, ada sepasang mata yang mengawasinya. Ia berjalan mendekati Yuli yang tengah menangis sesenggukan.


Yuli membuka perlahan matanya, walau masih tersisa 1, 2 butir pasir di matanya. Yuli memeluk tubuhnya sendiri dan mulai merasa kedinginan.


"Aku tidak ingin mencintainya lagi, hiks. Aku lelah" ucap Yuli dengan suara bergetar di selingi tangisan kecil


"Sampai kapan mau disini?"


Yuli menoleh ke arah sumber suara, ia terkejut melihat siapa yang ada di depannya


"Kau... "


"Sudah mulai larut malam,"


Orang itu semakin dekat dengan Yuli. Ia menghentikan langkahnya dan duduk di sebelah Yuli. Yuli menundukkan kepalanya dan mengusap air matanya. Ia menghindari kontak mata dengan orang itu


"Kau akan sakit lagi nanti"


"Ada apa?" tanya Yuli dengan suara yang jelas bergetar. Padahal niat Yuli ingin bersikap dingin, tapi suaranya yang bergetar membuat dirinya terlihat lemah


"Tidak ada, aku hanya mencarimu"


"Pulanglah, Andre. Aku ingin sendiri" Yuli menyeka air matanya dan menyedot ingusnya yang mau keluar


Orang itu ternyata Andre yang berhasil menemukan Yuli. Saat membaca buku, Andre tetap memikirkan perkataan Yuli dan terlebih Yuli mematikan Hp nya. Akhirnya Andre pergi mencari Yuli untuk meminta penjelasan dari perkataannya tadi. Andre mencari Yuli ke rumahnya, tapi rumah Yuli masih terkunci dan lampu masih menyala semua. Andre pun mencari ke taman dan tidak mendapati Yuli disana.


Andre pun pergi ke tempat yang di sukai Yuli selain taman, yakni pantai.


"Maafkan aku jika aku ada salah" Andre mendekatkan dirinya pada Yuli dan Yuli agak bergeser menjaga jarak dengan Andre


"Tidak, pergilah. Biarkan aku sendirian" Yuli duduk membelakangi Andre


Andre mengelur kepala Yuli, Yuli tersentak. Ia menggigit bibirnya menahan isak tangis lagi.


"Pergilah, Andre!" dengan suara yang masih bergetar

__ADS_1


"Aku tidak mau" Andre memeluk Yuli dari belakang, Andre merasakan tubuh Yuli yang bergetar


Sementara itu Yuli bingung, haruskah ia berontak atau luluh dan menerima pelukan Andre?


__ADS_2