
Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba, malam ini acara pertunangan mereka pun digelar. Banyak tamu yang hadir
Mc menyambut kedatangan Puspa dan Arga, Puspa mengenakan dress berbahan satin dipadu brokart bagian dada sampai pinggang. Arga juga mengenakan setelan yang senada dengan dress Puspa.
Dengan Make-Up yang ringan membuat aura kecantikan Puspa terpancar, tatanan rambut yang simpel namun elegan. Jantung Puspa berdebar saat Arga bersiap memasangkan cincin. Arga pun tidak luput dari rasa gugup, namun ia tertolong oleh wajah datarnya
Semua orang yang hadir terkesima dan memuji pasangan ini.
"Cantik sekali"
"Benar, mereka serasi"
Bisik-bisik pun mulai terdengar dan hal itu membuat Arga dan Puspa semakin gugup
Sahabat-sahabat Arga ikut lega saat mengetahui Arga telah bertemu dengan perempuan yang tentunya akan menjadi Istrinya
Arga tidak berkedip saat melihat Puspa di depannya yang terlihat cantik dan tersipu malu. Puspa juga merasakan kakinya mulai lemas dan bergetar, saat di tatap Arga ia langsun menunduk karena malu.
Papa Arga sangat gembira dan berharap pernikahan mereka tidak lama lagi, Mama Arga bahagia namun ia masih malu atas perbuatannya selama ini. Ia juga tidak mengatakan sepatah kata saat bertemu dengan Bapak Puspa
"Ma, lihat Putera kita dan calon menantu kita, sangat cocok"
Mama Arga hanya mengangguk.
"Dion, Puspa sangat cantik" puji Papa Arga
"Puteramu juga sangat tampan, ia jauh lebih tampan darimu di masa muda"
"Kau meledekku" Papa Arga menyenggol lengan Bapak Puspa
Arga meraih tangan Puspa, perlahan Arga memasang cincin di jari manis tangan kiri Puspa
"Jangan bergetar begitu" bisik Puspa
"Kau yang bergetar, diamlah atau nanti cincinnya susah masuk" balas Arga
Pada kenyataannya mereka berdua sama-sama gugup dan tremor
Bersamaan dengan cincin yang akan tersemat di jari Puspa, disaat itu pula Ilham dan Elisa harus merasakan hatinya perlahan patah
__ADS_1
1
2
3
Kini cincin mewah itu telah tersemat di jari manis Puspa, mereka berdua menghadap ke para hadirin dengan senyum, kecuali Arga yang masih terlihat gugup. Puspa telah resmi menjadi tunangan Arga, disaat yang sama Ilham dan Elisa merasakan kesempatannya sudah tidak ada.
Semua hadirin bertepuk tangan termasuk Ilham dan Elisa, mereka hanya bisa berpura-pura tersenyum bahagia. Para Kolega Papa Arga memujinya dan juga memuji kecantikan Puspa, mereka memberi selamat kepada Papa Arga dan disertai candaan mengenai cucu
"Selamat, ya. Ku kira kau alergi perempuan Hahaha" goda Rafa
"Berisik" Arga tersipu
"Oh iya, inikah perempuan yang memang mau di jodohkan denganmu?" tanya Rafa
"Ehem" Arga berdehem
Puspa kebingungan, ia bertanya-tanya apakah Arga mengetahui hal ini sebelumnya
"Panjang ceritanya. Intinya aku sudah bersamanya untuk saat ini" jawab Arga
"Ya ya ya"
Arga mengangguk, para hadirin pun dipersilahkan menikmati hidangan malam ini.
Elisa datang di susul Ilham, mereka memberi selamat kepada pasangan ini. Elisa melirik ke arah Arga yang bahkan tidak meliriknya sama sekali.
"Selamat ya Pus" Elisa memeluk Puspa sambil menahan rasa sakit di hatinya
"Terima kasih, El. Dan terima kasih lagi karena sudah mau menyempatkan waktu untuk hadir, ku kira kau belum pulang"
"Selamat" ucap Ilham pada Arga dengan nada dingin, mereka berjabat tangan
"Terima kasih" dibalas dengan dingin pula
Setelah Elisa melepas pelukannya, Ilham mengulurkan tangan pada Puspa dan disambut dengan ramah.
"Selamat, ya" ucapnya
__ADS_1
"Terima kasih, Ilham"
"Oh iya, perkenalkan ini Elisa"
"Dan Elisa, ini Ilham" Puspa mengenalkan mereka berdua
"Ilham ini temanku sewaktu kecil, dan Elisa ini sahabatku" ucapnya lagi
Elisa dan Ilham berjabat tangan dan tersenyum.
"Salam kenal"
"Salam kenal" ucap mereka bersamaan
****
Di tengah ramainya acara Elisa memutuskan keluar ruangan untuk mencari angin segar. Ia memandangi langit malam yang gelap, semilir angin seolah menemaninya
Elisa meremas jarinya dan menahan sesak, ia tidak tau harus bagaimana.
"Aku harus bagaimana? Aku gagal menyingkirkan perasaan ini" gumamnya.
"Eh" ada suara
Elisa menghadap ke belakang dan mendapati Ilham yang baru keluar
"Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu. Aku tidak tau kau ada disini" ucap Ilham
"Ah iya tidak masalah"
Ilham pun kembali masuk ke dalam. Dari ia baru datang kemari, ia sudah dibuat insecure saat melihat besarnya kediaman keluarga Arga, dan beruntungnya Arga mendapat gadis yang tidak gila harta
🍀🍀🍀
Waaaaah ternyata kisah Arga dan Puspa sudah hampir 2 tahun ya, gak kelar-kelar wkwkkw
Ehem, Terima kasih banyak buat para pembaca baik pembaca lama maupun pembaca baru. Terima kasih sudah mau mantengin mereka berdua walaupun kadang alurnya garing dan ribet, terimakasih atas dukungan kalian selama ini.
Author mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang melaksanakan.
__ADS_1
Sehat selalu buat kalian semuaaaa
05 April 2022