Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kecupan Rasa Ibu


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Keesokan paginya


Puspa berdiri menghadap cermin sambil menyisir rambutnya yang basah. Hari Ini ia akan ke tempat kerjanya.


"Huuffttt semoga aku dimaklumi" gumam Puspa


"Berapa hari aku tidak masuk kerja, itupun tanpa izin"


"Pasti aku akan di pecat"


Puspa melepas handuknya dan mengenakan pakaiannya.


Puspa teringat akan pemberian Dokter Andre yang katanya obat itu. Puspa mengambil kantong plastik hitam itu


"Obat apa ini? Agak berat"


Puspa membuka kantong plastiknya,


"Coklat? Katanya obat?" Puspa mengeluarkan 2 pcs coklat


"Pantas saja berat, tapi aku baru menyadarinya" ucap Puspa


Ada secarik kertas juga selain coklat


"Semoga sehat selalu ya, jangan lupa di makan coklatnya. Walaupun harganya tidak seberapa. Aku tidak tau apa kesukaanmu, jadi aku belikan yang disukai oleh rata-rata orang"


Andre


Puspa mengedipkan matanya


"Eh? Kenapa seperti ini? Apakah perempuan kemarin itu bukan kekasihnya?" Puspa kebingungan


"Apa Tuan Muda melihat ini? Haduhhhh kacau" Puspa takut Arga akan menghajar Dokter Andre seperti ia menghajar Ilham hingga babak belur


"Astaga! Ada apa dengan Dokter itu? Ini salah" Puspa memasukkan kembali coklat dan secarik kertas tersebut


Saat dirinya akan keluar dari kamar, Puspa berbalik dan mengambil 1 pcs coklat pemberian Dokter Andre


"Kurasa tidak masalah aku makan 1, nanti ku ganti" Puspa bergegas keluar dari rumah


Saat keluar dari rumah, Puspa di kejutkan dengan datangnya Bi Ina bersama salah satu Bodyguard Arga


"Bi?"


"Puspa"


Mata Puspa berbinar, ia segera memeluk Bi Ina dengan erat. Bi Ina pun membalas pelukan Puspa


"Apa kabar, nak?" tanya Bi Ina


Puspa melepas pelukannya


"Puspa baik-baik saja, Bi"


"Hmmm baik-baik saja atau baru keluar dari Rumah Sakit?"


Puspa tersenyum kikuk

__ADS_1


"Ah, ayo masuk dulu. Kita mengobrol di dalam" Puspa menarik tangan Bi Ina


Bi Ina tersenyum


"Bi, maaf ya. Puspa hanya ada air putih. Puspa belum belanja" Puspa datang membawa segelas air


"Tidak masalah, Bibi kesini atas perintah Tuan Muda. Jadi tidak bisa lama-lama disini" Bi Ina meminum airnya


"Emm?? Tuan Muda sudah mulai sibuk ya?"


"Sepertinya begitu. Apalagi sekarang dia sudah kerja di perusahaan Tuan Besar"


"Rupanya dia tidak becanda masalah pekerjaan yang ia ucapkan di Rumah sakit" bathin Puspa


"Ooohh begitu ya. Bi Ina izin saja 1 malam, heheh untuk menginap disini"


"Bibi juga ingin seperti itu, tapi pekerjaan Bibi tidak bisa di tinggalkan begitu saja" Bi Ina tersenyum


"Yaahhh aku mengerti itu. Bekerja di rumah sebesar itu memang melelahkan" ucap Puspa


"Apalagi majikannya galak seperti Nyonya Besar" bathin Puspa


"Bagaimana keadaan disana, Bi?" tanya Puspa yang penasaran keadaan di rumah Arga


"Banyak yang terjadi, seperti biasa Nyonya sering mengeluh karena Arga jarang pulang dan mengabaikannya"


"Itu pasti saat menemani Puspa" timpal Puspa


Bi Ina tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis


Bi Ina merogoh tas nya, ia mengeluarkan dompet serta Hp Puspa


"Ini, Tuan Muda menyuruh Bibi mengantarkan ini untukmu"


Puspa langsung mengecek Hp nya, ia terkejut karena Hp yang tadinya kunci layarnya menggunakan Pola, sekarang malah hanya menggunakan usapan.


"Dia" Puspa tidak habis fikir


"Dia seenaknya sendiri. Menyebalkan!"


"Tidak menghargai privasi"


"Selalu saja begitu, melakukan sesuatu dengan seenaknya sendiri"


"Aku tidak tau bagaimana caranya dia bisa membuka kunci layar ini, ck"


"Awas saja, lain kali akan ku balas"


Bi Ina menahan tawanya melihat Puspa yang kesal, tapi wajahnya malah terlihat imut


"Pantas saja Tuan Muda betah berada di sampingnya" bathin Bi Ina


Puspa melihat isi Hp nya, masih aman. Karena memang dari awal Hp yang baru ia beli masih belum berisi hal-hal pentingπŸ˜…πŸ˜…


"Baiklah, Bibi pamit ya" Bi Ina berdiri


"Yaaaahh, baru beberapa menit" Puspa memanyunkan bibirnya


Bi Ina yang mulai gemas akhirnya menangkup wajah Puspa

__ADS_1


"Semoga kalian akan tetap bersama" ucap Bi Ina di selingi senyum lebar


Puspa tidak berkedip


"Ini do'a yang harus ku aamiinkan atau tidak?" bathin Puspa


Bi Ina mengecup kening Puspa, tubuh Puspa bergetar. Ia merasakan sosok ibunya. Kecupan itu membuat kakinya susah menopang tubuhnya


"Ibu" ucap Puspa dengan suara lirih


Bi Ina tersenyum,


"Jaga diri baik-baik ya. Bibi pamit"


Puspa menganggukkan kepalanya.


Bi Ina sudah masuk ke dalam mobil, sedangkan Puspa masih diam membatu. Ia menyentuh dahinya yang tadi dikecup Bi Ina


"Aku tidak sendiri" ucap Puspa


πŸ€πŸ€πŸ€


Puspa kebingungan saat ia sampai di tempat kerjanya, warung makan itu sudah tutup. (Puspa bekerja di warung makan yang lumayan ramai pengunjung, di eps sebelumnya Author galfok dan hanya menuliskan warung)


Puspa melangkah perlahan, ia memandangi tempat kerjanya itu.


"Tutup? Biasanya jam 8 seperti ini sudah buka" Puspa mendekati pintu warung tersebut


"Di gembok"


Sampai ada seseorang yang kebetulan lewat, Puspa langsung bertanya


"Bu, maaf. Mau tanya, ini warungnya sejak kapan tutup?"


"Sudah 4 hari ini, mbak. Pemilik warungnya meninggal 4 hari lalu"


"Meninggal?"


"Iya. Katanya kena gagal jantung"


Puspa semakin terkejut, sebab selama ia bekerja, pemilik warungnya terlihat sangat sehat.


"Terima kasih informasinya" Puspa sedikit menundukkan kepalanya


"Iya, mbak. Sama sama"


Puspa masih terkejut, Puspa menahan air matanya. Perlahan-lahan orang di dekatnya mulai meninggalkannya


Di sisi lain, Arga baru memasuki gedung perusahaan, ia menangkap sesuatu melalui ekor matanya


"Perempuan itu?" gumam Arga.


Arga mengabaikannya, melanjutkan langkahnya


Elisa yang sudah merasa aman, ia keluar dari balik mobil ditepi jalan. Elisa tidak berniat mengikuti Arga, ia hanya tidak sengaja lewat dan melihat Arga yang masuk ke halaman


"Ooohhh ini tempat kerjanya. Keren" ucap Elisa dengan rasa kagum pada Arga. Elisa menggelengkan kepalanya saat ambisi pada Arga mulai muncul


"Tidak!" Elisa berusaha meyakinkan dirinya agar tidak sampai jatuh cinta pada Arga, apalagi ia sudah tau Arga dekat dengan Puspa.

__ADS_1


Bisa di lihat dari perlakuan Arga di Rumah Sakit saat dirinya menjenguk Puspa, Elisa mengerti Puspa orang spesial bagi Arga.


"Jangan sampai aku melakukan hal yang tidak seharusnya" gumam Elisa sebelum ia pergi dari sana.


__ADS_2