Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Maaf


__ADS_3

***


"Tuan muda.. Tuan.." Puspa mencoba membangunkan Arga yang sedari tadi memejamkam matanya


"Huuuffftttt Apa dia sangat nyenyak tidurnya? Sudah jam 4 sore.. Aku belum mandi belum makan.. " Omel Puspa dengan suara pelan


"Daripada kau berceloteh terus lebih baik kau istirahat. Aku mau tidur dan jangan ganggu aku." Arga membetulkan selimutnya.


"Rupanya dia tidak tidur, tapi pura-pura tidur saat ku panggil. Kenapa kau tidur untuk selamanya?"


"Baik" Puspa langsung bergegas meninggalkan kamar Arga.


Setelah membersihkan dirinya Puspa juga langsung makan karena perutnya terasa sedikit nyeri karena belum makan seharian.


***


16:52


"Bapak kapan ya resepsinya.. Kok belum ada undangan? Hmmm mungkin memang tidak menginginkanku. Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu? Aaarrgghhhh " Puspa menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


"Pasti besok Elisa dan juga guru memyemprotku karena aku Alfa hari ini tanpa keterangan izin atau apa.. Sabarrrrr menghadapi majikan seperti ini"


Ia mencoba memejamkan matanya... Perlahan namun pasti.. Puspa terlelap.


Tidur di jam 5 sore memang tidak baik.. Saking lelahnya Puspa melupakan itu. Badannya lelah setelah merawat Arga hari ini.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Eenggghhhh Puspa.. Minum"


"...." Tak ada sahutan


Arga membuka matanya perlahan..


"Ohhh shhitt.. Aku bicara sendirian" Arga menelisik isi kamarnya dan tidak ada siapapun.


Ia melihat gelasnya hanya berisi setengah air mineral.


"Mana cukup. Aku sangat kehausan" Arga meraih Hp nya..


Beberapa hari lalu Arga sudah menyimpan kontak Puspa.

__ADS_1


'Tuuutttt tuuutttt tuuuutttt'


Arga mencobanya lagi


'Tuuuutttttt tuuuutttt tuuuuuttttt'


Tidak ada jawaban dari Puspa.


"Haish kemana bocah itu." Arga memposisikan dirinya duduk. Sedikit memutar kepalanya hingga berbunyi 'Krek'. Suara itu menimbulkan rasa lega.


"Yang benar saja aku harus menuruni tangga?" Arga mendengus sebal.


Ia tidak bisa berteriak memanggil pembantu.. Kok bisa? Namanya saja sakitπŸ˜‘


Ia menurunkan kakinya dari ranjang perlahan


"Pembantu banyak tapi tidak berguna semua" Omel Arga


Arga melangkah ssedikit demi sedikit.. Pusing masih setia di kepalanya dan ia juga merasakan dingin yang luar biasa..


'Oke waktunya menuruni tangga sialan ini' Umpat Arga


Ia menuruni satu persatu anak tangga dengan sangggaatttt pelan.


'Tok tok tok'


"Puspaa... Buka pintunyaaaa" Arga mengetuk pelan karena tenaganya yang sangat minim.


"Puspaaaa kau dengar tidak?"


"Ooyyyyy Puspa"


'Krriieeettt'


"Maaf Tuan Muda.. Saya tertidur"


"Hmm ambilkan aku minum"


Puspa tang tadinya mengantuk menjadi cengar dengan mata melotot.


"Apa? mau ku congkel matamu?" Puspa menggeleng.

__ADS_1


Ia langsung menuju dapur untuk mengambil air.


"Eh kenapa dengan dia?" Tanya Arga pada dirinya sendiri.


Beberapa menit kemudian Puspa datang dan mencari-cari Arga.. Rupanya dia sedang rebahan di ranjang Puspa.


"Sinting"


"Tuan Muda.." Arga langsung terduduk saat Puspa memasuki kamarnya


Puspa menyodorkan gelas berisi air itu dan langsung di teguk habis oleh Arga


"Kenapa kau?" Tanya Arga sembari menyodorkan gelas kosong itu.


Puspa menggeleng.


"Mau kemana?" Tanya Arga saat Puspa berdiri


Puspa menyipitkan matanya..


"Meletakkan gelas... " Puspa melengos lalu menuju dapur lagi.


***


Kamar Mandi Dapur.


"Huuuffttt tidak mengertikah... Aku lelaaaahhhh... Hiksss kenapa tidak membiarkan aku tidur 1 jam saja.. Oh ayolah aku baru tertidur 30 menit." Puspa kesal sendiri. Ia membasuh mukanya..


Karena kesal, Puspa sampai menangis.


"Pembantu lain kan ada.. Kenapa aku terus." Puspa menyeka air matanya.


"Huuffttt beginikah rasanya jadi babu. Untuk tidur saja aku kesulitan. "Puspa memelankan suaranya yang tadinya dengan nada membentak kini dengan nada yang lemah lesuh


Saat membuka pintu, tak disangka Arga berdiri di depan Pintu kamar mandi. Puspa terkejut. Takut Arga mendengar apa yang ia katakan tadi.


Arga berdiri membelakangi Puspa.


"Maaf" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Arga. Ia langsung berjalan meninggalkan Puspa yang masih mematung dikamar mandi itu.


Arga berjalan sedikit bertatih.

__ADS_1


"Apa yang telah ku lakukan..." Puspa sangat merasa bersalah.


__ADS_2