Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Teguran


__ADS_3

Malam harinya~~


'Tok tok tok'


"Permisi, Assalamualaikum"


Puspa yang sedang merapikan bajunya langsung bergegas membuka pintu


"Waalaikum salam, sebentar"


Puspa membuka pintu dan sedikit terkejut melihat siapa yang datang bertamu


"Anu,, mari masuk dulu, Pak"


"Terima kasih"


Pak RT dan Istrinya datang bertamu,


"Mau teh atau kopi, Pak, Bu?" Puspa tersenyum


"Tidak usah repot-repot, Puspa. Kami hanya ada urusan denganmu sebentar saja" tolak istri Pak RT


"Emmm... Benar tidak mau minum dulu?" tawar Puspa ulang


"Benar. Sini, kamu duduk dulu" Istri Pak RT menepuk kursi di sampingnya


Puspa menurut.


"Eeee, apa ada masalah?" tanya Puspa


Pak RT menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan


"Begini, saya dapat laporan dari salah satu warga. Apa benar kamu semalam kedatangan tamu?" tanya Pak RT selembut mungkin, Istri Pak RT juga turut menggenggam tangan Puspa supaya tidak gugup


"Oooohhhh yang tadi pagi itu ya?"


Mereka mengangguk


"Itu mantan majikan saya, Pak, Bu"


"Majikan? Bukannya masih sekolah?" tanya istri Pak RT

__ADS_1


"Heheh sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Karena saya pernah keluar dari Desa berbulan-bulan tanpa adanya konfirmasi kepada Pak RT ataupun lainnya"


"Tentunya kalian sudah tau musibah apa yang telah menimpa keluarga ini, bukan? Saya butuh biaya sekolah saya. Karena,"


Puspa menggantung kalimatnya..


"Karena?" tanya istri Pak RT


"Karena, Bapak... Bapak... Bapak saat itu sedang.." Puspa menunduk, hatinya seperti digelitik


"Baiklah, selanjutnya apa yang terjadi?" Pak RT mengerti kenapa Puspa tidak bisa melanjutkan perkataannya


Puspa menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya


"Saya bertemu dengan majikan saya ketika saya masih sekolah dulu. Karena butuh biaya, saya bekerja di rumahnya. Dengan gaji yang tinggi, saya bisa membayar biaya sekolah. Namun, karena ada suatu hal, saya berhenti bekerja dan Putra majikan saya masih sering berkunjung kemari karena hubungan kami bisa dibilang baik"


Istri Pak RT mengelus rambut Puspa yang mulai gemetar


"Maaf sebelumnya, kamu tau letak kesalahanmu?"


"Iya, Pak. Saya tau. Saya tidak melapor pada Pak RT kalau ada tamu yang menginap. Saya sangat minta maaf"


"Puspa, saya tidak ingin di lingkungan kita ini sampai ada kasus yang naudzubillah ya misalnya hamil diluar nikah"


"Anu, Pak. Saya tidak mungkin sampai melakukan hal tersebut, Pak. Serius!"


"Kasus Bapak saya pun sudah sangat lebih dari cukup menodai nama Desa ini, mana mungkin saya akan melakukan hal yang akan mencoreng nama baik Desa ini terlebih RT saya sendiri" ucap Puspa dengan mantap


"Baiklah, saya harap ini tidak terjadi lagi. Bahaya kalau sampai muncul info hoax dari warga dari mulut ke mulut jika mereka melihat tamu laki-laki yang tidak ada laporan sama sekali ke RT"


Puspa mengangguk.


Istri Pak RT tersenyum, reflek ia memeluk Puspa. Ia kagum pada Puspa yang sanggup bertahan sampai detik ini


"Kamu anak yang hebat, bisa bertahan sampai detik ini walaupun tanpa dampingan orang tua. Kami minta maaf karena baru mengetahui hal ini, Puspa"


"Ini semua berkat kekuatan dari Yang Maha Kuasa, Bu. Melalui perantara majikan saya itu, saya bisa bertahan" Puspa tersenyum


"*Laki-laki yang tidak meninggalkanku saat aku terpuruk"


"Eh, pernah! Tapi dia begitu juga karena egonya dan tidak bisa melawan Nyonya Besar sepenuhnya*" bathin Puspa

__ADS_1


Mereka bertiga berbincang-bincang hingga hampir 1 jam. Puspa tentu tidak menceritakan segalanya tentang Arga.


"Puspa, di usiamu ini kamu sudah harus punya KTP. Besok saya berikan surat pengantar untukmu"


Puspa baru sadar akan hal itu. Usianya sudah bertambah hampir 1 tahun, ia juga sudah saatnya memiliki KTP.


"Baik, Pak. Saya juga lupa akan hal itu" sambil senyum


"Semoga kamu mendapatkan suami yang bisa mendampingimu selalu dan tentunya membuatmu bahagia"


Puspa tersenyum lebar


"Aamiin, terima kasih, Bu"


"Maaf, Pak. Berapa biaya membuat KTP?"


"Kalau kamu mengurusnya sendiri tentu gratis. Kalau kamu minta bantuan orang lain yaa pasti akan keluar biaya"


"Oooohhhh" Puspa mengangguk.


"Sekarang kamu bekerja atau bagaimana?" tanya istri Pak RT


"Pengangguran, heheh. Tapi Tuan Arga yang memberi saya uang untuk kebutuhan saya sehari-hari, Bu. Jadi yaaaaaa tetap pegang uang"


"Apa dia sudah beristri?"


Puspa menggeleng


"Dia sampai mau menghidupimu, apa dia berhutang budi?"


Puspa berfikir sejenak


"Dulu sih, saya pernah menyelamatkan mobilnya dari semacam pencuri, Bu. Tapi saya juga tidak sengaja melempar batu dan mengenai area kepalanya. Itu berarti sudah impas" Puspa seketika bingung juga


"Mungkin dia mencintaimu" sela Pak RT yang langsung membuat Puspa tersipu malu


"Anu... Bagaimana ya.. Eeeemm"


"Apa kalian menjalin hubungan asmara?" tanya istri Pak RT


"Hubungan, ya? Tidak ada hubungan yang mengikat kami, Bu. Tapi... Entahlah.. Aaahhh malunyaaaa" Puspa menutupi wajahnya yang mulai memerah

__ADS_1


Pak RT dan istrinya terkekeh melihat tingkah Puspa yang malu, itu mengingatkan mereka akan masa mudanya


__ADS_2