
🍀🍀🍀
Arga fokus menyetir. Hening.. Mereka berdua sama sekali tidak bicara. Puspa mengernyitkan dahinya saat Arga mengambil arah ke mall di kota ini.
"Kita mau kemana?" Tanya Puspa
"Mall" Jawab Arga ketus. Di otaknya masih terlintas ingatan saat Ilham menjawil hidung Puspa dan Puspa malah tertawa mendapat perlakuan itu.
Puspa memandangi wajah Arga yang menahan emosi
"Tuan Muda.. Apa ada masalah?" Tanya Puspa hati-hati
"Diam lah!" Arga membentak. Puspa terkejut mendapat bentakan itu.
Selain menjengkelkan, Puspa juga tidak suka pada sifat Arga yang pemarah apalagi sampai kasar. Puspa menekuk wajahnya, Ia menghadap ke depan memandangi lampu merah yang rasanya lama sekali berubah hijau.
Puspa melipat kedua tangannya di depan dadanya. Hatinya sakit saat di bentak.
"Padahal aku kan bertanya baik-baik, halus, sopan . Eh malah di bentak. Menyebalkan. Dasar gila" Umpat Puspa
Saking sakitnya, tidak terasa mata Puspa berkaca-kaca. Entah semua perempuan akan seperti Puspa yang ketika menahan amarah, menahan sakit dalam diam hingga hatinya seperti di peras dan menitikkan air mata dalam diam. Atau hanya Puspa yang begitu? Puspa juga bingung.
"Cengeng" Ledek Arga yang sempat menoleh sekilas pada Puspa.
Puspa mendelik.
"Sewot!" Puspa memalingkan wajahnya.
Arga terkekeh. Ia mengelus pucuk kepala Puspa hingga rambutnya berantakan. Puspa mendengus sebal. Ia menyingkirkan tangan kiri Arga dari kepalanya. Puspa masih diam.
Arga masih mengulanginya lagi,
"Yang fokus saat menyetir." Puspa agak mengibaskan tangan kiri Arga agar menjauh dari rambut yang sudah ia tata rapi itu.
"Emmmm.. Galak ya." Arga terkekeh.
"Hm" Puspa mode cuek. Kesal karena di bentak padahal ia bertanya dengan hati-hati. Apa salahnya pada Arga?
'Cckkkiittt' Arga memarkirkan mobilnya. Arga keluar dari mobil terlebih dahulu..
Puspa masih duduk di dalam mobil diam. Arga menatap heran.
__ADS_1
"Woy jangan manja minta di bukakan pintunya" Ucap Arga dari luar. Puspa malah menutup kaca jendelanya.
"Keluar.. Cepat!" Puspa menutup telinganya
Arga membuka pintu mobil dan Puspa tetap tidak mau turun. Arga mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
"Ayolah Puspa jangan seperti ini. Banyak orang. Cepat turun" Puspa masih diam di kursi mobil
"Hmm.. Sana!" Puspa malah mengusir Arga.
Arga membelalakkan matanya..
" Ini mobilku. Kau tidak pantas bicara seperti itu padaku" Arga berucap tegas
"Oh. " Puspa keluar dari mobil. Ia berdiri di depan Arga
"Kau benar Tuan Muda.. Aku memang tidak pantas. Harusnya aku menyadari ini dari awal. Terima kasih tumpangannya." Puspa membuka pintu kursi belakang dan mengambil kantong plastik belanjaannya.
Arga seperti di tusuk hatinya.
"Puspa. Hey hey" Arga mencekal pergelangan tangan Puspa saat mau mengambil kantong plastik terakhir di dalam mobil. Puspa mengibaskan tangan Arga namun gagal karena kekuatan Arga lebih besar.
"Hm. Lepas!"
"Aku tidak akan melepaskanmu! Camkan itu" Tubuh mereka berdua sangat dekat hingga saat Arga berbicara Puspa bisa merasakan nafas Arga
"Memangnya aku siapamu? Aku hanya babumu. Ralat. Mantan babumu" Mereka mengabaikan pandangan para pengunjung Mall
Arga menghirup nafas dalam-dalam.
"Puspa.. Maaf" Arga berucap lembut
Puspa diam tidak lagi berontak. Puspa menatap wajah Arga
Bagi para pengunjung lain, mungkin mereka mengira Puspa dan Arga adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Namun pada nyatanya tidak ada hubungan spesial di antara keduanya. Dan mereka berdua masih tidak mengerti pada perasaan mereka sendiri. Bodoh bukan? pada perasaan sendiri pun tidak peka😂
"Aku tidak suka kekasaran" Lirih Puspa. Ia memundurkan tubuhnya karena posisi mereka terlalu mengundang perhatian pengunjung mall.
Mereka terdiam lagi.. Arga melepas tangan Puspa dan bergerak memasukkan kantong belanjaan itu ke dalam mobil lagi.
"Baiklah kita masuk ke dalam ya. Aku minta maaf"
__ADS_1
"Pertama kalianya seorang Arga minta maaf pada gadis ingusan seperti dia. Wkwkwk" Bathin Arga
Puspa mengangguk.
"Tunggu sebentar, Kita? Aku tidak ada keperluan hingga harus ke mall, Tuan."
"Diamlah dan ikuti perintahku" Puspa menjulurkan lidahnya.
"Aku tidak mengerti akan perasaanku sendiri. Aku tidak boleh sampai punya perasaan pada Tuan Muda. Aku takut jika harus kecewa. Dan Ilham, dulu saat kami kecil aku bahagia memanggil dia 'Cinta'. Tapi sekarang kenapa aku merasa agak sedikit berat mengatakan itu. Cinta yang kami ucapkan saat kecil apakah itu benar-benar cinta? Aaaarrghh pusing"
"Jangan melamun. Banyak wanita ingin pergi denganku tapi aku menolaknya. Dan lihat dengan mudah aku mau berjalan di sampingmu bahkan menggandeng tanganmu" Puspa tersadar. Ia melihat ke bawah dan benar Arga menggandeng tangan Puspa.
Puspa menggeleng kepalanya.
"Ini nyata?"
***
Puspa terkagum-kagum saat memasuki mall yang begitu luas.
"Woooowwww" Takjub Puspa
"Biasa saja. Jangan norak" Ucap Arga menepuk pelan mulut Puspa yang mengangah.
Puspa mendengus sebal.
"Aku baru kali ini masuk ke mall. Karena keuangan keluargaku pas-pasan" Ucap Puspa lirih.
"Awwhhh ssshhh" Puspa memegangi perutnya yang terasa sedikit kram
"Eh kenapa?" Arga sedikit panik.
"Tidak.. Aku baik-baik saja Tuan" Puspa meremas perutnya.
Arga melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 12.
"Kita cari tempat duduk dulu." Beruntung di mall ini di sediakan beberapa kursi di setiap bagian barang-barang.
Pemilik mall sengaja mengadakan kursi untuk ibu hamil, lansia dan juga orang tua yang membawa balita. Kecuali karyawannya harus berdiri selama jam kerja.🙄
🙂Maaf jika terdapat banyak typo. Happy reading. Jangan lupa like, komen, dan votw seikhlasnya. 😊😊😊
__ADS_1