Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Halte


__ADS_3

Tak lama gebetan Elisa pun datang membawa motor Ninja.


"Aku duluan ya Puspa.. Maaf loh" Ucap Elisa tak enak hati


"Wkwkwk santai saja. Hati-hati di jalan.." Puspa tersenyum


Elisa pun mulai jauh dari pandangan Puspa.


***


Di Sisi Lain Di Cafe


"Yooo Arga. Sini" salah satu teman Arga, Agus namanya. Ia melambaikan tangan dan menunjuk sebuah meja


"Lama bener Ga."


"Hmmm Biasaaa"


"Hahah makin sibuk aja Lo tiap hari mah" Agus terkekeh


"Gue udah pesenin coffe buat Lo. Ini keluaran terbaru dari sini, Ga"


"Ohhh"


"Wkkwkwkwkwk heran Gue sama Lo. Biar jutek kayak gini nih, masih aja cewek kampus banyak yang kecantol. Kalau Gue di posisi cewek, ogah Gue kenal Lo."


"Sayangnya Lo cowo Gus"


"Ahhahahaha suka bener kalau ngomong"


Beberapa menit kemudian datanglah seorang pelayan membawa 2 Coffe.


"Silahkan di nikmati, Mas"


Arga haanya melirik coffe itu sekilas.


Ia memainkan Hp nya dan menarik ulur beranda sosmednya


"Minum dong Ga."


"Hmmm iya. Bawel bener kayak cewek"

__ADS_1


"Gue bogem juga Lo" Mereka berdua tertawa kecil.


10 menit kemudian


"Gus, Gue pulang duluan. Ada urusan" Pamit Arga


"Coffenya belom habis Arga.. Hadeh... "


"Sorry... Lain kali lagi ya" Arga langsung melangkah keluar dari Cafe.


"Bayarin dulu, Ntar Gue ganti" Teriak Arga dari luar


"Hahaha.. Tumben banget tuh bocah tengik bisa ketawa"Agus terkekeh


"Btw, Gue bawel, kayak cewek, apa Gue cantik ya kalau jadi waria. Hahah " Agus bicara sendiri


***


Puspa berjalan kaki sambil bersenandung ria. Tiba-tiba langit di penuhi awan gelap pertanda hujan akan mampir menyirami Bumi.


'Tes'


'tes'


Makin lama tetesan itu mulai cepat turunnya. Puspa berlari.


"Duuhh makin deres lagi."


Puspa memegang dadanya yang kembang kempis alias ngos ngosan. Ia mendudukkan dirinya di kursi panjang halte yang terbuat dari besi.


Hujannya sudah deras. Puspa bersyukur bisa sampai di sini sebelum hujan makin deras. Ia melihat arah kanan ada sebuah mobil yang mati di tepi jalan. Puspa celingak celinguk


"Eh kenapa itu ya?" Tanya Puspa pada dirinya sendiri.


Keluarlah seorang lelaki dari mobil itu. Ia nampak mengecek ban nya yang ternyata kena paku.


Lelaki itu menendang ban mobilnya. Puspa tidak bisa melihat siapa dia dengan jelas karena jarak yang lumayan jauh dan derasnya hujan


"Panggil tidak ya.." Puspa bimbang


"Panggil saja deh."

__ADS_1


"Eh tapi kan dia punya inisiatif sendiri untuk kesini." Puspa mengurungkan niatnya


Lelaki itu berlari menuju halte itu juga. Jantung Puspa berdegup kencang


"Eh kenapa dengan jantungku."


Dekat semakin dekat... Puspa melongo melihat siapa lelaki itu.


Setelah sampai di halte, Lelaki yang ternyata Arga mengusap mukanya yang basah dan mengibas-ngibaskan rambutnya.


Tampan


Puspa berharap Arga tidak mengenalinya lebih tepatnya tidak ingat masalah di taman itu. Ia meremas ujung rok nya dan menggigit bibir bawahnya.


Oohhhh air itu membuat wajah Arga semakin mempesona. Dengan kemeja yang basah membuat bentuk tubuh Arga tercetak di tambah rambut yang basah dan air menetes dari ujung hidungnya.


" Sial" Umpat Arga. Ia kemudian menelfon supirnya untuk menjemputnya menggunakan mobil yang lain


"Halo... Tuan Muda dimana saat ini"


"Halte dekat sekolah"


"Baik Tuan Muda, saya segera kesana"


"Hm" Arga menyudahi panggilan itu. Ia membalikkan tubuhnya menghadap ke belakang dan mendapati Puspa sedang meremas ujung rok dan menggigit bibir bawahnya


Oh ayolaahhhh sebagai pria yang normal, dengan situasi dan kondisi kali ini sangat mendukung untuk melakukan hal hal romantis bukan, lebih tepatnya yaaa itu deh aktivitas hot. Hahah. Oke kembali ke cerita


Arga pria normal, saat melihat bibir Puspa yang di gigit itu membuat Arga ingin mencegahnya karena gemas dan takut terluka.


"Heh!"


Puspa mendongakkan kepala menatap Arga


"Kamu memanggilku? Aku tau.. Aku salah... Aku minta maaf." Puspa mulai sedih


"Bisa hentikan menggigit bibirmu?" Tanya Arga ketus


"Ee bisa bisa." Puspa kikuk.


"Tak perlu menggodaku. Aku tidak akan tertarik." Arga menghadap kedepan dan membelakangi Puspa yang duduk.

__ADS_1


'Menggoda? apa yang ku lakukan, aku tidak telanjang di depannya, tapi di lebel menggoda. Ini aku yang salah lagi atau dia yang terlalu mesum' Bathin Puspa


__ADS_2