Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Rumah Arga


__ADS_3

22:10


Puspa merogoh tas nya..


"Tidak ada sepeserpun uang... Mungkin aku harus menerima pekerjaan itu. Besok pulang sekolah aku harus ke alamat itu." Puspa memantapkan keputusannya


"Baiklahh saatnya tidur.. Mimpi indah.. Setidaknya di mimpi aku tidak semenderita di dunia nyata" Puspa membetulkan posisinya.. Ia memeluk guling dan mulai memejamkan matanya. Dan dia lupa mematikan lampu kamarnya.


'Krieeettt'


Pintu kamar Puspa tebuka perlahan... Seseorang masuk. Ia meletakkan uang 1 lembar sejumlah 100.000 di atas tas sekolah Puspa.


Ia mencium kening Puspa.


"Maafkan Bapak" Ia melangkah perlahan dan mematikan lampu.


Mata Puspa terbuka sedikit.. Rabun yang ia lihat.


"Mana mungkin dia masih peduli padaku" dengan suara parau ia merasa itu adalah Bapaknya.


****


"Pulang bareng yuk" Ajak Elisa.


Puspa merapikan bukunya sambil sesekali menatap sahabatnya itu


"Tidak bisa, El. Aku ada urusan."


"Mulai sibukkkk" Elisa mengerucutkan bibirnya


"Harusnya kamu senang dong... Aku memberi waktu luang untukmu dan juga pacarmu itu." Puspa menggendong tas nya


"Dan ingat pesanku... Jaga dirimu baik-baik.. Aku duluan ya.. Buru-buru" Puspa tersenyum dan di balas senyuman oleh Elisa

__ADS_1


"Iya iya nyonya besaaarr" Puspa terkekeh.


🍀🍀🍀


Sesampainya di rumah ia langsung mandi dan merapikan diri agar dapat nilai plus dari calon majikan.


"Sudah siap.. Gooo!!"


Sesampainya Di Rumah Arga


Pupsa turun dari angkot berhenti di depan gerbang.. Ia takjub melihat rumah besar itu


"Pasti ku ganti uang 100.000 ini Pak"


"Waahhh Ku kira rumahnya tidak sebesar ini. Mungkin gajinya akan sangat lumayan" Hati Puspa berbunga . Sekali lagi ia memeriksa alamat itu.. Setelah yakin ia menekan bel di gerbang itu.


Keluarlah seorang scurity.. Puspa memberikan senyum manisnya


"Ada perlu Dek??" Tanya Scurity


"Benar Dek. Ini alamatnya.. Ada perlu apa ya?"


"Saya di tawarkan pekerjaan oleh Tuan Muda Pak.."


"Ohh Tuan Muda ya... Silahkan masuk Dek." Puspa langsung masuk..


"Ya ampuunnn indah sekali.. Halaman yang luas dan bunga berjejer rapi serta ada beberapa bonsai." Puspa takjub


"Eh Dek.."


"Eee Iya Pak.. Maaf saya melamun"


"Bi Ina akan kemari menjemput kamu Dek"

__ADS_1


"Saya Puspa, Pak. Panggil Puspa saja"


****


"Jadi kamu namanya Puspa yaaa.."


"Benar Bi. Salam kenal yaa" Puspa tersenyum


"Iyaa.. Yakin kamu akan bekerja jadi pelayan di usia sangat muda? tidak mencoba mencari pekerjaan yang lebih ringan?" Bi Ina memastikan


"Jarang ada lowongan pekerjaan untuk pelajar, Bi. Dan aku sangat butuh"


"Jadi Puspa masih sekolah? kelas berapa?" Bi Ina terkejut


"3 SMA Bi. Aku butuh untuk membayar biaya sekolah." Bi Ina manggut manggut. Ia juga prihatin jika gadis semuda itu harus kerja berat sebagai pelayan di rumah megah ini


"Ayo kita temui Nyonya Besar" Puspa mengangguk


Bi Ina dan Puspa menuju ruang keluarga karena Mama Arga sedang menonton TeleVisi


"Permisi Nyonya.. Maaf mengganggu waktu anda." Bi Ina sedikit membungkuk. Mama Arga menoleh lebih tepatnya menatap Puspa dengan tanda tanya.


"Siapa dia?" Tanya Mama Arga


"Namanya Puspa, Nyonya.. Dia kemari-"


"Puspa??!" Mama Arga langsung berdiri dari duduknya.. Senyum sumringah menghiasi wajahnya. Ia langsung memegang pundak Puspa.


"Benar Nyonya.. Saya kemari karena dapat tawaran dari Tuan Muda untuk bekerja sebagai Pelayan " Puspa tersenyum hormat


"Oh pelayan ya. Hm..." Mama Arga melepaskan tangannya dari pundak Puspa dan malu karna salah kira.


"Karena Putraku yang menawarkan padamu, Baiklah ku beri lowongan." Mama Arga kembali duduk di sofa sambil mengganti chanel Tv tanpa menoleh Puspa lagi

__ADS_1


"Ada yang dalah denganku? Tadi sangat senang atas kedatanganku.. Sekarang seperti jijik melihatku" Bathin Puspa


__ADS_2