
***
'Drrtt ddrrrtt '
"Halo Puspa.. Iya ini baru selesai mandi.. Hm? jemput di rumahmu?"
"Iya. Jemput di rumahku saja"
"Memangnya kamu cuti?"
"Nanti ku ceritakan."
"Hmm baiklah" Elisa mengakhiri telfonnya kemudian duduk di depan meja rias dan memulai ritual dandannya.
Disisi Lain di Rumah Puspa
Seusai mandi Puspa memilih rebahan sembari menunggu Elisa. Yap, berbeda dengan Elisa, Puspa lebih cepat dalam hal berdandan karena hanya memakai pelembab, dan juga bedak padat sesekali di sertai lipbalm.
Puspa memainkan Hp nya.. Entah kenapa jemarinya malah menuju kontak. Jari lentiknya terus menscrol nama-nama kontaknya.
Berhenti di satu nama. Mata Puspa menatap lama nama itu.
"Apa dia sudah makan?" Puspa melirik jam dinding.
Waktu menunjukkan pukul 15:58
"Biasanya di jam ini Tuan Muda memintaku membeli salad buah melalui aplikasi online, padahal lokasinya tidak jauh. Wkwkwkkw Majikan gila" Pispa terkekeh
"Sekarang.. Aku melayani siapa? Ya diriku sendiri" Puspa tertawa garing.
"Aku tidak tau keputusanku pergi apakah sudah benar atau tidak. Tapi aku tidak kuat jika harus mendapat cemooh setiap hari. Entah kenapa Nyonya selalu berfikir aku menggoda Tuan Muda. Padahal di antara kami tidak ada apa-apa"
'Tin tin' Puspa langsung berlari membukakan pintu.
"Tumben sekali cepat datangnya. Ayo masuk" Elisa terkekeh
"Aku sedang mencoba menirumu, Pus. Sederhana tapi menyita perhatian banyak orang"
"Wkwkkw bisa saja kau, El. Tunggu 5 menit ya." Puspa langsung menuju kamarnya.
6 menit kemudian..
__ADS_1
Puspa memeriksa segala keperluan yang ia butuhkan nantinya. Puspa membuka amplop dari Arga yang belum sempat ia buka dari kemarin.
"10 juta? A-apa ini. Bukankah harusnya 4 juta saja?"
"Ooyyy Puspa lama sekaliiiiii" Teriak Elisa dari ruang tamu. Puspa segera memasukkan amplop itu di tas jalan nya dan langsung keluar kamar.
"Sabar" Ucap Puspa terkekeh
"Sabar saabar.. 7 menit nih" Elisa cemberut
"Maaf Nyonya Elisa.." Elisa terkekeh
🍀🍀🍀
Puspa memilah milih kaos panjang.. Sesekali ia mencobanya di ruang ganti.
Sedangkan Elisa ia memilih sepatu yang tempatnya bersebalahan dengan rentetan naju yang di gantung dengan erbagai macam model.
Setelah menemukan yang pas dengan hatinya, Puspa menuju ruang ganti untuk mencobanya.
Mata Elisa berbinar saat memegang sepatu jalan keluaran terbaru.
"Woooaahhh bagusss.." Elisa berlari kecil hendak mengambil sepatu itu namun bersamaan dengan itu ada sebuah tangan yang juga memegang sepatu itu.
"Lohhhh Enak saja. Lo nggak punya malu? Ini Gue duluan yang lihat" Seorang gadis berambut pirang dengan body yang langsing serta kulit bersih dan juga paras yang ayu. Penampilannya Fashionable
"Enak aja!" Mereka saling tarik menarik sepatu itu.
Puspa yang kendengar keributan akhirnya keluar dari ruang ganti. Ia terkejut sahabatnya sedang berebut sepatu yang harganya uwow
"Elisa.. Sudah sudah" Puspa melerai mereka.
"Tidaak bisa dong Puspa. Aku dulu yang melihatnya" Bela Elisa
"Heh enak aja cocot Lo. Ini Gue duluan yang lihat"
Keributan ini memancing perhatian customer lainnya.
"Lepaskan sepatu itu!" 3 gadis ini menoleh ke asal suara.
"Tuan Muda.." Lirih Puspa.
__ADS_1
"Eh si tampan" Gumam Elisa. Elisa sampai terlena hingga melepas tangannya dari sepatu itu.
Arga menatap 3 gadis itu. Tatapannya berhenti saat menatap Puspa. 2 pasang mata saling memandang tanpa seucap patah kata.
"Tidak tau malu. Di Mall masih saja ribut" Arga mendengus sebal.
"Kakak... Dia dulu yang menyakiti aku. Huhu padahal aku duluan lah yang melihat sepatu ini. Tapi wanita itu malah mau merebutnya" Ucap gadis itu dengan nada manja
"Hiiii Manjanya dirimu.. Alay" Ucap Elisa yang jijik dengan nada bicara seperti itu.
"Elisa.." Tegur Puspa.
"Kamu tau sendiri kan Puspa? Perempuan ini tadi bicaranya kasar sekali.. Setelah majikanmu datang dia malah sok lemah. Muak aku lihat perempuan macam ini"
"Aku bukan majikannya. Dan aku tidak mengenalnya" Ucap Arga dingin.
Puspa terhenyak. Hatinya berdesir.
"Bukan majikan? tidak saling kenal?" Elisa menatap Puspa tajam, meminta sebuah jawaban.
Tanpa menatap Arga, Puspa menarik lengan Elisa untuk pindah tempat.
"Eh mau kemana.. Itu sepatukuuuu" Elisa mencoba berontak
"Sepatunya jelek" Ucap Puspa.
"Hahah iya.. Sama seperti perempuan sok lembut itu" Ucap Elisa dengan nada agak keras supaya terdengar oleh gadis yang sedang merengek pada Arga
Gadis berambut pirang itu menatap Puspa dan Elisa dengan penuh kebencian..
"Puspa. Kenapa kau masih tidak menyapaku? Bukankah kemarin malam, Kita.."
"Kakak!!" Rengek Gadis itu hingga membuyarkan lamunan Arga.
"Kita Pulang" Arga berjalan mendahului gadis itu.
"Hmmm. Aku harus bisa mendapatkanmu" Gadis berambut pirang itu tersenyum licik.
"Kakak tunggu akuuuuuu!!" Gadis berambut pirang itu berlari kecil mengejar Arga
"Tuan Muda.. Ternyata kau menganggap serius ucapanku." Puspa menitikkan Air mata.
__ADS_1
♡ Haiiii para readers.. Happy reading.. Jangan lupa dukuangan buat authornya ya.. Salam sehat untuk kita semua ♡