
19:40
"Aku harus pulang"
"Aku akan mengantarmu" Arga berjalan mengikuti Puspa
"Tapi, ini sudah malam. Nanti-"
"Tidak apa-apa"
Arga membukakan pintu mobil
"Ehem" dari balik pintu muncul Papa Arga
"Eh" Puspa berjalan mendekat ke arah Papa Arga
"Anu, Tuan. Saya pamit pulang. Terimakasih banyak"
"Hmm. Besok kita akan mengunjungi Bapakmu"
Mata Puspa berbinar
"Baiklah, selamat malam" Papa Arga masuk ke dalam rumah
"Kau bisa lega sekarang" ucap Arga
Puspa yang tadinya senang sekarang sedikit murung
"Kurasa Bapak tidak akan mudah ditaklukkan" gumam Puspa
"Hm, aku akan menjaga sikap kali ini" Arga menarik lengan Puspa dan masuk ke dalam mobil
Puspa mengangguk
"Oh iya, ngomong-ngomong kaca jendela dikamarku tolong diganti, ya"
"Aku menolak"
🍀🍀🍀🍀
'Ddrrttt Drrtt'
"Ya, halo" Andre mengangkat telfon dengan lemas
"Ooyyy! Kau ini kemana seharian? Kondisi pasienmu tidak stabil tadi"
"Hmmm, tolong gantikan aku dul-"
"Jangan seenaknya meninggalkan tanggung jawabmu, dong! Lagipula kau kemana tanpa kabar?"
"Aku... Aku di..."
__ADS_1
"Dimana? Kau baik-baik saja?"
"He'em, tidak ada masalah"
"Haaaahh! Kau dimana sekarang? Aku harus memarahimu atas bolosmu hari ini"
"Aku..."
"Oyy! Ada apa? Kau baik-baik saja?"
"Ya, aku masih ada urusan. Mohon bantuannya, ya"
Andre mengakhiri telfonnya
Andre termenung dan di kejutkan oleh tetangga Yuli sambil menenteng makanan bungkus
"Ayo ke rumahku, dulu" ajak tetangga Yuli
"Terima kasih" sambil menggeleng kepala
"Kau akan sakit jika tetap berada di luar. Yang di tunggu juga tidak akan datang dalam waktu dekat"
Andre membulatkan mata.
"Bercanda. Lebih baik kau ikut aku ke rumahku. Aku juga tidak mau ada kabar orang mati kedinginan di lingkungan sini"
Andre masih diam, tetangga Yuli yang kesal akhirnya menarik tangan Andre yang sudah lemas
Sesampainya di rumah tetangga Yuli, ia disuguhkan makanan dan minuman di meja makan
"Terima kasih, aku tidak lapar"
"Haaahhh tidak sopan menolak. Setidaknya ketika Yuli datang dia masih melihatmu hidup. Bercanda"
Menurut Andre apa yang dikatakan tetangga Yuli ini ada benarnya. Andre langsung mengambil gelas berisikan minuman hangat
"Aku akan makan" Andre melahap nasi dengan kuah soto yang masih panas.
"Enak" gumam Andre.
"Hahah masakan Istriku memang lezat. Kau boleh tambah lagi sampai kau kenyang"
Andre mengangguk sambil melahap makanannya
🍀🍀🍀
Puspa membuka pintu rumah dan Arga berdiri di belakangnya
"Eemmm anu, sebaiknya kau langsung pulang saja, ya" sambil menunduk
"Hm??"
__ADS_1
Puspa memainkan jarinya, ia ragu mempersilahkan Arga masuk
"Aku akan mengantarmu sampai ke dalam rumah"
"Haaaaa?! Apa-apaan itu?" Puspa memukul jidatnya pelan
"Hm. Bisa saja ketika aku pulang kau malah keluyuran"
Puspa menyipitkan mata
"Cepatlah masuk"
"Hump!" Puspa berbalik badan dan masuk ke dalam rumah,
Arga ikut menerobos masuk dan mendorong Puspa hingga tertahan oleh tembok
"Aaaa! A-Apa yang kau lakukan" wajah Puspa memerah ketika wajah Arga sangat dekat dengannya hingga nafasnya pun dapat Puspa rasakan
"Wajahmu memerah. Aku jadi tidak sabar" bisik Arga di telinga Puspa
Puspa merasa akan pingsan. Ia tidak dapat berkata apapun
"Jantungku terasa akan lepas" batin Puspa
"Aku tidak sabar untuk bertemu Bapakmu besok" ucap Arga meluruskan apa yang ia katakan tadi. Arga keluar dari rumah Puspa dan melajukan mobilnya
"Ha?!" Puspa masih mematung
****
Andre pamit pulang, ia memberikan sejumlah uang pada tetangga Yuli namun ditolaknya. Sebelum pulang Andre berdiri di depan rumah Yuli.
"Cepatlah kembali" sambil memejamkan mata
***
Keesokan paginya
Puspa sudah selesai bersih-bersih di dalam rumah, ia juga menutupi kaca berlubang dengan menempelkan kardus. Puspa mengecek nasi yang ia masak, melihat nasinya belum matang sempurna ia memutuskan menyapu di halaman
Puspa tersenyum saat tetangganya ada yang lewat. Tetangganya pun membalas senyuman Puspa, setelah itu mereka mulai menggosip lagi tentang Puspa
"Keluar kandang sudah"
"Sstttt! Hihi jangan keras-keras"
Puspa menyadarinya, namun ia bersikap tidak peduli akan hal itu. Karena ini hari yang akan menentukan hubungannya dengan Arga. Untuk menghilangkan gugupnya, ia menyibukkan dirinya dan membuang hal-hal negatif di sekitarnya
Puspa menyeka keringat di pelipisnya, ia memandangi langit cerah di pagi hari ini
"Kuharap semua berjalan lancar"
__ADS_1
Malam nanti Puspa akan di jemput oleh Arga dan Papanya, Puspa merasa kali ini pagi berganti malam sangatlah lama.
Wajahnya memerah ketika membayangkan Bapak Puspa meresetui mereka.