
"Beraninya!" Arga berjalan dengan langkah cepat, Puspa juga berlari ke arah Arga karena ia tau bahwa Andre akan jadi korban amukan Arga. Puspa langsung memeluk Arga dan merasakan sekujur tubuh Arga panas . Puspa menggenggam tangan Arga yang sudah mengepal sedari tadi
“Ini tidak seperti yang kau lihat. Pecayalah padaku, Arga”
“Aku tidak buta Puspa” dengan nada kesal dan penuh tekana
Yuli melirik ke arah Arga yang sedang di peluk Puspa, lalu ia memandang Andre yang hanya diam membisu. Yuli mengangguk perlahan dan mundur beberapa langkah lalu berbalik padan dan berjalan lunglai keluar dari gedung Rumah Sakit. Andre tersadar, matanya berkaca-kaca, ia segera mengejar Yuli.
Arga menatap sinis Andre saat Andre melewati Arga dan Puspa.
“Dengarkan penjelasanku, Arga. Aku tidak mau kau salah faham dan menyebabkan dirimu berasa dalam masalah”
Arga berusaha melepaskan diri dari pelukan Puspa namun Puspa menahannya. Setelah Yuli keluar dari gedung Rumah Sakit ia langsung berlari menuju mobilnya di parkiran, pandangannya buram karena air matanya
‘Bugh’
Yuli tidak sengaja menabrak orang lain yang sedang membawa air mineral dan menuju parkiran mobil juga
“Maaf, aku minta maaf” Yuli mengambil botol air laki-laki tersebut, dengan tangan gemetar ia mengambil dompet dan mengeluarkan uang 50.000 lalu menyodorkannya
“Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja”
“Ah ya tidak apa-apa. Tidak perlu seperti ini” Laki-laki itu menolak uang dari Yuli, justru ia heran dan kasihan melihat Yuli yang mengusap air matanya terus
“Ada masalah?” tanyanya
Yuli menggeleng
“Tidak ada, terima kasih dan sekali lagi maaf. Aku permisi" Yuli melanjutkan langkahnya. Setelah sampai di mobilnya ia bersandar dan terduduk di lantai parkiran sambil menangis tanpa suara
__ADS_1
Ia menekuk lutut dan memeluknya
“Harusnya aku tidak usah kembali”
“Yuli!” panggil Andre yang menyusulnya
Yuli tidak menjawabnya, ia menyesali kepulangannya ini.
Ia pulang untuk menemui Andre dan mengungkapkan perasaannya, bukan untuk melihat Andre berdua dengan Puspa. Andre teringat mobil Yuli, ia langsung berlari menuju mobil Yuli. Benar saja saat ia melihat ke sisi lain mobilnya ada Yuli yang sudah menangis
“Yuli…”
"..."
Yuli tidak menjawab bahkan ia tidak menoleh. Andre berjalan perlahan mendekati Yuli, Ia menyentuh pundak Yuli namun Yuli langsung menepisnya. Yuli membuang muka dan enggan menatap Andre
Andre tidak tau harus berkata apa, ia pun duduk di samping Yuli. Yuli yang merasakan lehernya pegal langsung memutar tubuhnya dan membelakangi Andre, Andre menghela nafas.
“Kurasa ia juga tidak mau berbicara padaku” lanjut Andre
“Ia tiak membencimu, ia hanya terluka. Ia tidak bisa menutarakan apa yang ada dalam hatinya, kini ia sadar keputusannya kembali untuk menemui sahabatnya itu adalah keputusan yang salah. Ia harusnya tidak perlu kembali” dengan sesenggukan
Andre terkejut, ia menoleh ke Yuli yang masih membelakanginya
“Yuli! Ayo katakan Yuli! Ungkapan perasaanmu lalu pergilah” batin Yuli
Andre menarik bahu Yuli agar menghadap dirinya. Yuli menundukkan kepala
“Kau berniat meninggalkanku untuk selamanya?” Tanya Andre dengan nada sedih
__ADS_1
"..." Yuli hanya diam
“Sahabatmu itu sudah kesakitan sejak lama, lukanya semakin menjadi-jadi saat sahabatnya tidak mengerti sedikitpun” ucap Yuli dengan gemetar
Angin datang dan menyapu wajah keduanya.
“Sahabatmu itu tidak mengerti jika kau hanya diam dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya”
"..." Yuli diam lagi.
Mereka diam sejenak.
“Andre, aku akan mengatakan sesuatu padamu. Dalam hal ini aku tidak akan memaksamu. Setelah aku mengatakan semuanya dan jika aku mendapat penolakan maka aku akan pergi lagi. Aku kembali untuk mengatakan hal yang menjadi pelangi dalam hatiku namun juga menjadi pebyebab terlukanya diriku” Yuli berdiri di ikuti Andre
Yuli perlahan mengangkat kepala dan menatap Andre. Andre yang melihat wajah Yuli reflex memeluknya dengan erat, ia tidak dapat menyangkal bahwa dirinya merindukan Yuli.
“Jangan begini, Andre. Ini akan menjadi sangat menyakitkan saat aku di tolak” batin Yuli
Yuli berusaha melepas plukan Andre namun tenaga Andre jauh lebih kuatr darinya
“Aku khawatir padamu” ucap Andre pelan
Yuli yang mendengarmnya tak mampu membendung tangisnya lagi
“kau selalu membuat pertahananku runtuh” batin Yuli
“Andre, a-aku mancintaimu” ungkap Yuli
Andre diam membatu
__ADS_1
“Aku sudah lama mencintaimu, aku kembali untuk mengutarakan hal Ini. . Bukan sebagai sahabat, a-aku mencintaimu sebagai laki-laki dan aku tidak berharap banyak, karena aku sudah tau jawabannya”