
Setelah sampai di rumah Puspa, supir taxi pun membantu Puspa untuk membawa perlengkapan adiknya, setelah itu Puspa membayarnya
Puspa menidurkan adiknya di ranjangnya dengan perlahan dan berharap ia tidak membuat kesalahan. Salah satu ketakutannya adalah takut leher adiknya patah
"Pelaaaannn naahhh okee" Puspa lega setelah ia berhasil dan adiknya masih tetap tertidur
Puspa mengikat rambutnya dan meletakkan bantal di samping kanan kiri adiknya. Setelah selesai, Puspa bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudlu karena waktu shalat Maghrib telah lewat dan hampir masuk waktu Isya'
Setelah selesai ia pun langsung menggelar sejadah disamping ranjang. Selesai salam Puspa mengangkat kedua tangan dan berdo'a dengan suara pelan, ia memohon agar di lancarkan menuju pernikahannya serta berdo'a supaya Ibu dan Adiknya bahagia di alam sana
Baru saja Puspa melipat mukenahnya adiknya mulai menggeliat, Puspa yang melihat itu langsung menepuk-nepuk pelan Adiknya.
"Bobo yaaaaaaa"
Bukannya tertidur kembali, Adiknya malah membuka mata dan terlihat berkaca-kaca. Puspa jadi sedikit panik.
"Cilukkkk Baaaaaaa"
"Adiknya Kakak sudah bangun yaaaa"
Adiknya mau menangis. Puspa menyingkirkan bantal disamping Adiknya dan dengan hati-hati ia menggendong adiknya lagi
"Cup-cup... Bobo lagi yaaaa"
Perlahan namun pasti Adiknya pun akhirnya menangis, suara tangisan adiknya yang cempreng terasa menusuk ke dalam telinga Puspa
"Ini sudah malam, kenapa malah terbangun"
Puspa berusaha menenangkan Adiknya yang terus menangis. Ia berjalan mengelilingi kamar berharap Adiknya bisa tenang.
Saat memandangi Adiknya yang terus menangis, ia melihat dadanya sendiri
"Eh? Apa dia lapar?" gumam Puspa
"Kamu lapar, ya?"
Tentu saja Adiknya akan menjawabnya dengan tangisan.
"Haaaaahhhhhh... Kakak buatkan susu dulu ya"
Karena tidak bisa menggendong bayi dengan satu tangan, Puspa memutuskan meletakkan Adiknya di ranjang, namun yang terjadi Adiknya terus menangis dan makin kencang. Puspa panik.
Ia pun membongkar isi tas dari Bapaknya dan menemukan semacam kain yang di gunakan untuk menggendong bayi.
NB : Author tidak tau nama kain atau benda yang digunakan untuk menggendong bayi.
"Ini untuk gendong bayi, ya?" Puspa mencobanya dan yakin itu untuk menggendong bayi.
"Yaaaahhh bagaimana cara memasukkan Adikku ke dalam gendongan kalau pakai ini?" Puspa menepuk jidatnya
Ia pun langsung mengambil Hp dan mengakses Internet untuk mencari tau tutorialnya. Setelah itu Puspa langsung mempraktekannya sambil menahan suara Adiknya yang menangis kencang
Tubuhnya mulai berkeringan disertai jantung yang berdebar.
__ADS_1
"Nahhhh selesai"
"Begini lebih enak daripada tadi" ucap Puspa pelan
"Oke sekarang kita akan ke dapur dan membuat susu untukmu" sambil mengelus kepala Adiknya yang terasa lembut
Puspa berjalan menuju dapur dengan langkah pelan dan hati-hati, tangan kanannya membawa Susu formula. Ia melihat panduannya dan mulai meraciknya.
"Oeeeeeeeekkkk oeeeekk"
"Cup cup... Sebentar lagi selesai kok"
"Memangnya bayi sudah boleh minum susu formula kah? Entahlah. Mungkin kepepet" batin Puspa
Puspa memasukkannya ke dalam botol susu dan menutup dot nya, setelah itu Puspa menyodorkan ujung dot ke mulut adiknya dan Adiknya langsung menerimanya, ia menyedotnya dengan cepat
"Kamu kelaparan ya? Maaf Kakak kurang mengerti"
Puspa menyeka air mata Adiknya sambil berjalan mengitari ruang tamu dan memegangi botol susu yang masih terus disedot Adiknya. Puspa merasa senang saat Adiknya minum seperti ini, ia tersenyum.
Waktu terus berjalan, sebuah suara mobil mengejutkan Puspa, ia pun mengintip dari jendela dan benar saja Mobil Arga baru sampai.
Ia melihat Jam yang menunjukkan pukul 19:40
"Rasanya belum setengah jam, tapi sudah jam segini. Aku lupa untuk mengatakannya"
Baru saja Arga akan mengetuk pintu, namun pintu sudah terbuka. Arga tidak berkedip saat melihat siapa yang membuka pintu
"Kau dapat anak dari mana?" tanya Arga dengan heran
Puspa duduk di kursi di ikuti Arga
"Kau tidak mengatakan apa-apa tadi sore" dengan nada datar
"Aku lupa, hehe. Adikku akan disini mungkin 2 hari"
Arga terpana melihat Puspa yang berantakan sambil menggendong bayi dan juga memegangi botol susu
"Jangan menatapku seperti itu, aku tau aku tidak berpenampilan rapi" Puspa menggembungkan pipi
Arga tidak bisa menahan diri, ia menjulurkan jari telunjuknya perlahan ke arah pipi Adik Puspa. Ia menoel-noel pipi gembul itu
Adik Puspa nampaknya tidak suka diperlakukan seperti itu, ia hampir menangis lagi
"Aiiissssshh jangan menganggunya" tegur Puspa
"Empuk" ucap Arga pelan
"Biar aku yang pegang botol susunya" pinta Arga
"Tidak"
Arga menaikkan alisnya
__ADS_1
"Nanti kalau dia tidak suka bagaimana? Kalau menangis lagi bagaimana? Jangan mengacau, ya"
Arga terdiam
"Sejak kapan kau begini?" tanya Arga
"Sejak tadi, susah payah aku menenangkannya" jawab Puspa sambil menegakkan punggungnya yang mulai terasa pegal-pegal di bagian punggung hingga pinggangnya
Arga langsung mengusap-usap punggung dan pinggang Puspa, Puspa yang mendapat perlakuan tersebut terkejut
"Apa yang kau lakukan?"
"Tidak ada. Jika kau lelah biarkan aku yang menggendongnya"
"Aku merasa dirimu berbeda saat ini, loh. Sejak kapan kau peduli pada orang?" ledek Puspa
Sentilan pelan mendarat di dahi Puspa
"Jangan pura-pura lupa akan kebaikanku"
Puspa tersenyum mengejek
"Susunya hampir habis" ucap Arga yang terus memperhatikan cara adik Puspa menyedot dot dengan cepat
"Nanti kalau kurang akan ku buatkan lagi"
Mereka terdiam dan hanya menonton Adik Puspa
Adik Puspa belike: Apa-apaan ini? Apa istimewanya menonton bayi lucu sedang menyedot susu?
"Ah iya, aku sampai lupa membuatkanmu minum. Mau minum apa? atau mau makan?"
Arga menggeleng dan masih memperhatikan Adik Puspa. Sesekali ia mentoel pipi Adik Puspa dan Puspa mengomelinya lagi
"Sudah ku bilang jangan mengganggunya"
"Dia tidak akan mati karena ku sentuh. Kau berlebihan" balas Arga
"Kau yang harus bertanggung jawab kalau dia sampai menangis"
"Oke!" dengan cepat menjawabnya
"Maaf ya kita tidak jadi keluar malam ini, aku tidak bisa membawa Adikku"
"Hm, tidak apa"
Arga seakan ingin melahap bayi di gendongan Puspa ini, entah kenapa rasanya menggemaskan.
"Itu susu formula?" tanya Arga
"Kau fikir ini Asi dariku?"
"Hmm.. Nanti ku buat kau memiliki asi sendiri"
__ADS_1
"Mesum!" Puspa tersipu malu