Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Perkelahian Berlanjut


__ADS_3

🍀🍀🍀


'Tak tak tak' suara langkah kaki Arga dan Ilham bergema dan menghiasi suasana sunyi


Mereka berdua saat ini tengah berada di bekas parkir Rumah Sakit, tempat ini sudah lama tidak digunakan. Renovasi pun masih akan di lakukan beberapa bulan mendatang.


Ilham menghentikan langkahnya,


"Rupanya kau tau ya tempat yang cocok di detik-detik terakhirmu" ucap Ilham dengan senyuman


Arga yang mendengar itu juga langsung menghentikan langkahnya dan membalik badannya. Mereka berdua saling berhadapan dengan jarak kurang lebih 3 meter saja


"Kalau tau begini jalannya, kau akan ku habisi saat kita pertama kali bertemu" lanjut Ilham


"Dengan begitu kau tidak akan menjadi penghalang antara aku dan Puspa"


Arga hanya diam dan memasang wajah datar


"Kenapa kau tidak menjawab? Apa kau mengiyakan semua ucapanku. Hahaha"


"Hm" balas Arga


"Hari ini, hari terakhir matamu melihat dunia"


"Terserah" Arga tetap santai


****


'Tok tok tok'


"Masuk" sahut Puspa dengan suara lirih


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam. Eh?" Ibu Ilham masuk dengam membawa parcel buah


"Apa Bibi mengganggumu?" tanya Ibu Ilham


Puspa menggelengkan kepalanya. Ibu Ilham duduk di samping Puspa


"Apa Ilham sudah menjengukmu?"


"Sudah, kok"


"Baguslah. Tadi dia pamit keluar lagi. Entah kemana dia"


Puspa menelan ludah mendengar penjelasan Ibunya Ilham


"Anu, itu"


"Kenapa, Nak?"

__ADS_1


"Itu... Ilham. Dia bersama Tuan Muda"


"Tuan Muda? Apakah dia yang dulu mengaku menjadi suamimu?" Puspa mengangguk


"Tadi Ilham disini. Mereka berdua keluar entah kemana. Bibi, Puspa takut melihat tatapan Ilham pada Tuan Muda"


"Tatapan?"


"Ilham menatap Tuan Muda dengan tatapan yang tidak biasa. Puspa ingin menyusul mereka. Tapi Puspa belum bisa bangun"


Hati Ibu Ilham berdesir, mengingat Ilham pernah berkelahi dengan Arga.


"Mereka pergi kemana?"


Puspa menggelengkan kepala, ia tidak tahu.


"Bibi akan mencari mereka dulu" Ibu Ilham bangkit dari duduknya. Puspa mengangguk dan sedikit lega karena ada yang membantu mencari keberadaan Arga dan Ilham


"Bibi, tolong ya" Ibu Ilham menghentikan langkahnya saat di depan pintu, ia membalikkan badan dan tersenyum ke arah Puspa


"Jangan khawatir, Nak. Bibi pasti akan memastikan mereka tidak kenapa-napa" Puspa tersenyum.


Ibu Ilham keluar dari ruangan Puspa, ia berjalan menuju ke beberapa koridor yang sepi, ia juga mencari mereka di toilet-toilet.


Tidak ada tanda-tanda keberadaan Arga dan Ilham, Ibu Ilham memutuskan keluar dari dalam gedung Rumah Sakit.


"Pasti mereka tidak akan berada di dalam gedung Rumah Sakit, semoga mereka tidak berkelahi lagi" gumam Ibu Ilham sambil melangkah


Ibu Ilham menghampiri satpam


"Silahkan, Bu"


"Di sini ada tempat yang sepi?" tanya Ibu Ilham


Satpam yang mendengar itupun fikirannya agak traveling


"Eh? Mohon maaf sebelumnya. Ibu mau apa ya kok tanya tempat sepi di Rumah Sakit?"


"Ah tidak tidak. Ini tidak seperti yang ada di fikiran pak Satpam. Saya ada urusan" Ibu Ilham canggung


"Oh, maaf sekali Bu. Anu, itu. Tempat yang sepi di sini ada halaman di belakang Rumah Sakit, toilet bekas dan bekas parkir yang akan di renovasi"


Ibu Puspa berterima kasih, kakinya melangkah menuju 3 titik tempat yang di beritahukan oleh Satpam.


****


"Dengarkan aku, walaupun dirimu kaya raya, aku tidak akan menyerahkan pujaan hatiku dengan mudahnya" Ilham mengepalkan tangannya


"Dia belum tentu mau terhadapmu walaupun kau kaya raya" balas Arga


"Sial! Tutup mulutmu itu. Jangan sok tau" Ilham semakin geram

__ADS_1


"Hhh, diam di kira takut, buka suara dikira sok tau. Mungkin memang benar, seharusnya sejak awal aku tidak mengampunimu" ucap Arga. Ia tersenyum


"Baiklah, kenapa kau tidak menyerangku disini? Apa kau menyerangku di ruangan Puspa untuk menarik perhatiannya?" ucap Arga


"Cih," Ilham langsung melayangkan pukulan di wajah Arga, namun pukulan itu meleset dan hanya melewati ujung hidung Arga yang mancung


Ilham terus mencoba melayangkan pukulan, tetapi Arga berhasil menghindarinya. Nafas Ilham terengah-engah.


"Kau! Bisanya hanya menghindar!" Ilham murka


"Bodoh" balas Arga.


Perkelahian mereka terus berlangsung beberapa menit, Arga akhirnya tidak luput dari pukulan Ilham. Ilham pun tidak luput dari tendangan Arga.


Arga melepas kemejanya karena merasa gerakannya terhalangi dan ia merasa gerah. Ilham menelan ludah saat melihat otot-otot tubuh Arga


"Kau memberiku kesempatan untuk membunuhmu dengan lebih mudah" Ilham tiba-tiba percaya diri, ia menyeringai


"Banyak bicara" ucap Arga. Ilham langsung mngeluarkan pisau tadi


" Benda ini akan dengan senang hati memberi luka di badanmu" ucap Ilham


"Atau akan menggorok lehermu sendiri" balas Arga dengan senyuman


Ilham yang mendengar itu tidak terima dan langsung menyerang Arga lagi. Serangan Ilham selalu meleset hingga akhirnya Arga mencekal tangan kanan Ilham yang memegang pisau itu


Ilham menarik tangan kanannya, tapi kekuatannya jauh berada di bawah kekuatan Arga. Tangan kiri Ilham bergerak menuju perut Arga, Arga menangkis tangan Ilham dengan pahanya


Arga langsung memutar tubuh Ilham hingga Ilham berada di depan Arga dan Arga berdiri di belakang Ilham. Ilham mulai panik saat tangan kiri Arga menahan tangan kiri Ilham.


Tangan kanan Arga yang mengunci tangan Ilham yang memegang pisau itu mulai mengarah kepada leher Ilham


"Kau terlalu banyak bicara" bisik Arga


Dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, Ilham memberontak. Melihat itu, Arga langsung menendang bagian lutut belakang Ilham, Ilham langsung terduduk dan Arga juga mengikutinya


"Mana kekuatan omong kosongmu itu?" Arga menyeringai


Pisau di tangan Ilham mulai semakin mendekat ke leher Ilham


"Kau akan mati dengan senjatamu sendiri" ucap Arga yang senang melihat Ilham ketakutan.


***


"Hhhaahhh. Di toilet bekas ini juga mereka tidak ada. Tinggal 1 lagi" Ibu Ilham merasakan punggungnya sakit karena berlarian


Ibu Ilham berdiri tegap dan bersemangat untuk mencari Arga dan Ilham. Terlebih, ia sudah menaruh harapan pada Puspa


"Aku harap mereka tidak berkelahi lagi" Ibu Ilham mempercepat langkahnya menuju parkir bekas itu.


Ibu Ilham menghentikan langkahnya saat di depan tujuan, ia mendengar suara di dalam sana. Ibu Ilham celingak celinguk mencari sesuatu di sekitar tempat itu.

__ADS_1


Ia mengambil batu-batu kecil


"Jika memang mereka berkelahi, akan ku lempari mereka dengan batu ini" Ibu Ilham menggenggam 3 batu. Ia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam parkir bekas.


__ADS_2