
🍀🍀🍀
"Puspaaa! Bangun!" terdengar suara Elisa dari luar kamar Puspa,
"Hmmmmmmmmmmmmm dari semalam!" Puspa menyingkap selimutnya
Ia terkejut saat Elisa berdiri sambil berkacak pinggang di luar kamar Puspa, sesekali ia mengetuk jendela.
"Banguuunn sudah jam 8 loh"
ia mengira masih sangat pagi ternyata sudah jam 8
"Gara-gara Tuan Arga aku jadi begini, hooaaamm"
Puspa berjalan ke arah jendela
"Lewat pintu saja, jangan lewat jendela" ucap Puspa
"Kau menguncinya, Pus" Elisa mengembungkan pipinya
"Hooaamm, maaf maaf" Puspa langsung keluar kamar
'ceklek'
"Masuklah, aku cuci muka dulu"
"Langsung mandi saja, ayo jalan-jalan" ajak Elisa
"Eh? Uangku sisa sedikit, El"
"Jangan khawatir, aku yang bayar"
"Anu, nanti aku ganti ya"
"Tidak usah. Cepat mandi" Elisa mendorong pelan Puspa menuju kamar mandi.
Elisa berharap ia bisa seperti dulu dan bisa secepatnya menghilangkan perasaannya untuk Arga.
"Sepertinya habis ada tamu" gumam Elisa, ia membawa gelas kotor yang ada di meja ruang tamu
"Kau habis kedatangan tamu kah? Atau Bapakmu datang berkunjung?" tanya Elisa dari dapur
"Semalam ada tamu. Aku lupa mencuci gelasnya. Maaf merepotkan" jawab Puspa dari dalam kamar mandi
"Tidak usah di cuci, letakkan saja di dapur"
"Tidak apa, hanya 1 gelas" Elisa tetap mencuci gelas itu
"Apa Bapakmu yang berkunjung?" tanya lagi Elisa
"Bukan, Tuan Arga semalam yang bertamu. Aku merasa kurang tidur gara-gara ulahnya"
Elisa terkejut, sontak ia meletakkan gelasnya dengan agak kasar
"Arga ya?"
Puspa menepuk jidatnya sendiri, harusnya ia tidak menjawab segamblang itu
"Anu, jangan salah faham. Aku kurang tidur karna aku tidurnya terlalu awal dan dia datang bertamu saat aku nyenyak tidur"
"Haha, jangan fikir aku memikirkan hal aneh, Puspa" ucap Elisa
"Lagipula kau bukan gadis yang sembarangan mau di sentuh, Arga pun orangnya dingin sekali. Jadi mana mungkin kalian sampai berbuat hal aneh" bathin Elisa
__ADS_1
"Yah, kuharap begitu" imbuhnya
Elisa merasa cemburu karena Arga bertamu saat malam begitu.
***
"Kita mau kemana?" tanya Puspa sambil memakai sabuk pengaman
"Pertama kita cari sarapan dulu, hehe"
"Kebetulan aku juga belum sarapan" Puspa tersenyum.
Di sepanjang perjalanan mereka diam saja, Elisa terus merasakan perasaan yang bergejolak di dadanya, ia ingin bertanya tentang Arga pada Puspa.
"El, apa kau ada lowongan kerja?"
"Emmmm, aku sendiri menganggur hehe"
Puspa menghela nafas, biarpun Elisa pengangguran tetapi keluarganya yang mapan tentu tidak akan membuat Elisa kesusahan
"Apa kau mau bekerja?" tanya Elisa
"Kau fikir aku tanya lowongan kerja untuk dijadikan lokasi liburan?" tanya balik Puspa sambil terkekeh pelan
"Yaa iya sih ya. Maaf, konyol sekali pertanyaanku"
"Aku tidak mau terus bergantung pada Tuan Arga" ucap Puspa tiba-tiba
"Bergantung?"
"Iya, dia selalu memberiku uang rutin, aku menjadi beban untuknya"
Elisa meremas setir mobil tanpa Puspa sadari
"Elisa! Kau fikir aku akan berfikir begitu terhadapnya?" Puspa terkejut akan respon Elisa yang terkesan mengejek Puspa
"Maaf... "
"Aku sama sekali tidak menganggap Tuan Arga sebagai sumber uangku, dia terlalu banyak ku repotkan. Dan aku tidak mau terus bergantung padanya" Puspa menunduk
"Maaf, Puspa" Elisa merasa bersalah.
Mereka terdiam lagi, 10 menit lamanya mereka tidak ada yang memulai percakapan
"Emmm anu, mau sarapan apa nih?" Elisa buka suara
"Eemmm... Nasi goreng?"
"Haaha yang benar saja pagi-pagi nasi goreng"
🍀🍀🍀
"Hhhhh akhirnya pulangggg" Puspa langsung menjatuhkan dirinya di kursi, Elisa terkekeh melihat ekspresi Puspa
"Terima kasih untuk hari ini, Pus" Elisa ikut duduk
"Aku yang harusnya berterima kasih. Mau menginap?"
Elisa melirik jam dinding, sudah jam 8 malam
"Eemmm sepertinya--"
'ting' notifikasi WhatsApp
__ADS_1
Puspa membuka pesan dari Arga,
Arga : "Aku akan kesana, siapkan makanan"
Elisa melirik untuk mengintip, ia terkejut saat di dalam chat Arga pernah mengirim foto dengan Puspa.
Puspa : "Malam ini Elisa ada di rumah, kau tidak keberatan?"
Arga : "Hm"
Puspa mengedipkan matanya, ia tak mengerti arti 'Hm' ini adalah 'Iya' atau 'Tidak
Elisa meremas ujung bajunya saat melihat balasan chat Puspa pada Arga.
"Puspa, kurasa aku akan pulang saja. Aku lupa ada acara heheh"
"Aku mau masak, pulangnya setelah makan saja, ya" bujuk Puspa
Elisa menggeleng kepala,
"Lain kali saja. Daaaahhh" Elisa langsung keluar dari rumah Puspa sambil melambaikan tangan
"Eeiihhhh... Daaaaah. Hati-hati"
Puspa ikut keluar rumah hingga Elisa benar-benar tidak terlihat lagi
***
"Ck! Kenapa kau seperti membenciku? Aku tidak membuat kesalahan padamu, Arga!" Elisa jengkel saat melihat chat Puspa dengan Arga tadi
🍀🍀🍀
Puspa menyeduh kopi untuk dirinya sendiri, sebentar lagi ia akan menjadi seorang kakak kembali.
Ia lupa untuk ke pasar. Ia segera bergegas menghubungi Arga
"Maaf, aku lupa belanja bahan masakan lagi di pasar. Aku hanya ada mie instan"
Arga : "Hm"
"Aiihh menyebalkan!"
***
"Hooaaam" Puspa melirik jam dinding, sudah jam 11 namun Arga tak kunjung datang
"Apa maunya sih"
Jam terus berputar, malam semakin larut, Puspa menyedh kopi lagi untuk menghilangkan kantuk.
Setelah meminum 3 gelas kopi, tetap saja rasa kantuk menguasai dirinya. Ia melihat keluar dari jendela, tidak ada tanda-tanda tamu yang akan datang
"Dia mengerjaiku?" gumam Puspa
"Dasar gila, hoooaaammm" Puspa nengunci pintu dan mematikan lampu. Ia bersiap untuk tidur.
"Ternyata kopi tidak efektif menghilangkan kantuk, hooaaamm.. Selamat malam.." Puspa menyelimuti dirinya dan menyamankan posisi tidurnya.
"Majikan sinting"
"Mantan majikan maksudnya" lirih
Tidak butuh waktu lama, Puspa terlelap.
__ADS_1