Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Andre & Yuli


__ADS_3

Arga menarik Puspa untuk duduk bersamanya.


"Kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Baiklah, sekarang terserah padamu, yang penting aku sudah mengingatkanmu"


"Apa alasanmu menyuruhku untuk menjauhi Elisa?" Puspa menyeka air matanya


"Hanya berhati-hati saja. Baiklah, aku akan pulang. Hp dan dompetmu akan diantar besok. Jaga dirimu baik-baik"


Arga mengambil beberapa lembar uang 500.000 dan juga memberikan kantong plastik hitam tadi. Arga meletakkannya di meja. Puspa hanya diam tidak bereaksi melihat hal yang dilakukan Arga.


Arga berdiri dan melangkah keluar rumah.


"Hati-hati? Dari apa?" pertanyaan Puspa menghentikan langkah Arga


"Kau akan mengerti dengan sendirinya"


"Tatapan dan reaksi perempuan di Rumah sakit itu ditujukan untukku. Ini akan menjadi masalah untuk kedepannya" bathin Arga


Arga masuk ke mobilnya, ia melihat Puspa masih kebingungan


"Aku hanya tidak ingin penghalangnya bertambah" gumam Arga


***


Puspa meringkuk dibalik selimut.


"Apa maksudnya tadi? Hati-hati untuk apa?"


***


Disisi lain di Rumah Sakit


Dokter Andre baru bisa pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Ia bingung akan sikap Yuli terhadapnya. Tiba-tiba ia jadi pendiam dan enggan berbicara padanya


Dokter Andre duduk di ruangannya, merenggangkan otot-ototnya


"Ada apa dengan Yuli?"


"Yahhh baiklah, apakah Puspa telah mengetahui isi dari pemberianku tadi? Kuharap dia menyukainya"


Di sisi lain Yuli tengah duduk taman kota sendirian. Taman dengan pengunjung yang sepi saat ini sangat menyesuaikan dengan perasaan Yuli


"Jadi, Andre benar-benar menyukai pasien itu" ucap Yuli dengan suara lirih


Yuli meremas dadanya,


Yuli dan Andre adalah teman sejak mereka kecil, perbedaan usia mereka hanyalah selisih 2 tahun, mereka kuliah di Universitas yang sama dan 1 angkatan.

__ADS_1


Andre sempat tidak naik kelas sebanyak 2 kali ketika SD, jadi itulah yang membuat Yuli dan Andre bisa 1 angkatan


Yaahhh perasaan Yuli juga diawali dari candaam anak SD yang seakan-akan menjodohkan teman kelasnya, namun Andre tidak sebaper Yuli. Lama kelamaan seiring berjalannya waktu, Yuli tetap mempertahankan perasaan tertariknya itu pada Andre sampai saat ini tanpa Andre sadari.


Mengingat kondisi Yuli saat ini, ia semakin ragu untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Andre.


Yuli memejamkan matanya, ia tidak tau harus berbuat apa kedepannya.


"Andre, kenapa kau tidak menyadarinya? Aku mencintaimu, bodoh" Yuli memejamkan matanya


***


Dokter Andre sedang perjalanan ke taman kota, entah kenapa hatinya mengajaknya kesana. Beberapa menit kemudian ia telah sampai di taman kota, ia berjalan mengitari taman tersebut.


"Dia tidak bisa menghilang dari fikiranku" gumam Dokter Andre yang selalu mengingat Puspa.


Dokter Andre memandangi tangannya, membayangkan saat ini Puspa sedang bersamanya menikmati indahnya taman kota saat malam hari


"Kuharap kau juga mulai merasakan hal yang sama" senyum hangat terukir di wajah tampan Dokter Andre


Langkahnya terhenti saat melihat punggung perempuan yang ia kenali yang saat ini tengah duduk di kursi taman.


Dokter Andre berjalan perlahan ke arah Yuli. Yuli masih tidak merasakan kehadiran seseorang


"Andre..." ucap Yuli dengan suara pelan,


"Iya, aku disini" bisik Dokter Andre di dekat telinga Yuli


"Ilusi ini terasa nyata" ucap Yuli


"Apa sih, itu bukan ilusi" Dokter Andre menyentuh pundah Yuli dari belakang. Jantung Yuli berdegup kencang, ia masih diam terpaku.


Dokter Andre menyentuh kepala Yuli dan mengacak rambutnya.


"Rupanya kau disini" Dokter Andre masih mengacak rambut Yuli.


Yuli terdiam,


"Apa dia mendengarku dari tadi?" bathin Yuli


Melihat Yuli yang masih diam membatu, Dokter Andre melangkah dan duduk di sampingnya. Wajah Yuli mulai memanas saat berdekatan dengan Dokter Andre


Dokter Andre terkekeh melihat Yuli yang tegang.


"Kau tegang sekali, habis melihat hantu?" goda Dokter Andre.


Yuli menelan ludahnya,

__ADS_1


"Hooyy" Dokter Andre menempelkan telapak tangannya di pipi Yuli


Dengan cepat Yuli menarik wajahnya dari tangan Dokter Andre,


"Kau, apa yang kau lakukan, Andre" Yuli menundukkan kepalanya


"Sepertinya kau memikirkan sesuatu. Wajahmu panas, padahal hawanya mulai dingin"


"Aku tidak apa-apa, Andre. Apa yang kau lakukan disini?"


"Yaahh aku hanya ingin bersantai di luar. Jadi aku kesini setelah pulang kerja" Andre bersandar di kursi.


"Senyumannya manis sekali"


"Senyuman siapa?" tanya Yuli


"Eee itu... Rahasia"


Yuli pun faham siapa yang dimaksud Dokter Andre, karena sikap Dokter Andre pada Puspa berbeda dengan pasien lainnya


"Oohhh baiklah" lirih


"Yuli, kau sedikit berbeda akhir-akhir ini. Apa kau ada masalah?"


"Yah, sedikit. Aku hanya merindukan mendiang Ayah dan Ibuku"


Dokter Andre terdiam,


"Dan laki-laki yang ku cintai, dia sudah benar-benar tidak bisa ku miliki" lanjut Yuli dengan suara lemah


Dokter Andre merasa sedikit tersindir, tapi ia menyangkalnya. Karena bagi Dokter Andre, Yuli adalah sahabatnya dan Yuli sering bercerita tentang laki-laki yang ia cintai.


Tanpa sepengetahuan Andre, laki-laki yang Yuli maksud adalah dirinya.


"Hmmmm baiklah, ayo kita kembalikan moodmu. Ayo kita cari makanan malam ini, aku yang akan membayarnya"


Yuli menoleh ke arah Dokter Andre


"Terima kasih" ucap Yuli


"Tidak perlu berterima kasih. Ayo, jam segini pasti para pedagang kaki lima sudah banyak yang buka" Dokter Andre berdiri, ia menarik tangan Yuli dan Yuli pun ikut berdiri


"Ayo"


Yuli mengangguk, mereka berdua melangkah meninggalkan takan kota


Dokter Andre masih menggandeng tangan Yuli, Yuli merasakan kebahagiaan dan kesakitan disaat yang bersamaan

__ADS_1


"Setidaknya aku bisa menenangkan hatinya, dia pasti merasa kesepian selepas kerja" bathin Dokter Andre


"Andre, kau tau? Genggaman tanganmu saat ini membuatku merasa nyaman tapi juga sakit


__ADS_2