
Arga melepaskan diri ari pelukan Puspa dan menatap Puspa dengan tatapan amarah
“Sudah ku peringatkan dirimu agar tidak akrab dengannya” Arga meraih tangan Puspa, ia tidak tau kalau jari kelingking Puspa sakit
Puspa meringis kesakitan saat Arga mencengkram jemarinya
“Kau suka di sentuh seperti ini? HAH?!” Puspa tersentak mendengar Arga dengan nada bicara seperti iu
“Arga, dengarkan aku. Kami tidak sengaja bertabrakan dan-”
“Dan kalian bermesraan!”
Puspa menggeleng, akhirnya ia pun menangis
“Kenapa kau selalu memotong perkataanku? Dengarkan penjelasanku sebentar saja. Kami tidak bermesraan seperti yang kau kira, kami tidak sengaja bertabrakan dan kelingkingku tertekuk saat aku jatuh ke lantai. Bisa kau bayangkan apakah itu sakit atau tidak? Dia hanya membantuku untuk memeriksanya tapi kau tidak mau mendengarkan aku”
Arga terdiam, ia memandangi tangan Puspa yang ia remas. Arga melihat dengan seksama jari kelingking kiri Puspa yang memerah dan terlihat sedikit bengkak
Arga merasakan jari kelingking Puspa mulai panas, ia menatap Puspa yang sudah berlinang air mata. Tanpa berkata apapun Arga langsung mendekap Puspa
Amarahnya langsung reda
“Maaf” ucap Arga
Puspa tidak membalasnya, ia hanya menangis
“Maaf, Puspa”
“Kenapa kau kasar seperti ini, egomu pun masih terus menguasaimu”
“Maaf"
“Aku jadi ragu untuk bersamamu” Puspa berusah melepaskan dirinya, namun Arga menahannya
“Jangan…”
“Aku takut jika kau terus seperti ini”
“Jika kau pergi, aku akan lebih parah dari ini. Maafkan aku” Arga mempererat pelukannya
__ADS_1
Puspa hanya diam, ia menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Arga
Disisi lain…
Mendengar pengakuan Yuli, Andre terkejut. Perlahan ia melepas pelukannya. Suasana berubah jadi canggung dan tegang
Yuli tersenyum dan hatinya sangat sakit
“Aku tau, kau tidak perlu menjawabnya” Yuli menyeka air matanya
“Aku lega karena aku berhasil mengungkapkan perasaanku untukmu. Sampai jumpa”
“Ya, aku sudah lega. Seharusnya begitu, bukan malah semakin sakit seperti ini” batin Yuli
Andre menahan tangan Yuli yang akan membuka pintu mobil
“Jangan pergi lagi” pinta Andre dengan suara pelan
“Aku harus pergi, aku akan membawa perasaan ini kemanapun aku pergi. Aku tidak akan mengganggu kehidupanmu setelah ini” Yuli menarik tangannya
Tapi Andre masih menahannya
“Tetapah disini”
Andre menggeleng
“Aku tidak mau lagi berpisah denganmu, kau berharga bagiku”
“Keberadaanku hanya akan menjadi parasit dalam kisah cintamu. Aku akan menjaga diriku disana”
“Aku tidak mau” Andre menatap Yuli
“Aku tidak menerima cintamu, tapi aku juga tidak menolaknya”
“Kau berniat menggantungnya?
“Tidak, beri aku waktu untuk menjawabnya. Tapi jangan pergi lagi, ku mohon…”
“Satu Bulan. Jika tidak ada jawaban dalam waktu satu Bulan, ku anggap itu adalah penolakan”
__ADS_1
Andre mengangguk. Ia tidak tau perasaannya, sulit baginya membedakan perasaannya pada Yuli apakah hanya sebatas perasaan dalam tali persahabatan ataukah itu cinta
Yuli tersenyum, begitupun juga Andre
“Aku akan memelukmu sebagai sahabatmu” ucap Yuli, Andre mengangguk dan Yuli pyun memeluk Andre.
“Aku akan menerima apapun hasilnya nanti” ucap Yuli pelan
“Akan ku berikan jawaban yang benar-benar dari lubuk hatiku”
Mereka berpelukan melepas rindu satu sama lain
“Aku ingin kau mentraktirku makan” pinta Yuli yang masih dalam kondisi berpelukan
“Aku menerimanya. Sepulang kerja aku akan mentraktirmu”
“Kuharap penantianku tidak sia-sia” batin Yuli
***
Mama Arga bersiap pulang, ia terkejut saat Puspa dan Arga masuk ke dalam ruangannya dengan tangan Puspa yang di perban
“Kenapa” Tanya Mama Arga secara reflex
“Tadi jatuh, hihi” Puspa tersenyum lebar, sedangkan Arga hanya diam dengan raut wajah sedih
Puspa agak bingung bagaimana caranya ia menggendong Adiknya dengan kondisi tangannya yang seperti saat ini
Papa Arga yang faham langsung berinisiatif membantu calon menantunya ini
“Tenang, calon mertuamu akan menggantikanmu untuk mengurus Adikmu”
“Tidak, Saya masih bisa kok” tolak Puspa karena sungkan
“Aku akan bertanggung jawab” ucap Arga
“Memangnya bisa?” Tanya Mama Arga
“Anu, Arga dari kemarin sudah ikut mengurusnya kok” jawab Puspa
__ADS_1
“Mama terlalu meremehkan Arga. Nanti dia marah, Ma” goda Papa Arga
Mama Arga terkekeh pelan