Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Tetangga


__ADS_3

Setelah Andre keluar dan menutup pintu, Yuli membuka selimutnya. Ia tengkurap dan menekan wajahnya ke bantal. Ia menangis sejadi-jadinya.


Menyalahkan dirinya karena tidak mampu menghilangkan perasaan yang mustahil bisa dimengerti oleh Andre.


Yuli memukuli bantalnya dan kemudian ia menenggelamkan wajahnya di bantal lagi.


"Aaaarrrrrrggh!!!! Aku membenci diriku sendiri!!!" teriak Yuli yang masih menenggelamkan wajahnya di bantal


🍀🍀🍀


Disisi lain dirumah Puspa. Arga tertidur di kursi dengan posisi duduk. Puspa yang melihat itu terkejut dan langsung membangunkan Arga


"Tuan, kenapa kau tidur disini?"


"Eengghh" Arga belum bangun.


"Aku mana bisa mengangkatnya, dia pasti sangat berat" Puspa membayangkan berat badan Arga yang tinggi ini.


Puspa menjepit hidung Arga hingga kesulitan bernafas, dengan begini Arga bisa terbangun.


Arga membuka matanya sambil terengah-engah, ia mengatur nafasnya dan memelototi Puspa


"Kau mau membunuhku?"


"Ya habisnya kau ku panggil-panggil tidak bangun, Tuan"


"Hm,"


"Aku akan membuatkanmu sarapan dulu, ya" Puspa bergegas ke dapur sebelum Arga marah


Arga melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 08:30 pagi


"Tidak usah, aku pulang"


"Tapi kau belum sarapan"


"Tidak masalah. Ini uang tambahan untukmu, aku pulang" Arga meletakkan beberapa lembar uang 100.000an di meja dan keluar rumah.

__ADS_1


Puspa berjalan ke ruang tamu dan berniat mengantar Arga sampai diluar rumah. Arga yang baru melangkahi pintu langsung masuk kembali dan mendapati Puspa di belakangnya


"Ada apa?Tidak jadi pulang?" tanya Puspa


'Cup'


Kecupan mendarat dikening Puspa, ia hanya bisa mematung.


"Aku pulang" pamit Arga


Puspa tersadar,


"Kau belum mandi tau!"


"Kau juga" balas Arga, ia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya


"Aaarrggghhhh kau kurang ajar" wajah Puspa memerah, ia langsung menutup pintu rumah.


Tanpa mereka sadari ada 4 tetangga yang melihat mereka.


"Lah, siapa laki-laki itu?"


"Mobil Bapaknya kali," timpal Ibu-ibu lainnya


"Yeeeehhh masa? Sejak kapan Bapaknya punya mobil? Kalau tidak salah kan mertuanya udah gak sekaya dulu"


"Waduh waduh, apa Puspa anu ya?"


"Hus! Jangan gitu ih. Ya kali Puspa nge-B.O"


"Jangan sampek nih ya, di RT kita ini ada kasus hamdul"


"Apaan tuh hamdul?"


"Udah tua masih bego, hamdul itu hamil duluan. Bisa kena bencana mulu nih bumi"


"Sudah-sudah, jangan di urusin. Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi wahai ibu-ibu yang budiman"

__ADS_1


"Ini gak bisa kita diemin mah. Lapor Pak RT gak?"


"Ngapain? Udah kayak yang tau kebenarannya aja. Ntar ketimpuk batu balik loh"


"Stooppp! Ayo kita pulang, masak oy masak. Gibah mulu"


Memang betul mereka bubar, tapi masih saja fikirannya berfikir negatif pada Puspa. Salah satu dari mereka berniat mengadukannya pada Bapak Puspa


"Gak bisa di diemin ini, bisa jadi aib" gumamnya.


Puspa tiba-tiba bersin terus menerus,


"Apa mau pilek, ya?" tanya Puspa pada dirinya sendiri. Ia bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan masak.


***


Kembali ke Andre~


Usai memeriksa pasiennya, Andre menuju kamar rawat Yuli lagi. Ia membuka pintunya sedikit, ternyata Yuli tertidur dengan posisi tengkurap.


Andre langsung masuk dan membenarkan posisi tidur Yuli menjadi terlentang.


Andre merasakan bantalnya basah, saat dilihat ternyata mata Yuli membengkak dan ada sisa-sisa air mata di ekor matanya


"Kau habis menangis, ya?" dengan suara pelan sambil mengelus rambut Yuli


"Maafkan aku belum bisa menjadi sahabat yang bisa menenangkanmu" lanjutnya


Andre menghapus sisa air mata di ekor mata Yuli, ia ikut merasa sedih karena tidak bisa menjadi sandaran bagi Yuli


"Harusnya aku bisa membahagiakanmu setelah kau kehilangan kedua orang tuamu. Aku minta maaf"


Tidak terasa Andre ikut menitikkan air mata melihat sahabat satu-satunya ini dan ia tidak dapat di andalkan oleh Yuli.


"Baik dirimu maupun Puspa, kalian sama-sama penting bagiku. Aku tidak bisa memilih salah satunya"


Setelah itu Andre keluar dari ruangan itu dan menuju pasien lainnya. Air mata mengalir dari ekor mata Yuli, ia meremas selimutnya. Sebenarnya ia terbangun saat Andre menyentuh lengannya tadi, hanya saja ia terus berpura-pura tertidur

__ADS_1


"Sahabat, ya? Benar! Aku hanya terlalu berharap"


__ADS_2