Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Anak Durhaka


__ADS_3

🍀🍀🍀


Arga turun dari mobil tergesa-gesa, bersamaan dengan itu Mama Arga keluar menuju mobil dan melihat Arga membopong Puspa. Mama Arga geram, ia berjalan menghampiri Arga dengan emosi


"Arga!" panggilan Mama nya menghentikan langkah Arga


"Apa sih, Ma? Mama tidak lihat aku sedang apa?"


"Bisa-bisanya kamu mementingkan dia daripada Jesi!"


Arga menahan emosinya, ia mengabaikan Mamanya dan berjalan memasuki Rs sambil memanggil beberapa suster untuk membawa Puspa, dan Arga mengurus administrasinya.


Mama Arga mengikuti Arga dengan penuh emosi,


"Bisa-bisanya pembantu itu!"


***


Setelah selesai mengurus biaya administrasinya, Arga berjalan menuju toilet untuk membersihkan darah di tangannya.


"Argaaa!" Arga membalikkan badan dan melihat Mamanya yang sudah dipenuhi emosi


"Hm?" Arga menaikkan satu alisnya


"Apa yang kau lakukan? untuk apa mengurus pembantu itu?"


"Dia sudah bukan pembantu dirumah" Arga menjawabnya dengan dingin


"Arga, dia bukan siapa-siapamu, tapi Jesi yang sepupumu kau abaikan?" Mama Arga melemahkan nada bicaranya


"Apa bedanya Jesi dengan Puspa?"

__ADS_1


"Jesi itu sepupumu!"


"Tapi bukan sepupu kandung! Jadi mereka berdua sama-sama tidak ada hubungan darah dengan Arga, tapi bedanya adalah Jesi tidak berharga dalam hidup Arga sedangkan Puspa, dia memiliki arti untuk Arga"


"Argaa!!!"


"Mohon maaf, Ibu. Tolong tetap tenang agar tidak mengganggu pasien dan pengunjung lainnya. Terimakasih" ucap Satpam yang tiba-tiba muncul


Mama Arga mencoba mengatur nafasnya dan berusaha tenang, sedangkan Arga melanjutkan langkahnya


"Maaf" ucap Mama Arga kepada Satpam itu dan berjalan mengikuti Arga lagi.


"Arga, gara-gara Puspa kamu jadi anak durhaka" Arga menghentikan langkahnya, dan ia tersenyum mengejek


"Oh iya? Anak durhaka? Apakah Mama juga berfikir bahwa dalam hal ini Mama pun tidak bisa di katakan dalam posisi yang benar? Kurasa tidak. Mama akan berfikir Mama lah orang yang paling benar. Membenci orang yang tidak salah, membenci orang karena beda kasta, dan mencoba menghalangi anaknya menolong orang yang tidak bersalah, menyiksa pembantu, apakah itu di kategorikan benar?"


"Arga!" Mama Arga mengepalkan tangannya


"Seorang anak di wajibkan mengikuti perintah orang tuanya, tapi harus di garis bawahi bahwa itu hanya berlaku apabila yang di perintahkan adalah untuk kebajikan. Sedangkan yang Mama lakukan apa? Mama akan berkata ini untuk kebaikan Arga, tapi nyatanya tidak. Mama tidak tau apa yang di inginkan Arga, jadi Mama tidak tau apakah yang Mama lakukan untuk kebaikan Arga atau hanya untuk memenuhi keinginan Mama"


Mama Arga terdiam,


Arga membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Mamanya itu. Punggung Arga pun menghilang dari pandangan Mamanya


"Perempuan itu merubahmu, Arga" alih-alih sadar akan ucapan Arga, Mama Arga malah semakin membenci Puspa dan merasa Puspa telah meracuni fikiran Arga agar bisa membangkan dan melawan Mamanya.


🍀🍀🍀


Jesi membuka matanya dan melihat disekitarnya, hanya ada Papanya Arga.


"Engghhg" lenguh Jesi

__ADS_1


Papa Arga hanya melirik sekilas.


"Sudah sadar?" Papa Arga tetap fokus pada Hp nya


"Iya, Om. Ini dimana?" Jesi memijat pelipisnya


"Tentu bukan di rumah. Kau harusnya tau saat ini sedang dimana"


Jesi tersentak mendengar jawaban Papa Arga.


"Om, "


"Tidak usah merengek" Papa Arga memicingkan matanya


"Kau merusak mobilku" imbuh Papa Arga dengan suara pelan dan terdengar kesal


"Jesi minta maaf, Om. Tadi pagi Jesi depresi, jadinya-"


"Jadi kau mabuk, merokok, dan membawa mobil Om tanpa izin. Gara-gara kamu Om batal melakukan kontrak dengan klien. Entah apa yang kau katakan sampai penjaga rumah pun mengiyakan saat kau membawa mobil Om" Papa Arga mencoba nengatur nafasnya.


"Berani-beraninya kau membawa rokok dan sabu ke dalam rumahku" imbuhnya


"Maafin Jesi, Om. Jesi salah"


"Hm" Papa Arga malas berbicara


"Setelah pulih, kembalilah ke kota tempat kau tinggal. Bi Ina akan mengurus persiapanmu" Papa Arga menelfon Istrinya


"Halo, Pa. Ada apa?"


"Jesi sudah sadar" Papa Arga langsung mengakhiri panggilannya

__ADS_1


__ADS_2