Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kembalikan Anakku!


__ADS_3

Akhirnya Puspa memutuskan masak Mie Instant saja, sambil merebus sesekali Puspa melihat Adiknya di kamar. Rasanya seperti di kejar sesuatu


Setelah matang Puspa langsung mengambil piring, ia membawanya ke kamar dan makan di samping Adiknya. Makan pun tidak tenang karena terus memperhatikan Adiknya, takut jika ia terbangun dan menangis lagi


Setelah selesai makan Puspa dengan langkah cepat menuju dapur untuk mencuci piring. Sekarang yang ia bingungkan adalah bagaimana caranya ia mandi


Puspa menggaruk kepalanya dan sambil berfikir ia kembali ke kamar


"Masa tidak mandi sampai besok?" Puspa menciumi badannya dan aromanya sudah mulai kecut


"Hmmm.. Bagaimana ya"


30 menit ia berfikir dan tetap saja dirinya berada di ranjang, ia masih belum menemukan jalan keluarnya


"Apa ku letakkan di dapur saja?" Puspa membayangkan Adiknya di letakkan di lantai dapur


"Tidak tidak, aneh"


Puspa berdiri dan mengambil handuk. Ia menambah bantal di samping Adiknya masing-masing 2 tingkat.


"Nah, dengan begini ia tidak akan jatuh" Puspa berkacak pinggang sambil tersenyum. Ia langsung pergi ke kamar mandi dan dengan cepat ia membasahi tubuhnya


"Jangan bangun dulu ku mohon"


🍀🍀🍀


Disisi lain di rumah Bapak Puspa


Rina sudah tenang, Bapaknya berniat akan menjemput anak bungsunya.


"Dimana anakku?" tanya Rina yang baru bangun


"Tidak usah khawatir. Dia bersama Kakaknya"


"Ha?" Rina langsung menyingkap selimutnya


Bapak Puspa menyodorkan segelas air putih namun Rina menolaknya


"Apa yang kau lakukan, Mas? Menyerahkan anak kita pada bocah ingusan itu?"


"Dia Kakaknya, dia pasti bisa merawatnya, Rina"


"Dia pasti akan melakukan hal buruk pada anakku, dia pasti masih dendam padaku" Rina berdiri dan mau keluar kamar namun di tarik Bapak Puspa

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Mas! Puspa itu pasti akan dendam padaku dan dia akan mencelakai anak kita. Kenapa kau tidak berfikir seribu kali untuk menyerahkan Anak kita padanya"


"Dendam apa yang kau bicarakan? Puteriku bukan orang seperti itu!"


Rina menarik tangannya yang di tahan suaminya


"Kenapa kau tidak mengerti? Ibunya yang sudah ma*ti saja terus mengangguku, tentunya dia tidak akan melakukan hal yang berbeda dengannya! Dia akan mencelakai Anakku!"


"Rina tenanglah!"


"Aku tidak bisa tenang! Tidak bisa!!" dengan nada bicara yang keras dan melotot pada Bapak Puspa.


Mereka sama-sama terdiam


"Aaaaarghhhh wanita sia*lan itu terus mengangguku!! Kenapa kau tidak diam di kuburanmu saja!!" Rina melempar semua bantal yang ada di ranjangnya


Bapak Puspa kebingungan akan sikap Rina yang terus mengaku diganggu mendiang Istrinya


"Aku akan menjemput anak kita setelah dirimu benar-benar tenang, Rina"


Mendengar perkataan Bapak Puspa membuat Rina kecewa karena ia merasa Bapak Puspa meragukan dirinya


"Aku begini karena ulah mantan Istri sia*lanmu itu!"


"RINA CUKUP!!"


"Kau sekarang berani membentakku, Mas? Kau pasti sudah terpengaruh oleh Puspa, kan? Sialan memang!"


"Jangan menyalahkan mereka lagi. Mereka tidak ada kaitannya dengan masalah ini!"


"Mereka yang bersalah! Istri pertamamu yang sudah mati itu yang telah membuatku seperti orang gila, dia sengaja membuatku seperti ini supaya aku jauh dari Anakku! Dan kau malah benar-benar mengabulkan keinginannya, hiks"


"Rina, kau semakin hari semakin keterlaluan"


"Kembalikan Anakku!!" teriak Rina


"Kembalikaaaaannnn!!!"


Bapak Puspa menggeleng, ia mengurungkan niatnya untuk menjemput anak bungsunya


"Tidak akan. Jika kau masih seperti ini, kau akan melukai kedua anakku"

__ADS_1


"Mas! Aku hanya minta anakku di kembalikan! Puspa akan melukainya, Hiksss.. Kembalikan Anakku" Rina sampai terduduk di lantai dan menangis


"Puspa itu Kakaknya, dia akan menjaga Adiknya"


Bapak Puspa mengambil gelas berisi air tadi dan menyodorkannya pada Rina. Rina menolaknya dan masih menangis


"Aku tidak mau minum!" Rina melempar gelas dari tangan suaminya


"Aku minta Anakku di kembalikan. Aku tidak sudi Puspa menyentuh Putraku!"


Bapak Puspa emosi


"Aku juga tidak sudi jika anak-anakku di sentuh wanita yang hampir gila" ucap Bapak Puspa dengan penuh penekanan di setiap katanya


Mendengar perkataan suaminya, Rina merasa hatinya hancur berkeping-keping


"M-Mas" dengan suara gemetar


"Aku sudah cukup bersabar menghadapimu" Bapak Rina melangkah keluar dari kamar


Rina tidak bisa berkata-kata lagi, memanggil suaminya pun tanpa suara. Bapak Puspa menutup pintu kamar dengan keras.


Rina hanya bisa menangis dan merasa tersakiti, sekali lagi ia berfikir ini adalah salah Puspa.


"Perempuan itu pasti telah mencuci otak suamiku, aku tidak akan mengampuninya"


Rina berdiri dan berniat akan mengambil Anaknya dari Puspa. Rina menyeka air matanya dan menahan amarah. Saat kakinya baru melangkah, ia merasa menginjak cairan basah


Rina melihat ke bawah dan benar saja kakinya meninjak cairan merah dan ada gunting besar yang tiba-tiba berada di tangannya. Sontak Rina mundur dan melempar gunting itu


Nyali Rina mulai menciut saat melihat gunting yang ia lempar menjadi seperti bumerang yang menyerangya balik


"Kyaaaaaaaaaaaaaa!!" teriak Rina. Rina menutup matanya saat gunting itu menuju arahnya dengan ujung tajamnya yang berada di depan


Bapak Puspa yang ternyata masih ada di luar kamar memejamkan mata saat mendengar teriakan Rina. Ia tidak mengerti mengapa Rina terus berhalusinasi tentang mendiang Istri pertamanya


🍀🍀🍀


Malam pun tiba. Puspa sedang mengganti popok Adiknya, dengan hati-hati ia memasang kembali popok baru untuknya. Puspa tidak memandikan Adiknya karena ia masih takut.


Di tengah kesibukannya ia mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya


"Pasti Arga" tebak Puspa dengan girang

__ADS_1


__ADS_2