Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Pertemuan


__ADS_3

Puspa berjalan kesana kemari sambil menggigiti ujung kuku jari tangannya. Ia melirik Adiknya yang terlelap dan sesekali melihat jam dinding.


Sudah jam 9 tapi Bapaknya tidak kunjung menghubunginya. Puspa ragu apakah ia akan membawa Adiknya ke Rumah Sakit untuk menjenguk Mama Arga atau bagaimana.


"Heemmm tidak mungkin aku kesana dengan tangan kosong. Kalau Adikku ku bawa ke pasar nanti dia pasti kepanasan. Apa beli buahnya di Mall saja?" Puspa menghela nafasnya


Beberapa menit kemudian Puspa memutuskan akan menelfon Bapaknya terlebih dahulu


"Assalamu'alaikum, Pak"


"Wa'alaikum salam, Nak. Ada apa?"


"Begini Pak, Mamanya Arga ada di rumah sakit dari semalam. Puspa mau menjenguknya, tapi Puspa kefikiran dengan Adik Puspa"


"Eeemm bagaimana ya? Bapak minta maaf sekali Nak, Bapak belum bisa menjemput Adikmu. Ini Ibumu masih sering mengamuk"


"Sudah berapa kali Puspa katakan, Rina bukan Ibuku"


"Kalau begitu ya baiklah, Puspa akan membawanya. Assalamu'alaikum"


Puspa memutus telfonnya, ia segera bersiap-siap.


09:00 WIB


Puspa turun dari Taxi


"Tunggu disini dulu ya, Pak"


"Siap, Mbak"


Ia langsung bergegas masuk ke Mall dan memilih buah-buahan untuk Mama Arga


Puspa sempat ragu,


"Aaiihh apa ini boleh di makan Mama Arga?" tanya Puspa pada dirinya sendiri


Puspa menepis rasa ragunya, ia segera memilih beberapa buah-buahan. Ia bersyukur Adiknya tidak rewel.


Dengan kaku Puspa membawa belanjaannya ke kasir, setelah selesai ia langsung bergegas menuju Rumah Sakit


Sesampainya di rumah Sakit, Pusoa turun dari Taxi yang dirumpanginya, ia tidak sengaja berpapasan dengan mobil Andre dan hampir tertabrak


"Maaf!" Puspa agak menunduk


Andre membuka kaca pintu mobilnya dan tersenyum, Puspa sedikit terkejut saat melihat Andre


"Tidak masalah" Andre pun melanjutkan menuju parkiran


Puspa tersenyum tipis dan lega telah mendapat maaf dari Andre. Ia pun segera menuju ruang rawat Mama Arga


Andre terkejut saat melewati parkiran baris depan ada mobil Yuli, namun Andre meyakinkan dirinya bahwa mobil seperti itu tidak hanya di buat 1 saja


"Mobil seperti itu tidak mungkin hanya di produksi 1" ucap Andre dengan yakin


Tapi yang membuatnya ragu adalah plat nomornya, sekali lagi Andre meyakinkan dirinya bahwa dia hanya salah melihat.


***


Yuli lelah berdiri di depan ruangan Andre, aksesoris tas Yuli terjatuh tanpa di sadarinya Yuli yang sudah kesemutan sejak tadi memutuskan akan ke ruang tunggu untuk duduk. Yuli dan Puspa berpapasan, Yuli menghentikan langkahnya dan memandangi Puspa yang terus melangkah


"Puspa?" dengan suara pelan


Yuli terus memandangi Puspa yang menghilang di balik tembok. Fikiran Yuli mulai di penuhi bayangan-bayangan Puspa dengan Andre

__ADS_1


"Dia menggendong bayi? Apa dia sudah bersuami?"


"Apa dia kemari untuk menemui Andre? Apa mereka telah menjalin hubungan?" dengan rasa penasaran yang hebat dan rasa cemburunya, ia mengikuti Puspa dari belakang.


***


Tidak lama kemudian Andre pun berada di depan pintu ruangannya, ia mengernyitkan dahi melihat aksesoris semacam gantungan kunci atau apalah bagi Andre.


"Ini kan..." mata Andre membulat saat menyadari barang tersebut milik Yuli, ia melihat sekeliling.


Andre kembali ke luar gedung Rumah Sakit dan melihat sekitar. Namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Yuli


Jantung Andre berdebar, ia kembali masuk ke dalam gedung dan kembali ke ruangannya. Andre membuka pintu dengan semangat, namun harapannya memudar saat ia membuka pintu namun pintunya terkunci


"Bodoh sekali aku berfikir Yuli ada di dalam" dengan kecewa Andre masuk ke dalam ruangannya


***


Yuli memperlambat langkahnya saat Puspa masuk ke dalam ruang rawat Mama Arga.


Puspa masuk ke dalam ruang rawat Mama Arga dan mendapati Papa Arga sedang mengikat rambut Mama Arga


"Aaaa maaf... Saya lancang" ucap Puspa sambil mengatur nafasnya


"Tidak, kok. Oh iya, kau datang sendiri?"


"Eh?" Puspa baru sadar Arga tidak ada disini


"Anu, iya saya datang sendirian"


"Tadi Arga pamit akan menjemputmu, loh"


Puspa terkejut mendengarnya


Mama Arga melirik ke kantong plastik yang di bawa Puspa. Puspa yang menyadarinya langsung berjalan mendekat.


"Ini, saya bawakan Buah-buahan. Tidak seberapa sih, maaf"


"Y-Ya, terima kasih" Mama Arga gugup


"Waah, terima kasih ya. Tidak usah repot-repot begini. Kau datang menjenguk saja sudah lebih dari cukup" Papa Arga mengambil alih kantong plastik di tangan Puspa


"Pasti susah kan menggendong sambil membawa belanjaan seperti ini" Papa Arga meletakkan bawaan Puspa dan berganti menggendong Adiknya


"Bisa-bisanya Dion menyerahkan semua ini kepadamu. Duduklah, kau pasti lelah" ucap Papa Arga


Puspa mengangguk


"Anu" Puspa bingung harus memanggil apa pada Mama Arga


"Nyonya, apakah Nyonya sudah sarapan?" tanya Puspa malu


"Sudah. K-Kau tidak perlu memanggilku seperti itu"


"Benar, panggil saja Mama dan panggil aku Papa" sambung Papa Arga sambil tersenyum


Puspa langsung blushing


"B-Baik"


"Kurasa aku harus latihan memanggil mereka dengan panggilan yang baru" batin Puspa


Sedangkan di luar ruang rawat Mama Arga ada Yuli yang masih berdiri sambil memikul rasa penasaran sedari tadi.

__ADS_1


Karena tak kunjung keluar, Yuli pun menyerah. Ia berjalan menuju ruangan Andre dan berharap Andre sudah datang.


Puspa bercerita bahwa ia tadi hampir tertabrak oleh mobil Dokter yang bekerja di Rumah Sakit ini, Puspa berkata ia yang salah karena tidak lihat kanan kiri saat turun dari Taxi


Mama Arga dengan malu menerima potongan buah apel dari Puspa


"Tapi kau tidak apa-apa?" tanya Papa Arga


Puspa menggeleng dan tersenyum


***


Setibanya di ruangan Andre, pintunya masih tertutup. Yuli mengembungkan pipinya, ia meraba tasnya dan ternyata aksesoris tasnya tidak lagi menggantung di tasnya. Yuli panik, ia pun merogoh tas nya dan ternyata Hp nya juga tidak ada di tasnya


"Mungkin di mobil" gumamnya sambil berusaha tenang. Yuli pun bergegas ke mobil untuk mengeceknya


Yuli panik ternyata yang ada di mobilnya hanyalah Hp miliknya. Ia dengan panik berjalan terburu-buru dan masuk kembali ke gedung Rumah Sakit.


Arga baru datang dan menuju parkiran, ia melihat Yuli yang mencari sesuatu. Arga mengabaikannya dan segera memarkirkan mobilnya. Ia berjalan melewati Yuli, saat itu juga Yuli merasa tidak asing dengan Arga.


Puspa merasa Arga ada di sini, ia pun pamit ke luar untuk melihat apakah itu benar Arga atau hanya perasaannya saja


Puspa setengah berlari karena sangat ingin bertemu dengan Arga, perasaannya tidak tenang saat mendapati perilaku Arga seperti itu dari semalam. Saat setelah melewati koridor ia tidak sengaja bertabrakan dengan Andre yang membuat dirinya terjatuh lumayan keras


Puspa meringis kesakitan karena jari kelingking kirinya tertekuk. Andre terkejut dan khawatir, ia membantu Puspa berdiri


"Aaaww" rintih Puspa dan matanya agak berkaca-kaca.


***


Yuli berlari masuk ke dalam gedung Rumah sakit dan menyalip Arga, ia merasakan jantungnya berdebar


"Jantungku berdebar, inikah petanda aku akan bertemu dengan Andre?! Andre! Aku kembali"


Saat di salip Yuli, Arga merasa tidak asing dengannya, namun ia mengabaikannya.


Yuli dengan penuh semangat berlari, ia mengabaikan pandangan orang-orang yang melihatnya dengan tatapan heran


Saat berbelok dari koridor langkahnya terhenti, senyumnya memudar perlahan. Perasaan bahagianya berganti menjadi rasa sesak melihat pemandangan di hadapannya


Andre memegang tangan Puspa dan melihat jari kelingking Puspa yang agak memerah. Melihat air mata Puspa yang akan mengalir, Andre langsung meniup mata Puspa dan membuat Puspa berkedip dengan cepat


"Jangan menangis, aku akan bertanggung jawab" ucap Andre


Mendengar perkataan Andre semakin membuat Yuli sedih dan putus harapan


Puspa melihat ke belakang Andre dan mendapati ada perempuan yang memperhatikan mereka dengan air mata yang berlinang namun tanpa suara


Andre mengikuti arah pandangan Puspa, ia terdiam melihat siapa yang ada di belakangnya


Yuli tersenyum dengan berat


"Akhirnya aku menemukanmu... Andre" ucap Yuli dengan suara bergetar


Puspa kebingungan kenapa perempuan itu menangis


Arga merasakan perasaanya agak campur aduk, ia heran melihat orang yang hanya berdiri di koridor. Ia pun berjalan dengan santai dan melirik sedikit perempuan yang dirasanya tidak asing baginya.


Saat mengalihkan pandangannya ke depan ia terkejut, emosinya memuncak melihat tangan Puspa di sentuh pria lain.


Arga memukul tembok dengan tangan kirinya, Puspa membulatkan mata dan menarik tangannya dari Andre


Andre yang masih dengan rasa tidak percayanya hanya terdiam, ia takut Yuli di sana hanyalah halusinya

__ADS_1


"Beraninya!" Arga berjalan dengan langkah cepat, Puspa juga berlari ke arah Arga karena ia tau bahwa Andre akan jadi korban amukan Arga


__ADS_2