
"Puspa..." Elisa melambaikan tangan saat melihat Puspa masuk ke kelas.
"Huuffttt aku kira telat lagi.."
"Jamkos Puspa.. Kwkwkw."
"Ha? Yang benar saja.. Aku sampai lari menaiki tangga dan malah jamkos?"
"Iya, Pus. Sekarang jawab pertanyaanku.. Kok kemarin tidak masuk? WA mu juga tidak aktif. Kemana?"
"Huufftttt... Tuan Muda sedang sakit, El"
"Jadi kamu bolos demi dia?"
"Bukan demi dia.. Tapi demi pekerjaanku."
"Hmm sudah ku bilang, tinggal saja di rumahku Puspa.."
"Dan sudah ku katakan aku tidak mau Elisa."
Puspa mengipasi wajahnya yang gerah.
"Hmmmm iya deh"
"Kemarin ada tugas tidak?" Tanya Puspa penasaran
"Tidak. Kemarin hanya materi dan tidak ada tugas. Dan ya kita jamkos sampai pulang"
Puspa terbelalak.
"Yang benar kamu ini Elisa"
"Ya ampun masa aku berbohong sih."
"Tau begitu aku tidak perlari. .Hufftt.."
"Wkkwkw Hitung-hitung olahraga Puspa."
"Boleh saja."
"Rencana pulang sekolah apa nih?" Elisa berharap Puspa sepemikiran dengannya yaitu jalan jalan.
"Rencana? Tidak ada. Pulang sekolah lalu bekerja. Itu hidupku saat ini"
"Hmmm padahal mau aku ajak jalan-jalan" Elisa memasang wajah kecewa
"Maaf ya Elisa."
"Ya. Baiklah.."
'Drrrrrttttt dddrttttt'
Puspa meraih Hp di sakunya.
'๐กTuan Muda๐ก'
__ADS_1
Rupanya Arga yang menelfon
"Halo"
" Iya Tuan.. Ada perlu apa?"
"Nanti kau pulang jam berapa?"
"Jam.. Tidak tau.. Menunggu informasi.. Kenapa?"
Puspa berjalan dan berdiri di pinggir jendela.
"Belikan aku es krim cup ya. Yang wadah besar"
"Tuan Muda kan belum sembuh total."
"Ingin di pecat"
"Huufftt baiklah baik.."
"Bagus"
"Ada lagi Tuan Muda?"
"Hati-hati di jalan"
'DEG' Puspa terkejut. Mimpikah ini?
"Woy halo.."
"Eh eh iya Tuan Muda kenapa."
Krik krik krik
"Ee baik Tuan Muda"
Tut tut tut. Arga mematikan panggilannya.
"Kau ini. Suka menarik ulur perasaan atau aku yang terlalu baper? Hmmmmm"
"Cieeeee di telfon majikan tampan"
"Kwkwkw majikan sinting dia."
Elisa menatap heran
"Sinting?"
๐๐๐
14:00
Puspa sudah pulang.. Setelah ia melepas pakaiannya, Puspa menuju kamar Arga untuk mengantar Es Krim nya
'Tok tok tok'
__ADS_1
"Tuan Muda.."
"Masuk."
"Tuan Muda.. Pesanan anda."Puspa menyodorkan Es Krimnya
"Tanganku kram."
"Eh? Lalu?"
"Aku imgin makan Es Krimnya"
Puspa masih kebingungan
"Suapi aku๐" Ucap Arga saat menatap Puspa yang kebingungan
"Eh.. Tapi"
"Pecat?" Puspa mengatur nafasnya
"Baiklah Tuan Muda.. Pelayanmu ini akan melayanimu." Puspa tersenyum terpaksa
"Melayaniku dalam segala Hal?" Refleks Puspa mengangguk.
Beberapa detik kemudian Puspa sadar.
"Ah maksudnya tidak semua. Heheh.."
"Oh ku kira juga mau melayaniku di ranjang"
Puspa terkejut. Siapa laki-laki di depannya ini, Tuan Mudanya tidak semesum ini.
"Suapi aku" Puspa terkejut.
"Baik baik." Puspa membukan tutup Cup Es krimnya dan menyendok nya.
Puspa menyuapi Arga dengan telaten walau sebelumnya ia sangat kesal.
"Tuan Muda.. Saya minggu depan minta cuti 1 hari kerja"
Arga menatap Puspa dalam
"Kenapa?" Tanya Arga sambil memainkan Hp nya.
"Saya mau ke rumah untuk bersih-bersih.. Kemudian malamnya saya mau menghadiri acara resepsi Bapak " Jawab Puspa sambil menyodorkan sesendok Es Krim.
"Hm? resepsi? Bapakmy menikah?"
"Ya. Mereka menikah. Apalagi kalau bukan menikah. Ikatan penyebab aku terluka" Gumam Puspa
"Baiklah. Aku akan ikut di resepsi Bapakmu itu"
"Eh?"
"Kalau melarangku berarti nemilih di pecat."
__ADS_1
Puspa mendelik dan rasanya ingin memakan Arga.
"Baik Tuan Muda."