Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
10.HE IS MY HEROOOO


__ADS_3

"oh my god..... what you doing to me George ? are u crazy? (oh tuhanku......apa yang sedang kamu lakukan padaku George ? apa kamu gila)" bentak Rasya sambil sedikit menangis. dia begitu malu dengan ke adaannya saat ini.


"i'am sorry Sya.... i want u to be mine forever " (maafkan aku Sya.....aku ingin kamu jadi milikku selamanya) ucap George yang mendekat ke arah Rasya dan mencium Rasya yang berteriak histeris.


" noooooooo... stooop it... please... don't do that to me!!!! "(tidaaaaak... hentikan.... kumohon.. jangan lakukan itu padaku) teriak Rasya yang hanya bisa berteriak dan menangis sejadinya George pun benar-benar tidak dapat menahan hasratnya kemudian dia langsung menghujani leher jenjang Rasya dengan kecupan bertubi-tubi dan...


braaaackkkkk suara dobrakan keras itu membuat George terkejut dan tanpa ba bi bu lagi, Alvin langsung menghujaninya dengan hantaman bertubi-tubi yang membuat George tak sadarkan diri.


Rasya hanya bisa menangis. dia begitu malu karena tidak dapat menutupi bagian tubuhnya di depan dosen sekaligus penyelamatnya. dengan cekatan Alvin menutup tubuh Rasya dengan selimut lalu membantu Rasya membuka ikatan itu.


"sebaiknya betulkan pakaianmu itu dan ayooo bergegas sebelum dia terbangun kembali. " ucap Alvin terlihat khawatir.

__ADS_1


Rasya menyeka air matanya dan mengikuti ucapan Alvin. setelah berpakaian tanpa menunggu persetujuan, Alvin langsung menggenggam tangan Rasya menuju mobilnya. dalam perjalanan tak ada satu ucapanpun keluar dari mulut mereka. mereka hanya diam membisu dengan rasa canggung. di tengah perjalanan Alvin pun berhenti di pinggir jalan. pandangannya sangat tajam mengarah tepat ke matanya yang membuat Rasya bergidik ngeri.


"apa kamu baik-baik saja? uhmm aku rasa sepertinya kamu mencari tempat lain agar dia tidak mengganggumu lagi. " ucap Alvin datar namun serius.


" uhmm ya pak.. uhmmm..... "


" jangan panggil pak, kamu tau kita hanya berbeda beberapa tahun saja. kamu bisa panggil aku vin or al" ucapnya memotong kata-kata rasya.


"jadi apa yang kamu lakukan setelah ini? apa kamu akan melaporkan tindakannya? kamu tau kan siapa dia dan apa pengaruh keluarganya di kampus kita? mungkin setelah ini kita akan mendapat masalah besar. jadi persiapkan dirimu dan berhati-hatilah"


namun reaksi yang ditunjukkan Rasya benar-benar di luar dugaan Alvin. tiba-tiba...

__ADS_1


"huaaaaaaa... huaaaaaaa.. hiks..hiks...hiks....huaaaaaaa " Rasya benar-benar menangis sekencang-kencangnya ketika mendengar ucapan Alvin barusan. sontak hal itu membuat Alvin terperangah dan shock terlebih suara tangisan Rasya yang melengking seperti sound system membuat Alvin menutup kedua telinganya dan melirik ke arah Rasya yang air matanya sudah membanjiri kedua pipinya dan membuat eyelinernya memporak pondakan wajahnya yang cantik. lebih tepatnya sekarang wajahnya seperti badut dengan hidung tomat yang merah membuat Alvin seketika tersenyum secepat kilat tanpa sepengetahuan Rasya dia mengambil gambar nya yang benar-benar lucu dan menggemaskan.


"berhentilah menangis... hal itu takkan mengubah apapun, sekarang kita harus bekerja sama akan hal itu" ucap Alvin yang langsung membuat Rasya berhenti menangis dan menatap Alvin.


dengan senyum mengembang Alvin dengan hati-hati mengambil beberapa tissue dan menghapus wajah rasya hati-hati.


Deg.. deg... deg... deg.... deg yang di rasakan Rasya dengan sikap yang di tunjukkan alvin. membuat Rasya terpaku diam dan membiarkan Alvin menghapus riasan wajah yang luntur.


"kamu tau... wajahmu benar-benar lucu sya.. ternyata kamu masih sama seperti dulu meskipun aku sudah 3 tahun tak melihatmu. " ucap Alvin yang membuat Rasya semakin malu.


"uhmmm terimaksih vin.... kalo bukan karena kamu, masa depan ku benar benar hancur"ucap Rasya sambil menunduk. dan di saat itu dia kembali menatap Alvin yang tetap menatapnya. mata mereka saling beradu... debar jantung Rasya semakin berdegub tatkala menatap setiap inchi wajah Alvin. begitu pula dengan Alvin. dia berusaha menolak untuk tidak merasakan perasaan itu namun tidak dipungkiri jantungnya pun berdegub tak beraturan.namun tiba-tiba Rasya tersadar dan menanyakan kembali kejadian tersebut dan bertanya bagaimana Alvin bisa mengetahui semua ini.

__ADS_1


__ADS_2