Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Ilham


__ADS_3

Mereka terdiam lagi.. Bunyi mesin mobil yang menyala yang hanya mereka dengar.


"Sudah sampai" Supir taxi menghentikan mobilnya. Puspa turun dan merogoh uang di tas jalannya. Saat akan menyodorkan uangnya, Supir itu juga menoleh ke wajah Puspa.


Mereka berdua terdiam saat mengenali siapa di depannya ini.


"Eee... Ilham..." Puspa membuka suara.


Supir taxi yang bernama Ilham nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ee Puspa ya.." Ilham turun dari mobilnya. Mereka berdua kikuk.


Rindu menggelitik hati mereka.


"Boleh peluk ?" Ucap Ilham malu-malu.


Puspa memukul pelan lengan Ilham.


"Ya ampun.. Masih sama seperti dulu. Genit" Ucap Puspa terkekeh.


"Wkwkwk dan kamu tetap sama seperti dulu, Cantik" Puji Ilham sambil menundukkan kepalanya malu.


"Kwkwk kebiasaan gombalnya masih lengket di badanmu ya" Puspa terkekeh lagi. Ilham tersenyum. Mereka kembali terdiam kikuk dan grogi.


"Gimana, Boleh?" Tanya Ilham malu


Puspa mengangguk. Mata Ilham membulat. Wanita di depannya ini sama sekali tidak menolak. Ilham langsung memeluk Puspa.


Puspa menggosok pelan punggung Ilham.


5 detik, Puspa mengurai pelukan mereka.


"Kok cuma sebentar" Ilham cemberut.


"Tempat umum. Kwkwkw gila" Puspa lagi-lagi memukul pelan lengan Ilham.


"Gue nggak nyangka bangeet bisa ketemu kamu lagi, Puspa" Ilham menggenggam tangan Puspa. Tapi Puspa melepas genggaman itu


"Idih gaya bicaramu campuran ya. Hahah" Puspa tergelak


"Pelitnya masih sama seperti dulu" Ilham berbicara dengan nada manja.


"Wkwkwk dapat memelukku bukankah sudah cukup." Puspa tertawa lagi


Ilham memegang kedua bahu Puspa dan berhasil menghentikan tawa Puspa. Ilham menatap Puspa dengan raut wajah serius.


"Aku sangat merindukanmu. Apa kabar Cinta,"

__ADS_1


Bola mata Puspa membulat sempurna, matanya agak memerah karena terharu. Hatinya berdesir. Ia menutup mulutnya yang sedikit menganga menggunakan jari-jarinya.


"Ka-kamu.. Masih ingat itu?" Puspa berharap ini bukan halusinasinya.


"Bagaimana aku bisa melupakan cinta pertamaku ini, hah. Gadis kesayanganku sudah tidak ingusan lagi."


Buliran bening jatuh dari ujung mata Puspa. Ilham langsung menghapus air mata dan jejaknya menggunakan ibu jarinya.


"Tapi rupanya kamu masih cengeng"


"Kabarku baik, Cinta." Puspa tersenyum getir. Ada rasa bahagia namun juga ada rasa sedikit sakit saat ia harus melontarkan kalimat itu. Ia tidak mengerti ada apa dengan reaksi hatinya ini.


#Flash Back On


12 tahun yang lalu


Puspa dan Ilham bertetangga, Setelah kedatangan keluarga Puspa di desa ini, Ilham punya teman baru dan yang lebih khususnya gadis kecil ini telah menarik perhatiannya. Dia berbeda dari teman-teman perempuan lainnya


1 tahun berlalu. Mereka sangat akrab dan Ilham mengatakan pada dirinya ia jatuh cinta pada Puspa. Ya, dia tau kata-kata cinta karena kakaknya sering mengatakan cinta pada kekasihnya melalui telepon.


Puspa kecil sering menangis juga tentunya ingusan. Sedikit-seidkit menangis.


Dan ia juga pernah bertanya pada kakaknya apa itu cinta? Kakaknya menjawab "Cinta itu.. Kakak pun bingung bagaimana cara menafsirkannya. Ketika hati Kakak nyaman bersamanya, Tumbuhlah kasih sayang kemudian lama lama menjadi cinta." Ya begitulah jawaban sang kakak yang sedang di mabuk asmara.


Ilham sering mengatakan


"Cinta?" Puspa kecil bingung


"Iya, Cinta. Kalau kita sudah besaaarrrrr dan tinggi, Aku akan terus bareng kamu"


Puspa kecil bingung


"Kata kakakku itu namanya menikah. Asik bukan... Puspa kamu juga cinta sama aku kan?"


"Mmm.. Iya" Puspa yang masih bingung apa cinta, ia asal-asalan menjawab


***


"Puspa kamu cantik" Ilham kecil memegang pergelangan Puspa. Mereka duduk di teras rumah Ilham.


"Heheh" Puspa hanya terkekeh.


"Tapi kamu nangisan. Hahahah" Puspa langsung memukul wajah Ilham. Puspa kecil cemberut.


"Kamu cantik loh Puspa. Caaannttikkk.. " Puji Ilham lagi sambil memandang wajah Puspa kecil yang cemberut.


Hingga suatu hari...

__ADS_1


Di rumah Puspa


Minggu, Pukul 07:00


'Tok tok tok'


"Puspa.. Puspaaaa.. " Panggil Ilham yang masih berusia 10 tahun.


"Yaaa tunggu sebentar.."Terdengar sahutan dari gadis kecil si Puspa yang masih berusia 6 tahun


Puspa yang sedang makan di suapi Ibunya, langsung beranjak dari kursi dan membukakan pintu dengan kondisi mulutnya yang penuh dengan nasi yang masih belum habis di kunyah.


Puspa kecil terdiam saat mendapati Ilham berpakaian sangat bagus. Puspa mengunyah habis makanannya setelah itu ia membuka suara


"Mau ajak aku jalan-jalan ya. Bentar aku masih maem" Puspa kecil kegirangan


Ia membalikkan badan hendak pamit pada Ibunya.


"Aku mau pergi" Ucapan Ilham kecil menghentikan langkah Puspa kecil


Puspa kecil menoleh ke arah Ilham kecil


"Kemana?" Terdengar jelas nada sedih dari Puspa kecil


Ilham kecil menarik nafas..


"Rumah baru"


Mata Puspa kecil berbinar


"Rumah kalau kita menikah?" Tanya Puspa girang


Ilham kecil menggeleng.


"Aku akan pergi ninggalin kamu"


"Katanya mau bareng sama aku kalau udah besar" Puspa kecil nampak merasa kehilangan teman kesayangannya ini.


"Maaf. Dahhh Cinta." Ilham kecil langsung melangkah menuju mobil yang sudah menunggunya


"Ayo cepatt" Ayah Ilham kecil memanggilnya.


Ilham kecil melambaikan tangan dari dalam mobil.


"Tapi... Menikahnya?" Puspa kecil menatap nanar mobil yang sudah melaju itu.


#Flasback Off

__ADS_1


__ADS_2