Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kacau


__ADS_3

"Memangnya siapa kau? berani mengancamku?" Ayah Rina merasa tertantang.


"Sebentar lagi kau akan tau siapa aku." Arga mendekap Puspa supaya tenang.


"Dan kurasa.. Putrimu memang pantas di sebut ja*lang" Arga menyunggingkan bibirnya. Ayqh Rina mengepalkan tangannya dan hendak meluncurkan pukulan.


"Ayah.." Panggilan Rina mengurungkan niat Ayahnya untuk menghantam Arga


"Usir perempuan itu.. Hikss.. Suamiku pingsan."


"Tenang sayang tenang"


Beberapa teman Rina mendekat.


"Kami sungguh tidak menyangka bisa berteman dengan orang sepertimu, Rina. Sungguh rendah."


"Benar.. Hari ini suami orang, bagaimana jika lain hari suamiku."


"Ya benar sekali. Sungguh memalukan."


"Kami merasa rendah juga jika tetap berteman denganmu."


"Kalian...Kalian tertipu oleh perempuan itu." Bela Rina


"Benar... Putriku bukaan wanita seperti itu." Bela Ayahnya


"Memangnya dia menjanda itu apa sebabnya? " Arga memainkan ponselnya. Semua orang menatap Arga.


"Rina bilang suaminya yang dulu itu selingkuh" Jawab salah satu teman Rina.


"Kwkwkw Apakah iya? Orang yang pernah di selingkuhi pasti memiliki trauma tersendiri bukannya malah mengambil suami orang"


"Ah iya benar juga."


Rina mengepalkan tangannya


"Pergi kalian. Hikss"


"Kenapa? takut terbongkar?" Tanya Puspa

__ADS_1


"Kau.."


"Kami akan pergi setelah pertunjukan selesai." Arga tersenyum licik


"Pertunjukan?" Tanya Ayah Rina


"Ya."


"Maaf kami telat" Beberapa orang bertubuh kekar dan brandal datang.


Semua orang memandang orang-orang itu. Rada takut menyelimuti hati mereka. Takut akan di hantam oleh orang-orang itu.


"Yang mau terluka silahkan tetap di dalam. Yang mau selamat keluarlah" Ucap Arga.


Puspa menatap Arga bingung Begitupun para tamu.


Para tamu yang mengutamakan keselamatan memilih keluar ruangan berbondong-bondong dan berdesak-desakan.


"Kalian teman penjilat saja!!" Teriakan Rina yang tidak di gubris sama sekali.


Rina memukul lantai, kesal.


"Bawa Bapak Puspa keluar" 1 orang preman mengangguk dan membopong Bapak Puspa keluar.


"Apa yang mau kau lakukan!" Ayah Rina sedikit was-was


"Sebuah pertunjukan, awal kehancuran." Arga tersenyum lagi.


"Apa maksudmu?!" Rina berusaha berdiri walau sebenarnya kepalanya sakit akibat telah di jambak habis-habisan oleh Puspa.


"Hm" Arga menggenggam pergelangan Puspa dan membawanya keluar juga.


"Sekarang. " Arga memberi kode kepada para preman itu. Para premam itu mengangguk.


Setrlah Arga dan Puspa berada di luar, Preman itu menjalankan Aksinya.


'Prang!!'


'Prang!!"

__ADS_1


"Tidaaaaaakkkk!! Apa yang kalian lakukan!" Rina berteriak histeris..


"Kaliaan" Ayah Rina mencoba melawan para preman, namun sayang sebuah bogem mengenai perutnya hingga ia jatuh tersungkur sampai terbatuk-batuk.


"Uhuk.. Uhuk"


"Ayah.. Ayah.." Rina membantu Ayahnya berdiri.


Semua gelas, Tv, dan semua perabot di ruang tamu yang harganya mahal tentunya yang du dapatkan susah payah oleh Ayah Rina kini hanya tersisa puing-puing pecahannya.


"Berhenti.. Uhuk"


"Diam kau tua bangka!" Satu preman membogem wajah Ayah Rina dan mendorong Rina hingga terpental. Ia memegang perutnya yang berisi janin.


"Uhuk... Lari.. Uhuk" Rina menurut, ia berlari menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam.


"Hikss.. Kacau. Hiks.. Ayah.." Rina merosot di tembok sambil mengacak-acak rambutnya.


"Tidak.. Jangan tv nya. uhuk"


'Ctaaarrr'


"Telat..." satu preman memukul Tv itu memakai besi hingga pecah.


Ya, kemewahan di rumah Rina belum sepenuhnya lunas.. Alias masih ada beberapa barang yang masih kreditt dan sengaja di pampang di ruang tamu ketika acara resepsi. Tapi karena hal ini.. Barang-barang itu harus di bayar walau belum seutuhnya jadi miliknya. hahahahaha.


"Tuan Muda.. Apa yang kau lakukan." Puspa merasa ngeri melihat para preman itu mengobrak - abrik ruangan itu tanpa ampun. Begitupun para tamu menganga.


"Ini bukan film.." Gumam salah satu seorang tamu


"Hanya membantumu untuk membereskan satu serangga." Arga tersenyum bangga.


"Kalian tidak ada hak" Bela Ayah Rina yang sudah lemas


"Siapa bilang? Kami juga bisa menghabisimu." Salah satu preman mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Ia mengeluarkan pisau dari kerangkanya dan hendak menghunuskannya pada Ayah Rina.


"Cukup"


Para preman berhenti melakukan aksinya setelah Arga mengucapkan kata itu.

__ADS_1


__ADS_2