Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Ampun


__ADS_3

"Pagi sayang" Sapa Mama Arga yang kebetulan keluar dari kamarnya.


"Pagi juga, Ma. Papa mana?"


"Papa sudah berangkat tadi pagi.. Kamu kemana saja.."


"Dari Rumah sakit, Ma." Arga menuruni anak tangga sambil merapikan kemejanya.


"Rumah Sakit? siapa sakit?"


"Puspa"


"Apa? untuk apa kamu pedulikan itu? Dia hanya pelayan baru disini"


"Mama kenapa sih."


"Itu kamu mau kemana?" Arga hanya menoleh sekilas.


"Rumah sakit"


Arga melangkah keluar dari Rumah tidak menghiraukan Mamanya yang mengoceh.


"ARGAAAAAA!!!" Panggilan Mama nya tidak di hiraukan.


🍀🍀🍀


"Bi, sebaiknya Bibi pulang dulu. Biar aku yang disini" Arga duduk di samping Puspa yang tertidur


"Tapi.."


"Ini perintah."


"Baik, Tuan Muda"


***


Arga mengamati wajah polos yang sedang terlelap itu.


"Banyak luka.. Tapi kamu masih bertahan."


"Maaf jika selama ini aku terlalu memaksamu ini itu."


Puspa membuka matanya perlahan.


"Tuan.. Maaf.. Saya tertidur." Puspa berusahan duduk. Dan Arga refleks membantunya.


"Tuan Muda.. Saya akan segera keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja. " Arga hanya tersenyum

__ADS_1


"Ku beri cuti."


"Ah benarkah?"


"Ya. Minggu depan kau akan ada try out"


Puspa tebelalak.


"Try Out?" Puspa menepuk jidatnya.


"Hmm.."


"Tuan Muda... Setelah lulus, saya izin untuk undur diri"


"Kenapa?" Arga refleks menjawab.


"Karena.. Ada sesuatu"


"Tidak" Arga melangkah keluar ruangan. Meninggalkan Puspa yang melongo.


"Tapi aku tidak tahan jika aku harus mendapat cemoohan terus menerus dari Nyonya.. Dan Bapak, Ya ampun Bapak apa kabar ya? Apa Bapak baik-baik saja?"


"Kuharap... Setelah ini aku tidak akan mengalami luka ini lagi.. Cukup Ibu dan Bapak yang menjadi korban dari pelakor..." Puspa mengepalkan tangannya.


🍀🍀🍀🍀


1 Bulan kemudian...


"Puspa.. Puspa.. Puspa...."


"Ah maaf Nyonya.. Saya sedang mencuci piring tadi."


Mama Arga memainkan Hp nya.


"Buatkan aku jus jeruk"


Puspa mengangguk lalu menuju dapur. Entah kenapan filling nya tidak enak.


Puspa mengambil buah jeruk dari kulkas..


"Huuffttt kenapa lagi ini.. Filling ku tidak enak."


Setelah selesai membuat jus jeruk, Puspa menyodorkan gelas itu. Namun tak lekas di tanggapi.. Puspa pun meletakkan gelasnya di meja.


Entah kenapa, Mama Arga merasa sangat jengkel. Ia melempar gelas itu hingga tumpah sampai di karpet.


Puspa terkejut..

__ADS_1


"Bersihkan!" Puspa berlari ma mengambil lap. Namun di cegah oleh Mama Arga


"Pakai tangan. Sampai bersih"


Puspa menggigit bibir bawahnya.


Tidak ada seseorang yang dapat membantunya, termasuk Arga yang ke kampus karena ada urusan.


"Tapi.."


"Cepat!!" Puspa langsung berlutut membersikan tumpahan yang mustahil bisa kering jika menggunakan tangan.


Mama Arga tersenyum licik. Ia berdiri dari duduknya.. Melangkah mendekati Puspa. Dan dengan sengaja, Mama Arga menginjak jari-jari Puspa.


"Aawwwww" Puspa meringis kesakitan


"Ampun Nyonya.. Ampun.. "


"Itu akibat kamu berani dekat-dekat dengan Putra ku." Mama Arga semakin menekan injakannya itu.


"MAMA!" Mama Arga menoleh ke arah sumber suara dan di dapatinya suaminya sedang melotot.


"Papa? kok sudah pulang jam segini" Papa Arga menyeret Istrinya hingga injakannya terlepas.


Puspa meniup-niup jarinya yang rasanya seperti patah tulang belulangnya.


"Apa yang Mama lakukan?!"


"Papa ini apa sih! Papa mau bela perempuan ini, Hah!!"


"Mama sudah keterlaluan.. Apa yang dia perbuat sampai Mama melakukan ini?!"


"Dia mencoba mendekati Arga, Pa. Arga sudah Mama tentukan akan menikah dengan siapa"


"Mama.. Mama terlalu berlebihan dalam hal ini."


"Oh jangan-jangan Papa juga sudah di goda oleh perempuan ini!!"


"Mama jaga ucapanmu!"


"CUKUP!" Ortu Arga menatap Puspa.


Puspa bangkit berdiri menghiraukan nyeri di tangannya


"Saya bukan perempuan rendah seperti yang anda katakan.. Saya perempuan yang menjaga harga diri." Puspa menahan amarahnya.


"Saya masih bisa membedakan mana yang baik dan benar dan juga mana yang buruk. Saya bekerja disini untuk Tuan Muda" Puspa mengepalkan tangannya dengan sisa kekuatannya

__ADS_1


"Lancang kamu" Mama Arga siap meluncurkan tamparan ganas nya. Puspa memejamkan matanya siap menerima perihnya tamparan.


Namun tamparan itu di tahan oleh Seseorang.


__ADS_2