Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
2.PERHATIAN AWAL


__ADS_3

sambil bermuka masam Rasya hanya melirik tajam tanpa menggubris sepatah kata dari Alvin.


"get lost " ucap Rasya ketus


" Opsss galak amat, gue tanya baik-baik loe jawab ketus! hmmm okay no problem. ni kebetulan gue ada bawa payung. kalo loe mau... pakai aja, soalnya hujan ini nggak akan berhenti sampai nanti malam.... bye" ucap Alvin sambil meletakkan payung di samping tempat duduk Rasya.


Tanpa seucap kata Rasya diam.


Berjam - jam Rasya menunggu hujan reda, tetap saja hujan tidak berhenti, jam menunjukkan pukul 4 sore dimana anak-anak di sana hanya beberapa orang saja. Rasya mulai khawatir karna jarak rumah Rasya cukup jauh. dia tak mau pulang terlalu larut karena banyak tugas yang belum di selesaikan.


"aghhhh sial...!!! " umpat Rasya yang kemudian mau tak mau memakai payung yang tergeletak di sampingnya. sesampai di rumah, Rasya meletakkan payung itu di belakang kebun dan mengingat siapa orang yang telah meminjamkan payung itu. rasa benci menyeruak di dalam hatinya dan mengumpatnya.

__ADS_1


"hufffffff bila Hari ini nggak hujan, gue nggak bakal pakai barang punya dia" umpat Rasya dalam hatinya. semakin hari cepat berlalu, hari demi hari di lalui seperti biasa.


"Kriiiiiiiing... suara bunyi bel tanda untuk anak anak segera memasuki kelas masing masing. semua siswa siswi mengikuti pelajaran dengan seksama seperti biasa. namun tidak dengan Alvin. Di sudut gedung sekolah dia sedang di kepung beberapa kakak kelas di sekolah itu. dan tidak sengaja Rasya mendengar keributan di sudut gedung sekolah ketika akan pergi ke toilet. dan Rasya pun melihat alvin sedang di hantam senior nya.


Buuuughhhhhh...... Aghhhhhhh terdengar suara bogem seorang anak laki laki lebih tinggi dari Alvin telah menghantam perut Alvin dengan kuat membuat alvin meringis kesakitan.


"denger ya vin, kalo loe sampai mainin perasaan adek gue, gue gak akan segan segan buat loe keluar dari sekolah ini. "


Pada akhirnya jam sekolahpun berakhir. mereka mulai keluar berhamburan dari sekolah mereka untuk pulang ke rumah mereka masing-masing..Akan tetapi Rasya tetap di sekolah. dia terlihat gusar dan terlihat melihat-lihat setiap anak yang keluar dari gerbang sekolah.


" hay, my dear.....lagi nungguin gue ya? " ucap alvin di sebelah Rasya berdiri. sambil memonyongkan bibirnya 5 cm Rasya pun menjawab ucapan Alvin dengan sangat jengah.

__ADS_1


" nie.... gue kembaliin payung loe... and thanks for that" ucap rasya sambil berlalu dari hadapan alvin namun dengan sigap alvin memegang pergelangan tangan Rasya yang langsung di tatap Rasya dengan tatapan tajam dan sengit.


"lepasin tangan gue vin, gue nggak mau jadi bahan gossip seantero sekolahan ini ya!!!" bentak Rasya yang berusaha melepaskan genggamannya. namun dengan satu hentakan tangan Alvin menyeret tangan Rasya lebih dekat dengan wajahnya. beberapa detik Alvin dan Rasya saling bertatapan dan keduanya merasa degub jantung yang tak beraturan membuat mereka tak bergerak sedikitpun. dan detik berikutnya seseorang membuyarkan lamunan mereka.


"cie... cie... cie... jadi gini ternyata! kalo di dalam sekolah seperti Tom n Jerry tapi kalo di luar sekolah seperti perangko? " ucap Dafa yang sontak membuat mereka kalang kabut dan melepas genggamanya dan merasa canggung di depan dafa.


" eng... enggak kok daf.. jangan salah paham... anu.. uhmm itu.. barusan... Alvin cuma isengin gue! " ucap Rasya menjelaskan. namun sebaliknya dengan Alvin yang tersenyum ke arah Dafa dan Rasya kemudian pergi belalu tanpa sepatah kata yang membuat Rasya semakin kesal dengan sikap Alvin.


" tenang aja kok sya.... kalaupun ada apa apa its okay, its good for u! jadi jangan selalu terlihat seperti kucing dan anjing. " ucap dafa seolah-olah dia benar-benar mendukung hubungan mereka.


" apa-apan sih mereka ini, nyebelin banget" gerutu Rasya dalam hati.

__ADS_1


Rasya pun kembali ke rumahnya. hari demi hari, minggu ke minggu, pun terasa cepat berlalu. tak terasa mereka akan memasuki ujian akhir semester untuk menentukan akhir kelulusan mereka.


__ADS_2