Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Harus Apa?


__ADS_3

🍀🍀🍀


Sore hari..


Teman Andre masuk ke ruangan Andre lagi dan Andre meminjam Hp miliknya. Baru saja ia akan memasukkan kontak Yuli, namun tiba-tiba Hp milik Andre bergetar. Ia mengambil Hp miliknya yang ada di atas meja.


Jantungnya berdegup kencang saat melihat nama yang tertera di layar Hp nya.


"Kenapa?" tanya temannya yang bingung melihat reaksi Andre


Andre tidak menjawab, ia langsung mengangkat telfon tersebut


"Yuli! Kau dimana!"


"...." tidak ada sahutan


"Yuli?! Jawab aku, katakan kau dimana sekarang?"


"Lah? Yuli?" temannya penasaran


Andre terus bertanya, tapi tidak ada jawaban dari seberang sana


"Yuli? Jawab aku, Yuli. Kumohon!"


"...."


"Yuli, aku mengkhawatirkanmu! Jawab aku"


'Tut Tut Tut' telfonnya terputus


Nafas Andre serasa tertahan, ia kesulitan berbicara. Ia pun langsung menelfon kembali nomer Yuli


"Nomor yang anda tuju...."


"Aaaarrghhhhh!" Andre serasa ingin membanting Hp nya


"Bagaimana? Nomernya sudah aktif?"


"Sudah tidak aktif lagi" jawab Andre yang mulai putus asa


Disisi lain Yuli terduduk di lantai, ia menahan air matanya. Ia merasa bahagia saat Andre mengatakan khawatir padanya.


Yuli kembali mematikan Hp nya dan meletakkannya di lemari. Ia pun langsung mengambil Hp nya yang lain untuk mengalihkan perasaannya yang sedang tidak karuan.


Setelah sarapan tadi Yuli terus gelisah hingga memutuskan untuk mengaktifkan kembali Hp lamanya dan memberanikan diri untuk menelfon Andre.


Ia tidak bisa berkata-kata saat Andre mengangkat telfonnya, ia mendengar suara panik dari Andre. Ketika Andre mengatakan khawatir terhadapnya, Yuli semakin tidak bisa berkata apa-apa.


Suara yang ia rindukan, akhirnya ia mendengarnya kembali. Pondasi pertahanan Yuli mulai goyah.


"Andre.." lirihnya

__ADS_1


"Apa yang harus ku lakukan? Apakah dia mulai membuka hati padaku?"


"Tidak tidak, dia pasti khawatir padaku sebagai sahabatnya saja"


"Tidak tidaaak. Aku tidak pantas bersanding dengannya. Sadarlah Yuli!"


Yuli membenamkan wajahnya di bantal


"Aku yang sudah tidak punya kegadisan lagi mana pantas bersanding dengan Dokter sepertinya. Aku sudah tidak suci..." mata Yuli mulai panas


"Aku tidak pantas untuknya... Tidak pantas. Jika waktu bisa di putar ulang, aku tidak akan pergi kesana dan aku pasti masih per*awan"


"Aku tidak pantas, sebaiknya aku tidak perlu kembali" dengan suara lemas Yuli berusaha tertawa, menertawakan kebodohannya sendiri


"Enyahlah dari hatiku, Andre! Enyah sana! Kau menyiksaku, hiksss"


"Pergiiiiiiiii!"


Yuli memukuli kasurnya dan sesekali meremas bantalnya


"Kenapa kau tidak bisa ku buang?! Kenapaaaaaa?!"


"Aaaaaaaaaaarghhhh! Aku benci diriku!"


***


"Andre"


"Mungkin hanya halusinasiku saja" ucapnya pelan


"Eeee pakai Hp ku saja"


"Apa dia sebegitu bencinya terhadapku? Apa salahku?"


"Andree"


"Sudah ku katakan, tinggalkan aku sendiri"


"Tapi-"


"Aku butuh waktu sendirian"


"Hmmm baiklah, kalau ada apa-apa kabari aku"


Andre hanya mengangguk. Temannya itu pun langsung keluar dari ruangan Andre, ia prihatin pada Andre


Sementara itu Andre mulai patah semangat untuk menghubungi Yuli


"Apa dia sengaja menghindariku?"


"Tapi aku tidak tau dimana letak kesalahanku. Jika dia tidak membenciku, lalu kenapa dia menghilang dari kehidupanku secara tiba-tiba"

__ADS_1


***


"Andre! Aku merindukanmu, hiksss. Aku merindukanmu, aku tidak dapat lagi berbohong!" Yuli menyeka air matanya


"Kenapa kau tidak pernah peka sedikitpun? Sekarang aku harus bagaimana? Dekat denganmu aku merasakan sakit, tapi jauh seperti semakin membuatku gelisah dan tidak bisa tenang. Aku harus bagaimana?"


"Aku harus bagaimana?"


***


"Tanpa sadar aku sudah hampir gila gara-gara kepergianmu yang seperti ini. Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai orang penting di dalam hidupmu sampai-sampai kau berbuat seperti ini?"


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku tidak mengerti kenapa hatiku terus gelisah" Andre memijat pelipisnya


"Hmmm, benar. Semenjak kepergian Yuli, aku terus memikirkannya hingga aku tidak menyadari bahwa aku tidak memikirkan Puspa lagi. Apa dia baik-baik saja sekarang?"


"Yuli, apa kau benar-benar ingin pergi dariku? Jika memang benar, maka dengan berat hati akan ku kabulkan"


***


Yuli mengambil kembali Hp lamanya dan mengaktifkannya, dengan tangan yang gemetar dan jantung yang berdebar ia mencari kontak Andre


***


Hp Andre tiba-tiba mati. Andre mengusap wajahnya yang lesu, ia lupa tidak mengecasnya dan sekarang Hp nya mati kehabisan Baterai


Andre tidak mempedulikan itu, saat ini merasa sedih, kecewa dan perasaannya seperti di aduk-aduk. Ia pun mengabaikan Hp-nya


***


Yuli menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Perlahan-lahan ia menekan tombol untuk menghubungi nomer Andre. Yuli memejamkan mata saat jarinya berhasil.


"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi-"


Yuli kecewa saat nomer Andre tidak bisa di hubungi. Ia pun mencobanya lagi dan hasilnya tetap sama


"Hmmm..." Yuli kembali sedih


***


"Kenapa kau menghindariku..." gumam Andre, ia meletakkan wajahnya di meja dan tangannya ia gunakan sebagai bantalnya.


Perlahan-lahan matanya tertutup dan Andre mulai tertidur.


"Yuli..." dalam tidurnya ia mengigau


"Yul... Kembali.."


***


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku harus apa" dengan suara bergetar

__ADS_1


"Aku tidak tau.. Aku harus apa..."


__ADS_2