
sore itu hujan lebat melanda negri kecil itu. Rasya terjebak di kampusnya karna dia tidak membawa payung ataupun jas hujan. meskipun apartment Rasya hanya beberapa block dari kampusnya tapi Rasya lebih memilih menunggu reda. bukan karna apa.. memang dari kecil Rasya tidak bisa sedikit saja kena air hujan.karna kalau itu terjadi di pastikan keesokan harinya Rasya akan demam tinggi... hmmm bodo' amat lah yah author bikin cerita aneh aneh bae.... orang udah dewasa kena hujan demam pulaaaa... hehehe imaginasi aja okay.. 😁
dilihatnya langit masih terlihat mendung, jam di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul 4 sore... tiba-tiba sekelebat dejavu.. teringat sore itu... hal serupa terjadi..
"andai saja.... "
" andai saja...apa?jangan terlalu suka berandai andai.hal itu bisa buat kamu hanya bisa punya mimpi tapi tak mau berusaha! " ucap Alvin di samping Rasya yang mem buat Rasya melirik tajam dan sedikit bergeser menjauhi Alvin.
" ngapain loe disini... get lost! ucap Rasya ketus. mendengar umpatan Rasya, Alvin hanya tersenyum kecil dan meletakkan sebuah payung di samping Rasya dan melangkah pergi. namun ketika beberapa langkah Alvin behenti dan membalikan tubuhnya dan menatap Rasya yang sedikit gugup karena mendapat tatapan Alvin yang mendadak.
"jam 7 kamu siap siap okay. aku bakal jemput kamu makan malam. ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. dan tolong tepat waktu dan jangan menolak... karena aku tidak suka penolakan! pakailah payung itu.hujan seperti ini akan sangat lama " kemudian dengan langkah tegas... Alvin meninggalkan Rasya yang terbengong dan membuatnya tidak punya waktu untuk menjawab ucapan Alvin yang sudah berlalu dari hadapannya.
apa apaan nih cowok.. bisa bisanya dia ngajak ngedate batin Rasya dengan mata menyipit.
"huuffff kenapa sih nggak reda - reda.... 🙁" ucap Rasya sambil melirik ke arah payung. mau tak mau Rasya memakai payung yang di berikan Alvin.
sedang jauh dari pandangan Rasya,seseorang tengah tersenyum memerhatikan semua tingkah Rasya.
dalam diam dia merasa seperti lalat yang terus mengikuti ke mana Rasya pergi tanpa sang empu tau. sesuai dengan janji kepada mama Rasya. Alvin mengikuti Rasya kemanapun dan tentunya untuk menjaga Rasya dari hal hal yang buruk hingga sampai di apartment Rasya barulah Alvin pulang kerumah. ini hari pertama Rasya tak luput dari pengawasan Alvin dalam bayangan. entahlah apa yang di pikirkan Alvin... author juga lagi nebak...😌😌😌
sampai rumah Rasya membaringkan tubuhnya di atas kasur,di liriknya handphone dan menggerutu. dan mendial nomor sesorang... dan setelah terhubung..
"mamaaaaaa.... rengek Rasya merasa kesal dengan mamanya... mama kenapa nggak sms atau call Rasya sih maaa kalo udah sampai! "berondong Rasya tanpa memberi celah sedikitpun pada mamanya.
" maafin mama sya... mama soalnya sibuk karena ada dadakan buat gaun prewedding, dan gaun pengantin jadi mama langsung ke boutique dan nggak sempat hubungi kamu nak"
"alright " ucap Rasya mengalah.
" mama... tadi waktu pulang kuliah Alvin nyamperin Rasya ma... dia ngajak Rasya makan malam katanya ada yang mau dia omongin" adu Rasya pada mamanya. yahh Rasya tergolong manja ketika bersama mamanya. baginya mamanya bisa mengerti dia yang terkadang Rasya merasa mamanya bisa memposisikan seperti seorang sahabat yang bisa dengan bijak memberikan masukan dan pendapat. hal itu yang membuat Rasya merasa nyaman dan terbuka kepada mamanya.
"nak Alvin mengajak makan malam? uhmmm itu hal bagus nak,mungkin nak Alvin ingin menjelaskan semuanya dan meminta maaf padamu secara langsung,jangan terlalu membencinya Rasya, karena pepatah bilang.. benci jadi cinta loh" ledek mama Rasya
"ihhhh apaaan sih mama ni,ogah Rasya jatuh cinta sama dia. sejak dulu juga Rasya sama Alvin betantem terus!"
"jodoh dan maut kita semua tak ada yang tau bahkan sesuatu hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin apabila allah berkehendak Rasya. Jadi jangan ngomong seperti itu ya? saran mama, kasih kesempatan untuk nak Alvin "
__ADS_1
" baik ma" ucap Rasya patuh pada mamanya dan selang beberapa menit mama Rasya mengakhiri percakapan mereka karena mama Rasya sedang sibuk.
waktu menunjukkan pukul 6:45 pm,dengan tampilan short dress di atas lutut warna merah maroon dngan lengan panjang dan mengenakan kalung liontin pearl silver yang mempercantik leher jenjangnya dan high heels 7cm membuat Rasya seperti seorang model. dengan rambut lurus dan parasnya yang putih dan bibir kecil berwarna pink dengan balutan lip gloss membuat semua yang melihat kecantikan alami Rasya tentunya tidak akan berkedip.
tingtong..... (bel apartment Rasya berbunyi)
tak menunggu lama Rasya membuka pintu dan sesaat mata mereka beradu(sama sama mengagumi dalam hati. sekian detik mereka tersadar dari lamunan dan sedikit canggung .
"kamu dah siap? aku tunggu di bawah" ucap Alvin tanpa expresi meninggalkan Rasya yang lagi lagi bengong mencerna ucapan Alvin yang lugas, padat dan jelas.
sedang di dalam lift Alvin menghebuskan nafasnya lega. di rabanya dadanya yang seolah melompat dari tempatnya.. jantungnya memicu 2x lebih cepat dari biasanya. sejenak Alvin menutup matanya.. membayangkan wajah Rasya yang tiba-tiba muncul dalam benaknya... senyumnya, wajah polosnya, bibirnya yang sexy, lekuk tubuh Rasya yang bak model sedikit tersenyum ketika membayangkan Rasya sampai suara lift berbunyi.... ting
saat pintu terbuka tepat di depannya Rasya buru buru masuk Karena dia takut tidak berjumpa Alvin karena alvin tidak mengatakan dengan jelas dimana dia harus menunggu dan juga Rasya tidak tau mobil mana yang Alvin kendarai. karena terburu buru... Rasya tidak memperhatikan seseorang yang berada di dalamnya dan
bruuukkk....
__ADS_1
tubuh Rasya terhuyung ke belakang lift dimana seseorang menahan tubuh Rasya dengan pelukan dan persekian detik mata mereka saling beradu dan melebar bersamaan karna saat ini bibir Rasya tepat berada di bibirnya.
dengan cepat Rasya mendorong tubuh laki-laki itu.
"uhmmm sorry aku nggak sengaja! " uncap Rasya menunduk tak berani menatap wajahnya.
" hmmmmm" ucap Alvin dingin dimana dia sedang memikirkan hal hal yang memicu degub jantungnya yang tak beraturan.
"sial..kenapa gue bisa lupa nggak mencet tombol lift itu... bego'.. bego' loe Alvin "ucap Alvin meruntuki dirinya sendiri.
kalo gini terus gue bisa mati kena serangan jantung... omg... Alvin pun merasa ada yang terasa sesak di bawah sana.... uhmmm hufffffff "batin Alvin yang menghembuskan nafasnya kemudian.
sedangkan Rasya memikirkan apa yang barusan terjadi.
" ihhhh kenapa ni bibir main nyosor aja sih... gue kan maluu. mamaaaa tolong Rasya "rengek Rasya dalam hati.
setelah sampai di lobby Alvin menyuruh Rasya menunggu karna dia akan mengambil mobil di parkiran.
kira kira mau kemana mereka yaaa? hehehe... tunggu kelanjutannya ya readers.... disini Rasya bakal di buat kesel terus sama Alvin..... please dukung author donk.. kalo ada kritik dan saran yang membangun silahkan comment yaahh.. see u the next episode....
__ADS_1