Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Harapan Baru Andre


__ADS_3

Puspa masuk ke rumah, ia tersenyum dan terus menyentuh keningnya


"Sudah sejauh ini ya" gumamnya. Ia pun segera mengambil sapu dan bersiap bersih-bersih.


***


Andre berjongkok di depan pagar rumah Yuli. Semakin hari ia semakin merasa tidak karuan. Andre tidak mengerti kenapa ia seperti itu, ia terus memikirkan dimana letak kesalahannya namun tak kunjung ia dapat.


"Yuli..." lirihnya


Tetangga yang pernah membantu Yuli pun merasa kasihan pada Andre yang setiap harinya selalu mengunjungi rumah Yuli tersebut. Ia mau menolongnya, namun ia benar-benar tidak tau kemana pindahnya Yuli.


Tanpa sadar Andre menitikkan air mata, ia merasakan dadanya sesak dan ia mulai sadar ia telah kehilangan sosok penting di hidupnya


"Yuli..."


Dalam pekerjaannya ia kehilangan potensinya sebagai Dokter yang profesional, ia pun hampir mencelakai pasiennya dengan memberi resep obat yang keliru, sejak itulah ia sadar bahwa Yuli adalah sosok penting baginya hingga mampu mengacaukan fikirannya


"Yuli... Kembalilah. Aku mohon"


Disisi lain Yuli yang sedang sarapan tiba-tiba merasakan hatinya seperti di gelitik dan agak sesak. Tiba-tiba bayangan Andre melintas di otaknya.


Beberapa menit ia terdiam dan merasakan perasaan aneh.


"Tidak tidak tidak. Ini tidak nyata. Mana mungkin aku merindukannya, kan?" Yuli melanjutkan sarapannya dan mengabaikan perasaan anehnya


Setelah 1 jam, Andre menuju tempat kerjanya. Sesampainya di sana temannya sedang berdiri di pintu ruangan Andre


"Kau baik-baik saja?"


Andre tersenyum


"Aku baik-baik saja"


Saat akan membuka pintu, tangan Andre di tahan

__ADS_1


"Kurasa kau sedang tidak baik-baik saja, kau mulai aneh. Andre, sebaiknya jika ada masalah jangan disimpan sendirian"


"Aku benar baik-baik saja"


"Andre! Kau tidak baik-baik saja, kau hampir membunuh pasienmu karena salah memberi resep obat. Kau juga manusia biasa, mahluk sosia. Jadi berhentilah seperti ini. Kau bisa saja di pecat bahkan kau akan kehilangan gelar kedokteranmu"


Andre terdiam, ia masuk ke ruangannya dan mengabaikan apa yang di katakan temannya.


"Aaaaaarghhhh!" Andre membanting kalender di mejanya


5 menit kemudian


Temannya itu tak tinggal diam, ia mencoba membuka pintu dan ternyata tidak kunci. Ia pun masuk ke dalam ruangan Andre dan melihat Andre duduk dilantai dan air mata sudah membasahi wajahnya


"Andre!"


Andre tidak menanggapi temannya, yang ia rasakan hanyalah kerinduan pada Yuli dan berharap ia bisa bertemu dengannya


"Kenapa kau di lantai" ia membantu Andre untuk duduk di kursinya.


Ia merasakan suhu tubuh Andre yang tinggi


"Yuli.." lirih


Temannya terkejut saat Andre menyebut nama itu,


"Yuli? Bukankah dia teman gadisnya?"


"Braaak!"


Andre tiba-tiba menggebrak mejanya dan meremas rambutnya. Temannya langsung mencekal tangan Andre


"Andre! Tenanglah!"


"Bagaimana aku bisa tenang, Toni! Katakan bagaimana aku bisa tenang, kau tidak mengerti!"

__ADS_1


"Aku juga tidak mengerti" dengan suara lemah


Temannya langsung melepas tangan Andre. Andre mengusap kasar wajahnya dan terus berlinang air mata


"Andre, kau sedang demam" ucap temannya itu


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin dia kembali"


"Aku ingin Yuli kembali..."


"Aku ingin dia kembali"


Temannya kebingungan, ia tidak mengerti.


"Baiklah, hubungi dia saja"


"Bagaimana aku bisa menghubunginya?! Semua akunku dan teman-temannya telah ia blokir!" Andre merasa sakit karena bayangan Yuli selalu menghampirinya


Temannya nampak berfikir


"Nah, kau bisa menggunakan akunku. Siapa tau dia tidak memblokirku"


Andre seperti menemukan harapan baru.


"Benar, selama ini aku tidak terfikir akan hal itu"


Andre menyeka air matanya


"Kau seperti anak kecil, nanti aku akan kemari lagi. Jadi beristirahatlah, atau mau ku ambilkan obat demam untukmu?"


Andre menggeleng. Ia sudah tenang.


"Baiklah, beristirahatlah. Jika butuh sesuatu hubungi aku. Pasienku sedang menungguku"


Temannya menepuk bahu Andre sambil tersenyum

__ADS_1


"Yang akan menjadi milikmu tidak akan menjadi milik orang lain, kok. Aku memang tidak tau apa yang terjadi tapi kau pasti sangat menyayangi gadis itu" ucapnya sebelum keluar dari ruangan Andre


"Yuli..."


__ADS_2