
🍀🍀🍀
1 bulan berlalu...
Arga usai mengumpulkan skripsinya, ia berpositif thingking skripsi yang ia ajukan pasti akan mendapat nilai yang memuaskan, karena ia juga sudah berulang kali mengecek dan merevisi sampai dirasa benar-benar sempurna.
Ilham pun sudah keluar dari Rs dan mulai bekerja walau Ibunya menyuruhnya istirahat terlebih dahulu. Ilham menolaknya karena ia ingin bekerja lebih giat untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi mencapai tujuannya yaitu mempersunting Puspa.
Meski ia belum melamar Puspa, ia optimis bahwa Puspa pasti masih memegang ucapan mereka saat kecil tentang pernikahan mereka berdua.
Puspa akhirnya menemukan pekerjaan sebagai pelayan di warung yang lumayan ramai pengunjung.
🍀🍀🍀
07:00
Puspa menghirup udara pagi, ia menutup pintu rumahnya dan mulai melangkah menuju tempat ia bekerja.
Sebuah nada dari notifikasi membuat Puspa langsung meraih Hp yang ia letakkan di tasnya.
'Selamat pagi Cinta, tariklah kedua sudut bibirmu membentuk sebuah senyuman yang semakin mempercantik wajahmu... Selamat bekerja' Puspa tersenyum samar saat melihat isi pesan WhastApp dari Ilham.
Tetapi yang sebenarnya ia harapkan adalah sebuah pesan dari Arga, sudah 20 hari mereka tidak bertemu, sesekali Arga mengirim WA pada Puspa yang isinya meledek bahkan terkesan seperti sedang memerintah layaknya seorang majikan pada pelayan. Tapi ia juga masih marah pada Arga, dan ia tidak akan menghubungi Arga sebelum Arga dulu yang menghubunginya.
Puspa tidak mengerti 1 minggu ini Arga tidak ada kabar membuat hatinya sedikit khawatir.
__ADS_1
Puspa menghela nafas lalu membalasa WA dari Ilham
'Selamat pagi juga, terimakasih'
Disisi lain, Ilham yang baru masuk ke mobil taxi-nya tersenyum saat melihat notifikasi pesan dari Puspa. Dengan cepat ia membuka pesan itu dengan senyum yang merekah, seketika wajah Ilham sedikit muram saat melihat isi pesan Puspa.
Hatinya berdesir, merasa balasan Puspa tidak seperti yang ia harapkan. Ilham menepis perasaan sedihnya itu, ia kemudian mengirim emoticon Love (💖) dan juga emoticon Kiss Love (😘) pada Puspa.
Tidak lama pesan Puspa masuk dan hanya berisi emoticon senyum (😊).
Ilham menahan sesak di dadanya, ia melihat jam dan segera melajukan mobilnya.
🍀🍀🍀
"Jadi bagaimana, mau lanjut di Indonesia atau di Luar Negeri?" Tanya Mama Arga di meja makan.
"Biarkan aku makan, atau aku makan di luar saja" imbuh Arga.
Orang tuanya hanya saling menatap, melihat sikap Arga yang semakin dingin dan perlahan mulai menjauhi keluarganya.
Orang tuanya pernah bertanya mengapa Arga bertingkah seperti ini, seperti biasa jawaban Arga hanya "Hm. Percuma saja jika kalian tau alasannya".
Arga langsung pergi dari meja makan padahal makanannya belum habis. Ia meraih Hp nya, tidak ada notif pesan sama sekali.
(Wkwkwk ini cowok ganteng-ganteng Hp nya kok sepi ya😂.)
__ADS_1
Pandangannya terus memandangi chating terakhir dengan Puspa 1 minghu lalu.
"Perempuan itu benar-benar tidak menghubungiku" Arga menghela nafas kasar. Menyesali ucapannya 4 hari lalu itu.
Oke kita ke flashback on.
Arga dan Puspa sudah saling memyimpan kontak WhatsApp, Puspa juga menyimpan kontak Ilham.
Malam hari, Arga dan Puspa tengah Chatingan walau pesan yang mereka kirim terkadang berisi umpatan, dan juga Arga yang memerintah Puspa mengerjakan pekerjaan rumah atau lainnya.
Mereka berdua menemukan kenyamanan, tapi mereka sama-sama menyembunyikannya dan berfikir ini adalah hal yang sangat biasa dan bukan tentang perasaan yang akan berujung pada cinta.
Puspa terkejut saat Arga tiba-tiba menelfon Puspa, ia segera menjawabnya.
Puspa : "Halo Tuan, ada apa?"
Arga : "Hm. Aku tidak butuh izin darimu" (Ketus)
Puspa hanya menahan emosinya.
Hening...
Arga : "Boleh aku bertanya sesuatu?"
Puspa : "Sejak kapan seorang Tuan Muda perlu izin? , hahah"
__ADS_1
Arga : "Puspa, aku tidak sedang bercanda. Aku serius"
Puspa yang tadinya terkekeh seketika terdiam. Puspa duduk di kursi dengan raut wajah yang sedikit tegang dan detak jantungnya berpacu dengan cepat.