
sedikit informasi tentang George... George adalah anak mafia yang tak pernah tersentuh oleh hukum. ayah George adalah seorang mafia dan begitu banyak bisnis gelap yang digelutinya... seperti perdagangan senjata api dan masih banyak lagi bisnis yang hampir semua berkaitan dengan perdagangan wanita untuk dijadikan budak pemuas nafsu. dan George sudah mengikuti jejak ayahnya yang hanya berfikir semua dapat di lakukannya dengan mudah. akan tetapi ketika bertemu dengan Rasya, 3 tahun yang lalu membuat George merubah semua kebiasaan buruknya. kalian tau kenapa? itu karena CINTA.
ya... George sudah jatuh cinta dengan Rasya, mereka sempat menjalani hubungan selama 6 bulan saja karena akhirnya Rasya mengetahui semua tentang George dimana dia mendapat bukti-bukti kuat tentang George yang melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain, dan bukti ketika George sedang melakukan tindakan criminal dengan menggunakan senjata api. dan hal itu membuat Rasya meninggalkannya dan memilih untuk berpisah dengan George meskipun George tak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Rasya kembali namun semua sia-sia karena Rasya sudah tidak mencintai George.
sudah beberapa jam lalu dia terduduk lemah di lantai kamar villanya yang megah. di tatapnya lantai dengan sedikit bercak darah segar yang menetes dari hidungnya akibat pukulan sang dosen.
"Sya... i'm sorry" batin George yang menyadari akan kesalahan yang sudah di lakukannya.
"but... am promise i will never let u go from me. i will get u! " senyum tipis George dengan tatapan kosong. kemudian dia bangun dan menghubungi seseorang.
*****
keesokan harinya Rasya bangun pagi, mandi dan bersiap-siap lalu terdengar suara ketukan pintu dari luar pintu kamarnya ketika dia sedang duduk di depan meja rias.
__ADS_1
"Sya.. " ucap Lyeana setengah berteriak.
" yea Lye... masuk aja.. pintu nggak di kunci. " jawab Rasya.
cekleeeeeeek...
" loe dah siap? gue bawain sarapan sekalian sya? "ucap Lyeana.
" ahh. elo Lye.. repot-repot amat bawain sarapan. gue kan bisa sarapan di kantin." ucap Rasya sedikit tak enak hati sama Lyeana yang begitu baik padanya.
" terima kasih" gumam Rasya sambil melihat sahabat baiknya melangkah keluar kamar.
beberapa menit kemudian Rasya turun dan segera menghampiri Lyeana yang sudah berada dalam mobil. Rasya segera masuk ke mobil dan mereka pergi bersama ke kampus. sesampainya di kampus Rasya buru-buru pergi ke dalam kelasnya. Dia begitu was-was jika tiba-tiba George datang menemuinya lagi. saat beberapa jam berlalu... tiba-tiba beberapa teman-teman rasya di luar terlihat sedang buru-buru berlari ke suatu arah yang membuat beberapa teman kelas Rasya pun penasaran dan berhambur keluar. Dimana tepat di area lapangan basket dua orang laki-laki sedang Baku hantam. semua teman-teman Rasya ataupun dosen tak berani melerainya karena mereka tau siapa salah satu laki-laki yang sedang baku hantam itu. namun sebuah teriakan melengking dengan lantangnya membuat mereka berhenti seketika dan menoleh ke asal sumber suara
__ADS_1
"STOOOOOOOOOOP IT!! " teriakan Rasya lantang dan mereka berduapun menghentikan perkelahian itu tiba-tiba dan Rasyapun menghampiri mereka berdua. dengan wajah penuh luka dan lebam, Rasya melihat mereka dengan tatapan penuh pertanyaan.
" what happened actually? Do u know what u both are doing here? loook around... dont be childish and stupid. i hate this( apa yang sudah terjadi sebenarnya? apakah kamu tau apa yang sudah kamu berdua lakukan disini? lihat sekitar... jangan seperti anak kecil dan bodoh. aku benci ini) " ucap rasya lantang.
lalu dengan langkah pasti Rasya mendekati George.
" plaaaaaaaaaak" sebuah tamparan mendarat di pipi George yang membuat tangan Rasya begitu panas. Dengan tatapan tajamnya Rasya mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga George.
"this thing are worth to people like u! after all u did to me yesterday! please don't ever disturb my life again. "(hal ini Pantas untuk orang sepertimu! setelah semua yang sudah kamu lakukan kemarin! kumohon jangan pernah ganggu kehidupanku lagi.)
setelah mengatakan hal itu Rasya menghampiri Alvin dan memapah dan membantunya untuk ke ruang UKS di sisi lain tatapan George begitu nanar.... rasa cemburu dan kebencian yang terpancar begitu menakutkan, sambil mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya.
"shiiit..... " gumam George
__ADS_1
dan beberapa jam kemudian Alvin di panggil untuk ke ruangan rector dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.