Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Selamat


__ADS_3

Kelas X yang ada di lantai dasar di kejutkan dengan jatuhnya sesuatu dari ketinggian yang melintas di pinggir tembok. Sontak para siswa yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri terkejut. Mereka terdiam sejenak. takut itu hanya halusinasi.


"Kau lihat itu?"


"Ya. Kau juga lihat?"


"Wah bahaya. Itu bukan halusinasi. Apa yang jatuh itu." Heboh salah satu siswa yang menyebabkan kericuhan dalam kelas itu. Mereka berbondong-bondong keluar kelas dan ada pula yang naik ke atas meja , namun sayangnya jendelanya terlalu tinggi.


Akhirnya serempak siswa dalam kelas itu keluar. Ada yang melapor pada Kasek dan juga ada yang keluar lewat gerbang setelah minta izin pada Satpam.


Kelas XI yang melihat adik kelasnya berhamburan heran. Pasalnya kelas XI terkenal dengan siswanya yang dominan cuek dan suka memakai headset atau alat lainnya seperti Laptop, dkk. Jadi mereka tidak menyadari ada yang yang melintas tadi.


***


"Hah hah hah.. Permisi pak. Ada sesuatu jatuh dari atas." Salah satu siswa melapor dengan nafas yang terengah-engah.


"Apa? dari atas?" Panik Kasek.


"Tunggu. Arga dan Puspa tadi kemana?"


Kasek menggelengkan kepalanya.


Papa Arga terbelalak.


"Jangan-jangan.. Itu mereka di atap. Dan jatuh!!" Papa Arga langsung lari menuju atap gedung sekolah di ikuti Kasek dan siswa yang melapor tadi.


Ia panik, karena tau bahwa Puspa pasti sedih gara-gara ulah istrinya itu. Tidak menutup kemungkinan Arga dan Puspa bertengkar. Itu yang di duga oleh Papa Arga.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Para siswa kelas X terperangah saat melihat apa yang jatuh tadi di belakang gedung. Mereka terdiam. Menatap satu sama lain.


Lalu mereka menatap arah atas atap gedung mereka makin terkejut. Ada yang pingsan saking shock melihat itu.


***


"Puspa.. Ulurkan tangan kirimu."


"Hikss.. Tuan aku takutt.. Hiksss" Puspa sudah berkeringat. Ia menangis tersedu-sedu karena tubuhnya yang bergelantungan dan di tahan oleh Arga yang berusaha menariknya.


Puspa makin takut menatap ke bawah dimana batu-batu itu seakan-akan siap menerima jatuhnya tubuh Puspa.


"Jangan bergerak berlebihan. Tenang dan ulurkan tangan kirimu." Puspa yang tadinya terus bergerak mencoba tenang walau itu sesuatu yang sangat sulit karena di kuasai rasa takut.


Puspa mengulurkan tangan kirinya. Arga menarik Puspa dengan tenaga yang ia punya.


"Tuan.. Hiksss aku akan mati"


"Tutup Mulutmu.. Eeerrr" Arga mengerahkan seluruh tenaganya.


Para siswa kelas X yang menyaksikan itu terlihat tegang bahkan sampai tahan nafas. Jika Puspa terjatuh, maka matilah dia dalam sekejap. Karena di tanah terdapat banyak batu.


"Aarrghh" Dalam satu kali tarikan Puspa berhasil di angkat dan mereka terjatuh di lantai atap dengan posisi Puspa menindih tubuh Arga.


Papa Arga dan kasek juga satu siswa yang melapor tadi terdiam saat sampai di atap gedung dan menyaksikan Puspa menindih tubuh Arga.

__ADS_1


Puspa memeluk tubuh Arga. Arga dapat merasakan tubuh Puspa yang bergetar dengan isakan tangis.


Para siswa yang menonton aksi itu bernafas lega. Setidaknya tidak terjadi kasus kematian di sekolahnya.


Perasaan Arga lega setelah berhasil menarik Puspa. Ia memejamkan matanya tapi tangannya membalas pelukan Puspa untuk menenangkannya.


Arga mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal dan membuka matanya perlahan.


"Hiksss aaku takut.. Hiksss.. Ibu.." Puspa masih dalam posisi memeluk Arga dan memejamkan matanya.


"Kau selamat. Hah hah hah" Ucap Arga lirih. Refleks Arga mencium pucuk kepala Puspa.


Puspa membuka matanya perlahan dan mendongakkan kepalanya.. 2 pasang mata yang saling bersitatap dengan jarak hanya sekitar beberapa Cm saja.


Puspa tersadar.. Ia langsung berdiri. Dan membantu Arga berdiri.


"Maaf.." Puspa menyeka air matanya.


Malu, senang, terharu, shock dan sedih bercampur jadi satu


"Huuffttt punggungku" Arga pura-pura pegal di punggung. Spontan Puspa mengusap dan sedikit memijit punggung Arga.


"Maafkan aku.. Hikss . Maaf" Puspa masih terisak.


"Bisakah kau berhenti menangis?" Puspa melotot walau matanya sangat merah karena tangisnya.


"Kau sudah selamat. " Ucap Arga lembut di sertai rasa bersalah. Nyaris saja Puspa terjun dari sini. Tuhan berkehendak lain melalui perantara Arga yang sigap menahan pergelangan Puspa. Hingga hanya tas nya saja yang terjatuh.

__ADS_1


Tas yang berisi Buku, Botol minum, Tepak nasi dan juga Hp terjatuh tanpa bisa di tolong lagi.


*Sorryy banyak typo😂😂😂*


__ADS_2