
Puspa berlari menyusul Arga. Arga kesulitan menaiki tangga.. Ia terus memegangi pelipisnya.
Puspa yang melihat itu langsung membantu Arga. Namun tangan Puspa langsung di tepis oleh Arga.
"Pergi lanjutkan pekerjaanmu." Arga mengucapkannya dengan nada membentak. Hati Puspa terenyuh.
"Tuan Muda.. Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud begitu."
"Hm."
Setelah sampai di depan kamar, Puspa membukakan pintunya.. Arga pun masuk langsung menutup pintu. Puspa yang tadinya mau ikut masuk pun hanya bisa menatap nanar pintu dari luar.
"Apa yang telah ku lakukan? Hiksss" Puspa menyeka air matanya.
"Maafkaan aku" Tanpa sadar Puspa ikut menangis.. Ia menyender di pintu kamar Arga.
Bi Ina yang melihat itu langsung berlari menaiki tangga
"Ada apa Puspa?" Tanya Bi Ina khawatir
"Aku melakukan kesalahan Bi. Hiksss"
Puspa pun menceritakan kejadian itu...
"Dan kamu ikut menangis? kenapa?"
"Puspa tidak tau Bi. Hiksss"
"Benar.. Kenapa aku ikut menangis saat dia begitu.."
"Sudah sudah.. Ayo bangun.. Mukamu agak pucat Puspa.. Kamu istirahat aja ya.. Biar Bibi yang gantikan kamu"
"Tidak. Puspa akan menunggu disini sampai Tuan Muda mau memaafkan Puspa Bi. Hikss" Puspa bersikokoh menunggu Arga
"Sudah jangan menangis.." Bi Ina mengusap air mata Puspa
Puspa sampai sesenggukan. Rasanya ia telah melukai sesorang yang begitu berharga
🍀🍀🍀
19:00
"Kenapa hatiku terus gusar... Apalagi mendengar tangisannya.. Ada apa ini.." Arga membuka selimutnya kasar.
__ADS_1
Arga tadi menguping pembicaraan Puspa dan Bi Ina.
"Puspa.. Apa dia belum kembali dari depan kamar? " Arga memutuskan untuk bangun dan keluar kamar
'Ceklek' Arga membuka pintu
Ia terkejut Puspa tertidur dengan posisi duduk memeluk lututnya dan bersender di tembok.
"Puspa" Panggil Pelan Arga. Ia mengabaikan pusingnya itu.
Arga berjongkok didepan Puspa. Ia memindahkan rambut Puspa yang berantakan. Terlihat jelas keringat di sela-sela rambutnya itu.
"Dia pasti kelelahan. 1 bulan aku menyuruhnya ini itu."
"Pertama kalinya aku mengucapkan maaf di sertai rasa bersalah" Arga menghela nafas berat
"Puspa bangun" Arga menyentuh tangan Puspam
Dingin
Bagaimana tidak kedingininan.. puspa saja duduk di lantai dan menggunakan baju pendek.
Arga menyentuh pundak Puspa dan menepuknya pelan. Puspa mendongakkan kepalanya.
Pandangan Puspa agak kabur saat menatap Arga. Arga yang melihat Puspa membuka matanya, ia tersenyum tipis.
'Ini tidak nyata.. Dia tidak pernah tersenyum padaku'
"Tuan.." Puspa mengucek matanya.
Makin di kucek makin buram pandangannya.
"Tuan Muda sudah bangun? Tolong maafkan aku... Hiksss"
'Ini benar mimpi saja.. Pandanganku kabur seperti ini'
Tidak mendapat respon, Puspa meraih tangan Arga dan menggenggam erat.
"Tuan Muda aku tidak bermaksud begitu. Hikss maafkan akuu" Tanpa sadar Puspa mencium tangan Arga
Arga mengalami Blushing
Pipinya memanas dan muncul semburat merah tipis saat Puspa mencium tangannya.
__ADS_1
"Ehm. Bangun. Lakukan pekerjaanmu" Arga berusaha cool.
Puspa sadar dan langsung melepas genggamannya.
Arga heran melihat Puspa yang terus mengedipkan matanya.
'Ayo bangun Puspa.. Bangun' Puspa terus menganggap itu adalah di alam mimpi
"Berdirilah Puspa" Puspa menurut berdiri
'Apa ini.. Mimpi aneh'
Arga menuntun Puspa masuk ke kamarnya lalu menuju kamar mandi. Ia menuntun Puspa berdiri di bawah shower.. Daannn..
Wwuuuurshhhhhh
Tetesan air yang deras mengalir dari shower. Puspa menganga di sertai rasa terkejut yang uwow.
Puspa menghentakkan kakinya berulang kali.
Lama-kelamaan pandangannya sudah jernih kembali. Puspa mengusap matanya dan memperhatikan sekelilingnya.. Ia menengok ke atas dan air masuk ke matanya
"Aww tolong" Arga mematikan Showernya
"Segar tidak?" Arga berdiri bersender di pintu
Puspa terbelalak.
"Eh apa ini mimpi?" Tanya Puspa.
"Mimpi apa? Keluar dari kamar mandiku. Sekarang!" Puspa terkejut dan tersadar 100%.
Ia langsung keluar.. Namun saat di pintu, Tangan Arga menghalanginya.
"Pakai handuk dulu. Kau akan membasahi lantai kamarku"
"Kalau begitu Tuan Muda keluar dulu.."
"Heh ini kamar mandi siapa?"
Puspa memainkan jari-jarinya.
Arga menyerahkan handuknya di muka Puspa dan keluar dari kamarnya sambil senyum.
__ADS_1
"Majikan sinting" Gumam Puspa.