
Puspa langsung membuka pakaiannya yang sudah basah dan memakai handuk.
Oh betapa bodohnya dia..
"Lahh kalau aku buka baju.. Aku hanya pakai handuk? Aku.... Aku keluarnya bagaimana.. " Puspa bingung.
Apa harus mengenakan baju basahnya lagi? itu akan meneteskan air di lantai.
10 menit...
Arga lelah menunggu. Ia masuk ke kamar dan melihat kamar mandinya masih tertutup.
"Puspa.. Lama sekali"
" Tuan.. Aku.. Aku tidak bisa keluar" Puspa gugup
"Kenapa?" Arga menautkan alisnya
"Aku tidak pakai baju.. Handuknya pendek" Arga mendengus sebal.
"Menyusahkan" Umpat Arga
"Menyusahkan matamu.. Aku yang kau susahkan.." Umpat Puspa juga
Arga keluar dari kamarnya.. Ya Arga merasa susah baikan..
"Bi Inaaaaaaa" Panggil Arga dari atas lantai 2
Bi ina yang mendengar itu pun langsung berlari menuju asal suara
Arga menghentikan Bi Ina yang hendak menaiki tangga.
"Ambilkan bajunya Puspa dan bawa ke kamarku" Hanya itu.. Arga langsung masuk kembali ke kamarnya
Bi Ina langsung mengangguk dan berlari menuju kamar pembantu.
Setelah mengambil seperangkat pakaian Puspa Bi Ina tercengang.
"Baju? di kamar Tuan Muda? Malam-malam begini? Tuan Muda dan Puspa." Bi Ina menutup mulutnya menggunakan jari-jarinya.
Fikirannya sudah berkelana kemana - mana
"Apa Tuan Muda habis menyiksa Puspa karena kesalahan Puspa tadi sore? Oh ya tuhan.. Puspa... Aduh" Bi Ina berjalan tergesa gesa.
__ADS_1
****
'Tok tok tok'
"Tuan Muda.. Ini pakainnya."
'Ceklek'
"Hm. Jangan berfikir yang aneh-aneh. Oh iya aku mau makan malam Bi. Papa dan Mama tidak pulang malam ini" Arga mengambil pakaian dari tangan Bi Ina dan langsung menutup pintu
tanpa mendengar 1 patah kata dari Bi Ina
"Ya benar.. Positif thingking.. Tapiiii.. Puspa.." Bi Ina masih penasran
Ia menuruni tangga dengan membawa tanda tanya besar di kepalanya
🍀🍀🍀
"Puspa buka kuncinya. "
Puspa membuka kunci pintu kamar mandi.
Arga menyodorkan pakaian itu tanpa melihat arah kamar mandi. Puspa membuka pintu dan dengan cepat mengambil baju itu.
"Apa yaang kau lakukan di dalam hah? lama sekali. Apa kau make up di dalam? Dasar wanita" Arga mengambil remote tv dan duduk di ranjangnya.
"Maaf Tuan Muda.. " Puspa duduk di lantai.
"Duduk di sova sana" Puspa pun menurutinya.
"Tuan .. Saya minta maaf yang tadi itu.. Hiks" Lagi dan lagi Puspa menangis.
Hati Arga terenyuh. Gadis itu menangis dan Arga juga merasa bersalah.
"Hm. Papa dan Mama tidak pulang malam ini. Aku ingin kau melayaniku" Puspa mendongakkan kepalanya.
Jantungnya berdegup kencang dan otaknya sudah berfikiran aneh-aneh. Pipinya merona
Arga yang menyadari ada kesalah fahaman itu langsung berdehem
"Ehem. Bukan melayani proses pembuatan anak maksudnya."
"Lalu?"
__ADS_1
" Bi Ina sedang masak. Bawakan makannya kemari. " Arga menyamankan posisinyaa berselonjoran
"Ohhh itu ya.. Baik"
Puspa berdiri
"Tutup jendelanya." Titah Arga. Puspa pun menutup jendela.
"Ambilkan Hp Ku" Arga menunjukkan menggunakan ujung matanya.
Puspa mengambil Hp Arga yang ada di meja dekat ranjang yang sebenarnya sangat mampu Arga raih.
'Sabar Puspa.'
Akibat ngedumel dalam hati, Puspa tidak fokus dan tersandung ujung karpet. Ia terjatuh ke atas badan Arga dengan posisi dadanya menimpa betis Arga
Hening...
Puspa langsung berdiri dengan gugup
"A- A anu. Itu .. itu.. Emm karpetnya. Ya rapetnya"
"Rapet?"
" ah maksudnya karpet.. Ah iya karpet. Saya tersandung Tuan. Maaf. Mmmm maaf" Puspa Gugup sendiri.. Terlebih saat melihat Hp Arga sudah terjun bebas ke lantai di sebelah ranjang Arga.
Puspa melotot..
Kalau Arga masih bisa menutupi dirinya yang sebenarnya gugup juga. Gumpalan kenyal ituuu.. Wkwkkwkwkw.
"Mati akuu.." Puspa menggigit Bibir bawahnya. Ia meremas ujung bajunya.
Arga mengikuti pandangan Puspa dan ia juga terkejut melihat Hp nya yang sudah tengkurap di lantai.
Ia menatap tajam Puspa.
Ia ingin marah.. Tapi karena dirinya merasa gugup karna dada Puspa yang habus menimpanya.. Amarahnya tidak terlalu memuncak. Ia mengambil Hp nya dan mengelusnya lalu meniupnya
Ia menekan tombol power dan masih menyala
"Untung masih hidup"
"Hehe" Puspa menggaruk kepalnya yang tidak gatal
__ADS_1