Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Mimpi


__ADS_3

"Tuan Muda.. Apakah saya besok boleh sekolah?" Tanya Puspa


"Hmmm?" Arga masih fokus menonton tv


"Besok saya boleh sekolah? Kan hari ini saya sudah cuti"


"Terserah"


"Berarti boleh ya?"


"Hm"


"Terima kasih Tuan Muda..."


🍀🍀🍀


22:10


Arga sudah tertidur dan Puspa kembali ke kamarnya. Ia menyiapkan buku-buku mapel besok.


"Heh Bapak pasti terkejut aku bisa melunasi biaya sekolahku.. Huufttt lagian untuk apa memintaku hadir 2 hari sebelum acara? Apa aku akan di pekerjakan oleh wanita itu? Cih lebih baik aku melayani Tuan Muda Arga daripada wanita itu." Puspa memasukkan satu persatu bukunya


"Dan ya.. Kurasa Bapak sudah jatuh cinta sungguhan pada wanita itu. Tidak ada harapan lagi untukku. Yahh... Kau harus terbiasa hidup seperti ini. Ibu, Joni.. Kalian sedang apa? Rindu padaku tidak? Aku kesepian.. " Puspa merebahkan dirinya di ranjang.


 


Ibu Puspa berdiri dari duduknya untuk meletakkan gunting itu ke atas lemari. Siapa sangka tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan rasanya seperti berputar-putar. Itu efek karena Ibu Puspa telat makan dan kurang istirahat karena kepergian Joni.

__ADS_1


Ibu Puspa memijit pelipisnya dan tetap melangkah hingga ia tak sengaja tersandung kaki kursi di kamarnya itu dan ia jatuh tersungkur dengan posisi gunting yang pas ia pegang di depan jantungnya.


Naas, saat Ibu Puspa terjatuh tersungkur ke lantai, Gunting itu pun lansung menembus kulit halus itu dan mengenai jantungnya. Darah mengalir dari gunting itu juga dari mulutnya.


'Sakit yang menusuk' Itu yang Ia rasakan


"Astaghfirullah astagfirullah" Ia tetap melantunkan kalimah itu dengan kondisi mata makin buram dan nafas berat.


^^^


Puspa terbangun. Nafasnya terengah-engah.


Matanya melihat sekelilingnya.. Rupanya dia masih di kamar pembantu.


Puspa menyeka keringat di dahinya. Puspa mengatur nafasnya..


"Hanya Mimpi.. Mimpi yang buruk... Hikss bagaimana aku bisa memaafkanmu, Pak. Hiksss" Puspa menangis tersedu-sedu.


"Hiksss" Puspa melirik jam dinding masih jam 12 malam. Ia bangun dan menuju dapur untuk minum


"Gelap" Gumam Puspa saat melewati ruang makan.


"Kenapa suasana rumah ini berubah menjadi seperti mencekam.."


Bulu kuduk Puspa berdiri.. Apalagi saat memasuki dapur yang gelap gulita dan hanya ada penerangan dari sinar bulan di balik tirai jendela.


Puspa membuka kulkas. Saat ia membungkuk, Puspa merasa ada seseorang di belakangnya. Puspa lekas berdiri dan menoleh arah belakang. Tidak ada siapapun.

__ADS_1


Jantungnya berpacu dengan cepat. Keringat juga mulai mengalir dari telapak tangan Puspa.


"Ada apa ini.. Suasana rumah ini jadi seram" Puspa panik. Ia membalikkan badan untuk menutup kulkas. Alangkah terkejutnya Puspa saat mendapati sosok Ibunya tengah duduk di di atas kulkas.


"Aaaarrrhhhhhhhhh" Puspa refleks berteriak. Hingga ia menjatuhnya gelas dan airnya .. Puspa terduduk.. Seluruh tubuhnya bergetar.


"Tolllooongggg" Puspa berteriak ketakutan


"Hihihihihi" Sosok Ibunya itu tertawa.


Bagaimana Puspa tidak takut, sosok Ibu di depannya ini berpenampilan seperti kuntilanak dengan darah yang yangmengalir dari bagian dada juga mulutnya. Sosok itu menatap intens Puspa.


Puspa semakin ketakutan.. Ia tidak bisa berdiri karena rasanya kakinya tidak bisa dia kendalikan


"Pergiiiii!!!! Setan terkutuk. Kau bukan Ibuku.. Pergiiiiiii" Teriak Puspa..


Sosok itu melayang mendekati Puspa.. Puspa hanya bisa bergerak mundur


"Jangan mendekat.. Tidaakkkkk!!!"


"Aaarrrrrhhhhhhhh Tollloooongg akuuuuuuuuuu!!!!!"


😲😲😲


"Tidakkk.. Hah hah hah hah hah" Puspa terbangun dengan keringat yang sudha membasahi seluruh tubuhnya. Puspa melihat sekelilingnya.. Ternyata sudah pagi.


"Huuufffttt Bagaimana bisa dalam mimpi pun aku masih bisa bermimpi.. " Puspa bernafas lega.

__ADS_1


Ia melirik jam di hp nya.


" Ya ampun jam 6. Oh ya tuhan kenapa bisa begini.. Haduuhhhh " Puspa langsung bergegas mandi.


__ADS_2