
🍀🍀🍀
Sudah 3 hari, tapi Puspa masih belum sadarkan diri. Arga melihat kalender di hp nya, ia hampir di Yudisium setelah melewati masa sidang skripsi, dan Arga ingin Puspa hadir di acara wisudanya nanti
"Hey, cepatlah bangun, jangan lama-lama tidurnya. Nanti ketika aku wisuda, kau harus hadir disana, menyalamiku dan memberi selamat untukku. Bangun!" Arga mendengus sebal.
'Kkrriett' Pintu terbuka, Jesi dengan langkah kecil mendekat ke arah Arga
"Ada apa?" tanya Arga dingin
"Jesi mau pulang, Bang. Hari ini"
"Lalu?"
"Jesi mau minta diantarkan Abang. Tante yang menyuruhku"
"Aku menolak. Aku harus mnjaga Puspa" tolak Arga.
Jesi mengepalkan tangannya, padahal ia sudah merencanakan sesuatu nantinya saat bersama Arga. Jesi menyentuh kaki Puspa tapi langsung di tepis oleh Arga
"Jangan sentuh dia!. Keluar!"
"Tapi, Bang. Tante menyuruhmu untuk nganterin aku, Bang"
"Kau tuli? AKU MENOLAK"
"Bang, ini Tante yang menyuruhmu, bukan keinginanku semata" Jesi memasang wajah melas
"Keluar sendiri atau ku gunakan kekerasan?"
Jesi membuang nafas kasar, Ia mendekat untuk memeluk Arga, Arga menolak
__ADS_1
"Bang, untuk terakhir kalinya. Jesi tidak akan datang kemari lagi, kumohon"
"Tidak" Arga menghempas tangan Jesi yang berada di lengannya.
Tanpa mereka sadari, Puspa mulai sadar, ia mengerjapkan mata
"Buram" batin Puspa.
Ia mencoba memfokuskan pandangan dan menoleh ke samping, ia mendapati sosok Arga tapi dengan wanita lain. Pandangan itu sedikit buram, tapi Puspa yakin itu Arga. Puspa berusaha angkat bicara, namun suaranya tercekat.
Jesi menitikkan air mata, saat Arga akan menghadap Puspa, Jesi mengambil kesempatan dan langsung memeluk Arga dan mengecup pipinya.
Arga terkejut dan langsung mendorong Jesi hingga terjatuh ke lantai. Puspa melotot melihat Arga yang di cium pipinya, walau buram namun hal itu tetap jelas menunjukkan Arga dicium.
"BERANI-BERANINYA KAU!!. SIALAN! KELUAR DARI SINI!" Arga berteriak, Jesi bangkit berdiri dan masih memasang wajah sedih. Arga mengatur nafasnya dan berusaha mengontrol emosinya
"Maafkan aku, Bang. Aku pamit. Sampai jumpa" Jesi langsung melangkah keluar, sebelum ia keluar, ia memandang sekilas Puspa yang ternyata sudah sadar. Jesi tersenyum puas.
Arga menoleh ke arah Puspa dan ia terkejut Puspa telah membuka mata
"Puspa! Kau sadar. Aku akan memanggil Dokter" Arga menggenggam tangan Puspa erat. Puspa menahan jari-jari Arga
"Kenapa?" tanya Arga, tapi Puspa masih tidak bisa bersuara. Arga melepaskan tangannya dari Puspa, ia mendekati wajah Puspa dan mengelus lembut pipinya
"Aku akan memanggil Dokter, aku akan kembali" Puspa mengangguk, Arga tersenyum dan mencium kening Puspa sekilas.
Puspa tertegun,
"Mimpikah aku? Dia mencium keningku? Kyaaaaaa!!!" batin Puspa. Pipi Puspa memanas dan sedikit memerah
"Kurasa itu hanya halusinasi, tapi rasanya begitu nyata. Tuan, kau mengacak-ngacak perasaanku" Puspa tersenyum tipis.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀
Jesi naik taxi dengan senyuman lebar karena tah berhasil memeluk + mencium Arga.
"Haahhh Pasti perempuan itu akan marah-marah pada Arga dan pergi meninggalkannya. Suatu saat aku akan kembali, Bang. Untuk9 mengambilmu yang sudah menjadi milikku" gumam Jesi
"Dan ya, untuk Om ku tercinta, aku akan membalasmu suatu saat nanti" imbuhnya
"Pak, ke bandara xx"
Supir mengangguk dan melajukan taxi.
"Umur berapa pak? Kok masih muda?"
"Masih 20-an, Mbak. Ada sesuatu kah?"
"Ohhh masih muda, ya. Ku panggil Mas aja ya, siapa namanya, Mas?" tanya Jesi
"Panggil saja Ilham, Mbak"
Jesi hanya ber-oh-ria.
"Gimana ya mas caranya dapetin cinta cowok yang jitu?" tanya Jesi
"Maaf, Mbak saya kurang faham"
"Mas kan cowok. Haduh. Atau cara misahin pasangan deh Mas. Tapi caranya yang jitu anti gagal. Gimana?"
"Aduh maaf Mbak, saya kurang faham"
"Hmmmm. Bagaimana ya caranya agar si Puspa itu pergi" gumam Jesi
__ADS_1
Ilham yang mendengar gumaman Jesi sedikit terkejut.