Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kau Mencintainya??


__ADS_3

Keesokan harinya...


Puspa meraih Hp dan melihat jam. Baru jam 6 pagi, adiknya pun akhirnya bisa tidur


Puspa merasakan matanya sangat berat untuk dibuka, ia mengantuk.


"Apa aku akan seperti setelah aku punya anak?" batinnya


Puspa memutuskan untuk tidur juga.


'Tok tok tok'


"Puspa" terdengar suara Arga dari luar rumah


Karena tidak ada sahutan, Arga mencoba mengetuk pintu lagi. Tetap saja tidak ada tanggapan dari penghuni rumah. Arga mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci


"Hm, pasti dia lupa menguncinya"


Arga langsung masuk, ia meletakkan tas kerjanya di meja dan mulai mencari Puspa ke dapur namun tidak ada Puspa.


"Puspa" panggil Arga lagi, tidak ada sahutan


Arga melangkah menuju kamar Puspa


'Tok tok tok'


"Kau di dalam?"


Tidak ada jawaban, Arga membuka pintu perlahan dan mendapati Puspa tertidur pulas di samping Adiknya yang juga terlelap


Rambut Puspa acak-acakan dan wajah yang terlihat lelah. Arga mendekat dan memandangi wajah Puspa yang cantik walaupun sedang acak-acakan


Arga mencium pipi Puspa dan menyelimuti tubuh Puspa serta membetulkan posisi tidurnya, Arga memindah posisi tangan Puspa yang disamping Adiknya agar tidak menyenggol Adiknya. Sebenarnya Arga ingin bersikap romantis serta menjadi orang yang bisa di Andalkan Puspa, namun ia tidak mampu mengeskpresikannya dengan baik.


Tiba-tiba Puspa mendengkur yang menandakan dirinya sangat lelah. Arga tersenyum, ia duduk di samping ranjang dan menggenggam tangan Puspa. Semalam ia ingin menginap di rumah Puspa, namun ia tidak ingin ada gosip yang tidak enak beredar lagi.


Saat sedang memandangi gadis tercintanya yang sedang terlelap, ia tiba-tiba teringat akan malam dimana ia merasa telah melakukan hubungan s*x dengan Puspa. Jika Puspa tidak bersamanya malam itu, lalu siapakah perempuan itu?


Arga agak cemas, takut jika perempuan itu bukan Puspa lalu perempuan itu hamil anaknya, ia tidak mau menyakiti Puspa. Tapi ia juga tidak tau bagaimana caranya mencari perempuan yang telah tidur dengannya


Tanpa Arga sadar, karena fikirannya sedang memikirkan hal tersebut, ia tidak sengaja meremas tangan Puspa dengan keras dan membuat Puspa terbangun


"Aaawhh" Puspa merasa tangan kananya sakit, ia membuka matanya perlahan


Arga terkejut dan langsung melepas genggamannya


"Ehem!"

__ADS_1


Puspa masih setengah sadar, ia merasa melihat Arga di depannya


"Sudah bangun?"


Terdengar suara yang sangat familiar


"Eenggh" dengan suara serak, Puspa kembali menutup matanya dan tertidur kembali


"Apa yang harus ku lakukan jika kemungkinan terburuknya terjadi? Aku tidak mau kau meninggalkanku lagi" batin Arga


Perasaan Arga tidak tenang. Secepatnya ia harus menemukan perempuan itu.


🍀🍀🍀


Di sisi lain di kediaman Yuli


Yuli sedang berperang dengan egonya.


"Pulang, tidak?" sambil meneguk segelas air


"Pulang? Atau tidak?" sesekali menggigiti ujung kukunya


Waktu terus berjalan....


Setelah 1 jam berlalu.. Yuli akhirnya menemukan keputusan. Ia menyadari hal yang membuatnya tidak tenang adalah tidak menyatakan perasaan yang sesungguhnya


Yuli memutuskan akan mengutarakan perasaannya walaupun ia tau hasilnya ada penolakan. Yuli meyakini setelah dirinya mengungkapkan perasaannya maka Yuli akan tenang dan bisa hidup jauh dari Andre


Yuli melihat pantulan dirinya di cermin


"Kau pasti bisa!"


Yuli dengan semangat juga disertai rasa gugup masuk ke mobil dan bersiap melakukan perjalanan pulang


"Andre, aku datang" lirihnya


***


Di sisi lain Andre baru saja keluar dari ruang rawat pasiennya. Ia masuk ke ruangannya dan temannya sudah berada di pintu


"Ada apa?" tanya Andre


"Aku hanya ingin mengetahui kondisimu. Kau baik-baik saja?"


"Tentu" Andre membuka pintu dan masuk ke ruangannya di ikuti temannya


"Jangan terlalu memaksakan dirimu dan berkata tidak apa-apa"

__ADS_1


"Aku benar-benar baik-baik saja. Aku sudah seperti semula bukan?"


"Kurasa tidak. Ku lihat dari raut wajahmu yang seperti terus merasa sedih. Apa ini masalah gadis kemarin itu?"


Andre tersenyum


"Dia tidak ada kaitannya denganku lagi. Dia sudah bahagia dengan kehidupannya sendiri"


"Benar, Yuli pasti sudah bahagia. Aku tidak perlu memikirkannya lagi" batinnya


"Kau mencintainya?"


"Uhuk!" Andre tersedak ludahnya sendiri


"Lah malah batuk" teman Andre terkekeh pelan


"Apa yang kau katakan? Jangan sembarangan"


"Ya habisnya kau sangat stress gara-gara gadis itu. Apalagi saat dia tidak bisa di hubungi, beeeeh langsung menghilangkan dirimu yang dulu. Kau sampai menangis seperti itu, hahaha"


Andre tersipu malu, wajahnya memanas


"Jangan sembarangan! Aku hanya khawatir padanya sebagai sahabatku saja"


"Masaaaaa? Aku tidak percaya jika itu hanya atas nama sahabat, tuh" goda teman Andre


"Diamlah. Aku sedang sibuk, jika tidak ada keperluan sebaiknya kau urus pekerjaanmu"


"Yah malah di usir" sambil menahan tawa melihat wajah Andre yang memerah


"Sepertinya kau sudah menemukan siapa yang akan memiliki hatimu, undangan jangan lupa yaa" teman Andre langsung keluar dari ruangan Andre sebelum Andre melemparinya sesuatu


"Toni!! Jangan sembarangaaaan!"


Temannya tertawa mendengarnya


🍀🍀🍀


Memandangi Puspa membuatnya lupa waktu, Arga tersadar dan ia langsung melepas genggamannya


"Aku berangkat" ucap pelan di telinga Puspa


Arga mengecup kening Puspa dan juga mengelus pipi Adik Puspa. Sebelum pergi Arga meletakkan uang cahs di meja samping ranjang.


Ia mengecup pipi Puspa lagi dan langsung bergegas menuju kantor sebelum Papanya tiba lebih dulu


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Semangat kerjanya buat nikah yaaaaaa😆😆


__ADS_2