Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Senyuman Puspa


__ADS_3

🍀🍀🍀


Puspa mengerjapkan matanya saat mendengar pintu terbuka


"Engghh" lenguh Puspa. Pandangannya masih belum jelas


"Kau masih tidur rupanya, maaf tapi aku harus mengecek kondisimu" ucap Dokter muda nan tampan


"Eeengghh??" Puspa masih berusaha mengumpulkan nyawanya, ia membuka matanya dan sesekali menguceknya


"Jangan menguceknya terlalu keras, tidak baik" Dokter Andre mengambil kursi dan duduk di sebelah Puspa


"Dokter? Ku kira siapa. Hooaaammm" Puspa langsung menutup mulutnya saat menguap


"Ini terlalu pagi" ucap Puspa lagi


"Yaa kurasa tidak. Ini sudah jam 8 lebih. Tidak baik gadis bangun siang seperti ini" Puspa mengerjapkan matanya mendengar itu


"Kau cerewet" gumaam Puspa


"Oke, karena kau sudah bangun sepenuhnya maka aku akan memeriksamu"


"Kenapa tidak dilakukan saat aku tidur?"


Dokter Andre berdiri dan meletakkan kursi itu kembali ke tempat semula


"Tidak ada apa-apa. Jika kau bosan di dalam, sesekali kau boleh jalan-jalan mengitari taman yang ada di halaman belakang Rumah Sakit"


"Waahhh, benarkah? Aku sudah bosan disini" Puspa merasakan kesenangan


"Ya, kau akan di temani Suster jika ingin keluar. Dan, berhati-hatilah. Jika tidak, kau akan lebih lama menjadi pasienku"


Dokter Andre segera memeriksa Puspa, ia tersenyum mengetahui Puspa mulai pulih

__ADS_1


"Dokter? Boleh ku tanyakan sesuatu?"


"Em?? Boleh"


"Aku merasa ada kekeliruan disini" ucap Puspa


"Kekeliruan? Tenang saja, walau masih muda, pengalamanku dalam bidang kedokteran bisa di andalkan"


"Aku tidak meragukan itu, Dokter"


"Lalu?" Dokter Andre bingung juga


"Anu, sebelumnya aku minta maaf. Seharusnya cara bicara kita-"


"Tidak usah terlalu formal. Aku juga belum sangat tua. Anggap saja seperti teman seumuran"


Puspa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Selama aku mengizinkannya, itu sah-sah saja. Cara berbicara kita masih normal. Itu tidak masalah"


Puspa menghela nafas lega


"Kau tidak akan lama lagi terbaring disini" ucap Dokter Andre


Hati Puspa berbunga, ia gembira mendengar hal tersebut, ia pun bersyukur karena ia masih di beri kesempatan untuk hidup normal


"Ffyyuuhhh... Akhirnya aku bisa keluar dari sini dan aku bisa mulai bekerja lagi. Ck, dompetku pasti mulai kekeringan" bathin Puspa


"Terimakasih" Puspa tersenyum pada Dokter Andre


'Deg'


Dokter Andre tersipu malu.

__ADS_1


"Eeee kau bisa lanjutkan tidurmu" Dokter Andre bergegas keluar ruangan


Dokter Andre sedikit terburu-buru saat melangkah hingga ia tidak sengaja menendang kaki ranjang Puspa


"Dokter, anda baik-baik saja?" tanya Puspa, ia bangun untuk melihat Dokter Andre


"Iya. Iya, aku baik-baik saja. Hanya telat sarapan saja. Sampai jumpa" Dokter Andre merasakan kakinya sulit di atur


"Ck sialan. Ohhh harga diriku, kehormatanku" bathin Dokter Andre.


Dokter Andre segera keluar dari ruang rawat Puspa, saat membuka pintu ia di kejutkan dengan kehadiran Arga yang sedang berdiri di depan pintu


"Astaga, kau mengejutkanku. Hampir saja ku tabrak" ucap Dokter Andre.


Arga agak bergeser mempersilahkan Dokter Andre lewat


"Apa anda yang memeriksa Puspa?" tanya Arga


"Iya, Pak. Kebetulan Dokter yang biasa menangangi pasien Puspa, saat ini ia sedang cuti. Jadi aku yang akan menggantikannya"


"Hm. Bagaimana kondisinya?"


"Kondisinya semakin membaik. Pasien juga di perbolehkan keluar untuk sekedar jalan-jalan di halaman belakang Rumah Sakit, disana ada tamannya. Suster yang akan mengurus hal tersebut. Pasien juga akan di perbolehkan pulang dalam waktu 3 atau 4 hari" jelas Dokter Andre


"Baik, terimakasih" Arga langsung masuk ke dalam ruang rawat Puspa meninggalkan Dokter Andre yang nampaknya masih berdiri disana


"Hmmm dingin sekali. Aku penasaran, apa hubungan Puspa dengan pria itu" Dokter Andre melangkah menuju ruangan pasien lainnya


"Oh astagaaa!! Senyumannya begitu manis!" Dokter Andre jadi salah tingkah dan hampir menabrak Suster yang berjalan berlawanan Arah


"Yaaaa, semua itu berawal saat aku melihat Puspa dan pria itu datang ke sini. Walau darah hampir menyelimuti seluruh tubuhnya, wajah cantiknya tidak mampu terhalangi oleh darah itu. Ckck, dia menarik perhatianku saat aku pertama kali melihatnya. Hihi, dan aku semakin bahagia saat aku bisa berkomunikasi langsung dengannya" gumam Dokter Andre, ia sesekali tersenyum dan terkekeh pelan


"Tapi, pria itu? Siapanya Puspa, ya?" Dokter Andre mulai penasaran terhadap Arga

__ADS_1


__ADS_2