Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kejutan


__ADS_3

Jesi mengganti pakaiannya dengan mulut yang terus mengumpat.


"Lihat saja nanti" Jesi mengenakan celana jeasnya


***


Disisi lain di rumah Puspa.


Saat tengah menyiapkan sarapan, Puspa teringat saat ia bekerja di rumah Arga. Senyuman tipis terukir saat menatap telur ceplok di piring.


"Aiiissshhh kenapa aku sering memikirkan dia? sebaiknya aku juga mencari pekerjaan sampingan" Puspa memandangi rumahnya.


Puspa berkeinginan melebarkan rumahnya dan merenovasinya.


"Hahhhh... Tuan pasti sakit hati gara-gara semalam" Pusp tersenyum kecut.


****


"Om, Tante, bang Arga kemana ya?" Jesi melahap nasinya


"Dia mungkin masih istirahat, sayang" Jawab Mama Arga seraya tersenyum lembut


"Heemmm... Aku akan memanggilnya" Jesi bangkit dari duduknya


"Biarkan saja. Makanlah makananmu" cegah Papa Arga


"Papa, kok begitu sih. Biarkan Jesi memanggil Arga, lagipula ini sudah jam sarapan" Mama Arga tidak suka dengan sikap suaminya


"Dia tidak akan menyukainya. Kalau tidak percaya, silahkan saja" Papa Arga menyudahi sarapannya walau makanannya belum habis.


"Papa..."


"Papa akan mulai mencari keberadaan sahabat Papa itu dan juga anak istrinya" Papa Arga memakai jas hitamnya dan keluar dari ruang makan


"Tanteee..." rengek Jesi dengan manjanya

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Panggillah Arga"


Jesi mengangguk, ia pergi menuju kamar Arga dengan senangnya.


Mama Arga merasa mulai ragu dengan keputusannya untuk menjodohkan Arga dengan Puspa. Pasalnya keberadaan Puspa dan kedua orang tuanya pun tidak diketahui sampai saat ini.


"Jika mereka orang baik, dan jika mereka masih hidup, harusnya mereka menemuiku dan suamiku kesini. Sudah bertahun-tahun tidak ada kabar darinya. Bagaimana jika mereka sudah tiada? aku sama saja menjodohkan Puteraku dengan orang yang tidak pasti. Tapi mereka adalah sahabat kami" Mama Arga memijit pelipisnya


Bi Ina yang mendengar nama Puspa sedikit penasaran, padahal pembantu sebelumnya juga bernama Puspa. Bi Ina memilih diam.


.....


'Tok Tok Tok'


"Bang... Bang Arga"


Arga yang masih didalam selimut berdecak kesal saat mengenali suara tersebut


"Bang Arga... Tante bilang waktunya sarapan" Jesi sedikit kesal juga


"Tapi Tante bilang-"


'Praaankkkk'


Jesi tersentak kaget saat ada benda mengenai pintu dari dalam kamar.


Arga melempar gelas ke arah pintu dengan keras hingga gelasnya pecah.


"Ku bilang pergi!!" bentak Arga


Jesi membuang nafas kasar. Ia pergi dari hadapan kamar Arga dengan kesal.


Arga mengacak rambutnya kesal.


"Kurang ajar!" Arga seketika menjadi orang yang tempramen

__ADS_1


🍀🍀🍀


Entah terkena bisikan dari siapa, Puspa tengah sibuk membuat makanan untuk di berikan pada Arga sebagai bentuk permintaan maaf atas apa yang ia lakukan semalam pada Arga.


"Apa seleranya masih sama?" gumam Puspa sambil menyicipi kuah masakannya.


"Semoga dia menyukainya" Puspa tersenyum lebar.


Menunggu masakannya matang, Puspa mengambil Hp untuk mengabari Arga.


Puspa : " Assalamaualaikum, Tuan Muda. Bisakah nanti menemuiku? tempatnya ku serahkan kepadamu. Ada yang ingin ku berikan padamu"


Dengan percaya diri mengirimkan chat via WhatsApp.


Arga yang sedang dikuasai amarah hampir membanting Hp-nya saat ada notifikasi masuk. Seketika ia terdiam.


"Puspa?" gumamnya


Arga berangsur-angsur tenang. Ia membuka chat tersebut dengan buru-buru hingga bergetar tangannya. Senyuman lebar dan aura bahagia ia pancarkan.


Arga : " Waalaikum salam, baiklah. Aku akan langsung ke rumahmu saja"


Puspa heran, secepat itukan chatnya di balas


Puspa mengerutkan dahinya, jika Arga akan kesini, untuk apa masakannya di wadahi kotak makan. Konyol.


Puspa : " Tidak Perlu ke rumah. Nanti tidak jadi kejutan"


Arga terdiam. Membaca ulang chat Puspa. Takut matanya rabun sehingga salah baca. Arga sangat bahagia mengetahui Puspa akan memberikan kejutan.


Arga mengatur nafasnya, agar tidak lepas kontrol lagi.


Arga : " Baiklah. Temui aku di taman. 30 menit lagi, telat akan mendapat hukuman" Arga langsung bergegas mandi


Puspa yang melihat balasan chat Arga merasa akan mendapat masalah. Puspa segera menyiapkan makanannya dan bergegas mandi juga

__ADS_1


__ADS_2