
kelopak mata Rasya sedikit bergerak.... menandakan Rasya akan segera sadar... terlihat begitu lemah dan berantakan.. suasana di sekitar yang terlihat samar seperti kamar hotel membuat Rasya membayangkan kejadian peristiwa yang sekelebat hadir membuat air mata Rasya menggenang... di dalam kamar itu hanya ada dirinya yang hanya terlihat berantakan dengan bagian kancing baju Rasya terlepas. hatinya hancur bersamaan dengan tubuh yang menjijikkan. dia menangis tanpa henti dibawah guyuran shower dan menggosok tubuhnya dengan kasar. Rasya tak henti hentinya merutuki nasib yang terjadi. dia tak menyangka kejadian semalam membuat dia benar2 shock . peristiwa itu terjadi ketika malam itu George membiusnya dan membaringkannya di kasur King size dan melancarkan aksinya. ternyata George ingin membalas dendam karena telah memandang rendah dirinya dan mendapatkan tamparan yang membuat dia sangat membenci Rasya.
flash back:
George tidak sengaja melihat Alvin di restoran itu dengan berpenampilan sangat formal... dan dia meyakini bahwa dia sedang menunggu Rasya... karna sejauh ini... dia selalu memata matai kedekatan Rasya dan Alvin di kampus. George yang merasakan dendam pada mereka dengan senyum smirk nya dia merencanakan hal buruk pada mereka.... dia memanggil bodyguard nya untuk membantunya melancarkan aksinya... dan memaksa pelayan restoran untuk menunjukkan tempat yang sudah di siapkan George apabila wanita pujaannya Rasya datang. benar saja dugaan George bila Alvin sedang ingin makan malam bersama Rasya... akhirnya Rasya mendatangi tempat dimana George memesan ruang VVIP untuk melancarkan aksinya agar tidak di ketahui siapapun dan rencananya berjalan dengan lancar. sedangkan bodyguard George mengikuti perintah George untuk memberikan minuman yang sudah di campur dengan obat prngsang dosis tinggi untuk Alvin. tentu saja Alvin tidak mengtahuinya karna sang pelayan yang mengantarkan minuman tersebut dan dengan santai Alvin meneguk minuman itu. dan beberapa menit kemudian dia merasa hawa panas di dalam tubuhnya... dia merasa sangat panas dan sulit untuk menyadarkan konsentrasinya... dengan terhuyung mencoba berdiri... 2 orang laki-laki mendekatinya dan berpura pura menolongnya dan membawa Alvin ke sebuah hotel dekat dengan restaurant tersebut dan membawa Alvin ke kamar di mana Rasya terbaring tak sadarkan diri di kasur. setelah membawa Alvin ke kamar, ke 2 laki. itu bergegas keluar dan meninggalkan Alvin. malam itu Alvin sangat tersiksa karna reaksi obat yang sangat tinggi membuat dia kehilangan kesadarannya kemudian mendekati Rasya yang terbaring.lansung mencium seluruh wajah Rasya penuh *****... dia berusaha menahan akan tetapi reaksi obat yang di minumannya membuat dia tidak bisa mengontrolnya. secara tidak sengaja Rasya mengerjab dan tersadar... dengan rasa lemah dan sedikit pusing dia mencoba membuka matanya. akan tetapi dia sangat terkejut dan membulatkan matanya tak percaya laki2 yang di atasnya adalah Alvin. Rasya pun menangis dan meronta ronta meminta Alvin untuk menyingkir... akan tetapi Alvin tidak menggubrisnya.
"gue mohon vin.... lepasin gue.. kenapa loe lakuin ini ke gue? what's wrong with u? "teriak Rasya mencoba melepaskan diri dari Alvin yang menguasai tubuhnya.
" maaf in gue Rasya.. gue nggak tau apa yang terjadi ma gue... gue ngerasa panas... seluruh badan gue bereaksi sepertinya ada yang sengaja mencampur minuman gue sya... please sya. tolongin gue... gue nggak tahan.... "
" nggak vin.. please lepasin gue. jangan loe hancurin masa depan gue.. please"ucap Rasya memohon penuh dengan linang air mata.dengan sekuat tenaga Rasya mendorong tubuh Alvin hingga tersungkur dan ingin segera keluar kamar hanya berbalut selimut akan tetapi sampai di pintu kamar tiba-tiba... Alvin memukul tengkuknya yang membuat kesadaran Rasya hilang... dengan rasa khawatir Alvin menggendongnya dan merebahkan rasya di kamar tidur. dengan sangat tersiksa Alvin bejalan menuju bathroom lalu mengisi bathtub dengan air dingin dan langsung merendam tubuhnya agar pengaruh obat yang di minumnya segera hilang. dengan memejamkan mata dia mencoba memikirkan siapa yang sudah menjebaknya.setelah 30 mnt alvin berendam dia merasa lebih baik dan mendekati ranjang Rasya.dilihat wajah sendu Rasya dan merasa prihatin dengan apa yang sudah terjadi.
"maafin gue sya.. gue harus cari bukti sebelum ada tuduhan yang bisa membuat kita dalam masalah,gue pastiin orang yang nglakuin itu ke kita harus bertanggung jawab"ucap Alvin lirih yang hanya didengar oleh Alvin sendiri. sedangkan alvin keluar meninggalkan Rasya di kamar dan mencari bukti bukti yang ada. dengan tergesa2 Alvin langsung menuju ruang cctv dan melihat siapa saja yang ikut terlibat.. dia memanggil seluruh staff hotel yang ada dan benar saja... mereka ketakutan atas ancaman Alvin karna ternyata hotel dimana mereka bekerja adalah milik papa Alvin. dan itu benar benar membuat mereka sangat takut. kemudian salah satu pegawai datang dan tersungkur di bawah kaki Alvin.. memohon ampunannya.
__ADS_1
"ampuni saya tuan.semua ini atas perintah pelanggan vvip kami tuan"saya tidak tau menahu jikalau kamar yang di pesan hanya untuk menjebak tuan"
dengan tatapan iblisnya Alvin mendekati pegawai itu dan mengatakan sesuatu
"pastikan kamu akan jadi saksi atas apa yang terjadi nantinya karna ini adalah hotel papa. jika ada satu saja berita yang lolos dari pengawasan kalian. aku pastikan kalian tak akan pernah mendapatkan pekerjaan di manapun kalian melamar kerja" ancam Alvin
"ba. ba... baik tuan kami mengerti"
Alvin menatap Rasya dengan hati berdegub... dia benar benar mersa sesuatu terjadi di hatinya... rasa khawatir, rasa cemas, rasa sedih dan ada rasa bahagia ketika dia melihat Rasya. kemudian diapun tersadar dan menelisik seluruh kamar mencari sesuatu yang kemungkinan ada yang menjebak mereka... sampai akhirnya alvin menemukan camera tersembunyi yang terpasang yang langsung pergi begitu saja dari kamar dan meninggalkan Rasya sendiri.
flash on:
masih dalam guyuran shower Rasya masih menangis terisak... dia benar benar merasa frustasi dan emotional. ingin rasanya dia mengkhiri hidupnya... dia hanya terus menyalakan shower dan menangis hingga dia tak sadarkan kembali dengan air shower yang terus mengguyur tubuhnya.
__ADS_1
di satu sisi dengan cepat Alvin menemui sahabatnya untuk membantunya melakukan sesuatu dan menyerahkan camera tersebut dan bergegas menghubungi papa mama dan keluarga Rasya untuk satang ke negara S hari ini juga karena Alvin menyadari akan kesalahnnya akan tetapi hal itu lebih baik daripada orang tuanya dan orang tua Rasya mendengar dari orang lain. setelah menghubungi kedua orang tuanya dan orang tua Rasya... Alvin bergegas kembali ke hotel untuk melihat Rasya. akan tetapi dia sangat terkejut mendapati Rasya tak sadarkan diri di bawah guyuran shower... dengan sigap Alvin menggendong Rasya dan membawanya ke rumah sakit... wajah pucat, dan sendu membuat hati Alvin terluka.
"maafin gue sya.. please maafin gue" ucap Alvin merasa bersalah atas kesalah pahaman ini. Alvin menunggu di ruang tunggu dimana Rasya sedang di tangani oleh doctor di rumah sakit itu. tak lama kemudian handphonenya berdering.
"baik pa ma... aku akan menjemput kalian dan akan aku jelaskan apa yang terjadi"sembari berjalan meninggalkan rumah sakit Alvin menuju bandara menjemput papa mama dan kedua orang tua Rasya. 30 mnit sudah Alvin sampai di bandara changi. dan terburu buru menghampiri mama papanya
"ma.. pa... ucap Alvin sambil mencium tangan mama dan papa dan dilanjutkan dengan mencium tangan kedua orang tua Rasya.
"vin.. sebenarnya apa yang terjadi.. mana Rasya"
sebaiknya kita ke apartment Alvin dulu ma pa om tante... Alvin akan jelaskan semuanya disana"sesampainya di rumah... kedua orang tua rasya dan mama papa Alvin ikut mendengar penjelasan Alvin dari awal hingga sebuah tamparan melayang di pipi Alvin atas perbuatannya yang sudah di lakukan pada putri sahabatnya.
"kamu gila Alvin,kamu mempermalukan papa di depan sahabat papa! "teriak richardo pada Alvin.
__ADS_1