Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Atap sekolah


__ADS_3

Arga berdiri memunggungi Puspa. Seperti orang yang asing, mereka sama-sama tidak ada yang mau memulai pembicaraan.


5 menit berlalu.


"Buang-buang waktu" Arga membalikkan badan melangkah mau turun.


"Tuan Muda" Arga menghentikan langkahnya dan masih memunggungi Puspa.


"Hm" Arga masih diam di tempatnya.


Puspa merogoh tas nya dan mengambil amplop. Semalam sebelum tidur ia telah menghitung gaji yang seharusnya ia terima.


"Ini" Puspa menyodorkan amplop. Arga membalik badan dan menatap amplop yang di sodorkan Puspa.


"Hhhh sebegitu inginnya kau pergi? sampai menolak uang yang ku berikan? Apa kurang?" Arga tersenyum remeh. Walau dalam manik matanya terbesit kekecewaan.


Puspa menunduk.


"Ini berlebihan. Gaji yang harus aku terima adalah 4 jt bukan 10 jt. Aku tidak bisa menerimanya"


Mereka terdiam lagi.


Arga tak kunjung menerima amplop itu. Puspa yang merasa tangannya pegal langsung meraih tangan Arga dan meletakkan amplop di telapak tangan Arga.


Arga menatap amplop berisi uang itu.. Menatap dalam.. hingga akhirnya...


'Praak'


Arga membanting amplop itu. Puspa terkejut.


"Itu uang loh bukan kertas kosong. Majikan gila. Maksudku mantan majikan" Puspa tak habis fikir.


"Ambil uang itu. Sebagai bayaran untuk malam itu" Puspa mengernyitkan dahinya.


"Bayaran? Malam itu?" Puspa nampak bingung.

__ADS_1


"Maksud Tuan apa?"


Arga menyeringai.


"Haha. Tidak kusangka, kau munafik juga. Ambil uang itu. Dan ya, aku memberimu satu kesempatan lagi untuk kembali padaku. Jika mau, datanglah ke rumahku"


Puspa merasa di rendahkan.


"Persetan dengan itu semua. Aku tidak mengerti maksudmu Tuan. Malam apa yang kau bicarakan. Cih. Kau juga rupanya tidak bisa menghormati seorang perempuan" Puspa terpancing emosinya.


"Apa yang harus aku hormati? Apa karena kau telah tidur denganku? jadi kau minta di hormati"


Mata Puspa membulat sempurna. Nafasnya memburu


"Kau!!"


" Kau apa? Mengakulah Puspa. Jangan sok alim di depanku. Kau sudah mengambil kesempatan kan saat aku mabuk. Dan kau melakukan aksi itu bersamaku? dan kau-'


'PLAK'


"Aku bukan perempuan seperti itu" Puspa menahan air matanya.


"Haha. Masih berakting kau" Arga berjalan mendekati Puspa. Puspa makin mundur ketika Arga maju.


***


"Hmmm Puspa mana sihh. Katanya sebentar. Kok lama sekali" Gerutu Elisa sambil melirik jam tangannya.


"Urusan apa sih. Sepertinya penting.. Tapi.." Elisa geram sendiri.


"Apa dia baik-baik saja?" Gumam Elisa.


Elisa bangkit dari duduknya mau menyusul Puspa.


"Elisa tunggu" Elisa menghentikan langkahnya saat salah satu temannya memanggilnya, Radit.

__ADS_1


"Ada apa, Dit?" Tanya Elisa


"Minta bantuannya dong" Jawab Radit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bantuan? Apa?"


" Jadi begini.. Kan kita hampir ujian lagi nih. Jadi aku semalam belajar . Nah yang aku pelajari ini Mtk. Aku mencoba memecahkan soal-soal ini. Nah kau kan cerdas nih El-"


"Hadeeeehhhh Intinya apa Raditt.. " Elisa gemas sendiri.


"Bantu selesaikan ini. Heheh" Radit menyodorkan bukunya. Elisa memijat pelipisnya. Ia memandang Radit yang sudah memasang wajah memelas.


"Huh iya deh. Kenapa tidak dari tadi sih. Aku itu mau susul Puspa. Eh kau malah menecegahku. Kau juga memasang wajah sok imut yang membuatku mual. Huh"


Elisa menggerutu, tapi tangannya tetap berjalan sambil mengisi rumus-rumus untuk menyelesaikan soal Radit.


Radit hanya menatap wajah Elisa yang terus mengomel-ngomel.


"Kau imut juga" Ucap Radit pelan.


***


"Kenapa? Takut? Apa yang kau takutkan? Bukankah malam itu kita sudah bersenang-senang bersama? " Arga terus maju mendekati Puspa dengan langkah pelan.


Puspa sedikit takut melihat wajah Arga yang seperti ingin memangsanya. Puspa menghentikan langkahnya saat kakinya menyentuh batas atap.


Ia menoleh ke belakang.. Mata Puspa membulat, Ia menelan ludahnya kasar.


'Ini lantai 3. Jatuh dari sini bisa mati aku' Puspa ngeri melihat pemandangan di bawah yang tentunya banyak batu-batu.


Arga menyentuh Pundak Puspa, Namun langsung di tepis dan Puspa kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya mundur ke belakang dan..


"Aaaaaaaahhhhhhh"


"Puspaaaaaa!!!!" Teriak Arga

__ADS_1


'Brugh'


__ADS_2