Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Tidak Suka


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Puspa memasukkan kotak makanan ke dalam plastik, ia tergesa-gesa karena melihat jam terus berputar. Puspa merasa mandinya itu yah terbilang cepat tapi jam tidak sesuai dengan perasaan Puspa. Tidak sadar Puspa menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk mandi dan bersiap-siap.


Puspa menutup pintu dan menguncinya. Ia berjalan dengan cepat, takut Arga sudah sampai duluan.


"Jam nya sangat tidak mendukung" Puspa mempercepat langkahnya


Sementara itu Arga sudah sampai di taman, ia berjalan memutari taman itu tapi tidak kunjung menemukan batang hidung Puspa.


"Apa dia mengerjaiku? Sial" Arga memilih duduk.


Saking senangnya ia akan bertemu Puspa dengan embel-embel kejutan, ia sampai lupa membawa bodyguardnya.


Ia teringat saat Puspa melempar batu dan mengenainya, Arga tersenyum tipis.


"Tidak ku sangka pertemuan itu akan terus berlanjut sampai saat ini" Gumam Arga.


Disisi lain dirumah Arga, Jesi tengah mondar mandir di kamarnya, menyusun rencana memenangkan hati Arga.


"Haaiihh apa ku kasih obat tidur saja?" Jesi memangku tangan sambil memainkan Hp


"Kalau ku tiduri saat dia teler, kalau dia bertanggung jawab sih boleh saja. Tapi kalau dia tidak mau, ah rugi aku" imbuhnya


"Yaaahh berhubung tidak ada hubungan darah, harusnya aku sah sah saja kan memiliki bang Arga"


"Ayolah, Jesi. Disaat seperti ini otakmu malah beku" Jesi memukul pelan kepalanya


***


"Huuffftttt... Dia pasti sudah menungguku dari tadi" Puspa menghentikan langkahnya. Ia memandangi Arga dari kejauhan.


"Yap, makin kurus aku setelah berlari seperti tadi. Hihihi... Setidaknya aku tidak rugi uang" Puspa terkekeh. Ia berjalan perlahan mendekati Arga, dan menyembunyikan makanan di balik badannya

__ADS_1


"Ehem" Puspa berdehem, Arga yang menyadari itu hanya meliriknya.


"Di chat pakai salam, tapi setelah bertemu hanya mengeluarkan kata 'Ehem' sebagai salam pembuka" sindir Arga


"Aku manusia, tidak selalu sempurna" Puspa menahan malu


"Akan ku ajarkan menjadi manusia sempruna sepertiku" ucap Arga dengan bangganya


"Kurasa aku akan menjadi perempuan buruk bila kau menjadi guruku, Tuan Muda" Puspa menahan tawanya


"Setidaknya tidak lebih buruk daripada saat ini"


Puspa terdiam.


"..."


"..."


Mereka terdiam. Seolah bingung harus melakukan apa.


"Hm?" Arga bahkan tidak menoleh


"Tidak. Aku hanya ingin memberikan sesuatu"


"Apa?" Arga masih fokus memandangi hijaunya pepohonan di taman


"Ini" Puspa menyodorkan plastik berisikan kotak makanan


"Ini kejutannya?" Arga menaikkan satu alisnya


"Tuan tidak suka?" Puspa mulai tegang


"Tidak, masakanmu sudah pernah ku makan, jadi tidak terlalu istimewa"

__ADS_1


Mendengar ucapan Arga, Puspa hanya tersenyum hambar. Ia menurukan tangan yang tadinya semangat menyodorkan plastik berisi kotak makanan tersebut


"Maafkan aku. Baiklah, daripada aku membuang waktumu lebih banyak, aku akan pulang sekarang. Maaf mengganggu waktumu yang sangat berharga" Puspa membuat sebuah senyuman yang sudah jelas menyimpan sakit bercampur malu.


Puspa melangkah ke belakang dan membalikkan badan. Tapi sebuah tangan meraih pergelangan tangannya dan seketika menghentikan langkah Puspa.


Puspa menoleh, dan mendapati Arga sedang memegang erat pergelangan tangannya.


"Barang itu sudah jadi milikku" Arga meraih plastik berisi kotak makanan itu dan meletakkannya di kursi


Puspa dibuat bingung.


"Bukannya tadi tidak mau?" Tanya Puspa heran


"Itu hak ku" Arga menarik Puspa untuk duduk di kursi bersamanya


"Selalu begitu jawabanmu. Bosan aku mendengarnya" Ledek Puspa. Tidak dapat di tutupi aura bahagia dari wajah Puspa.


"Potong saja telingamu. Bodoh" Arga menatap plastik itu


"Buka sekarang" titah Arga


"Mesum" Puspa salah faham. Seketika sentilan jari Arga pun mendarat mulus di dahi Puspa.


"Apanya yang mesum. Otakmu ini yang mesum. Buka makanannya" Arga menahan tawanya


"Salah Tuan bicaranya tidak jelas" Puspa malu atas ucapannya yang diluar kendali tadi. Entah kenapa ia mengira Arga akan melakukan hal mesum tadi.


"Itu hak ku mau bicara apa" Arga melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Ya ya ya. Kau benar, Tuan"


"Tentu" Arga penuh dengan rasa bangga

__ADS_1


Halo semuanya.... Makasih yaaaahh udah support author sejauh ini... Mohon maaf apabila terdapat alur yang membingungkan, alur yang hambar, dan typo yang bertebaran bebas sebebas kita bernafasπŸ˜‚πŸ˜‚. Sehat selalu buat kalian😚😚😚


__ADS_2