
Disisi lain Yuli berguling-guling di ranjangnya
"Aaaaaarghhhhh! Kenapa aku tidak bisa melupakannya!!" Teriak Yuli sambil membenamkan wajahnya di bantal
"Apa kurang jauh aku perginya?!"
"Andre, aku merindukanmu, tapi aku juga ingin melupakanmu, sial"
"Aku harus bagaimanaaaaaa?" Yuli memukuli bantalnya
***
Keesokan paginya
"Hari ini mau kemana saja?" tanya Puspa
"Mengambil cincin saja"
"Tumben, bukannya kau sibuk ya hari ini?"
"Hm" Arga fokus mengemudi mobil
Mereka pun tiba di toko emas dan mengambil cincin pesanan Arga. Puspa terkejut saat melihat cincinnya
"Ini pasti sangat mahal" gumamnya
"Arga, kau tidak salah pesan?" tanya Puspa memastikan, takut kalau ini adalah milik orang lain
"Tidak masalah" dingin
Tangan Puspa bergetar saat menerima kotak berisi cincin dari pemilik tokonya langsung.
"Sudah ku transfer" ucap Arga
"Siap, Bro"
"Bro?" Puspa bingung
"Ahahah, saya teman Arga sewaktu kuliah, hanya saja saya berhenti saat akan memasuki semester 2"
Puspa melongo
"Masih muda, sudah punya usaha seperti ini. Hebatt" batin Puspa
"Terimakasih" ucap Arga lalu menarik tangan Puspa dan keluar dari sana
__ADS_1
"Sama-sama"
Saat akan masuk ke mobil Puspa melihat Ilham sedang membawa penumpang yang juga masuk ke toko emas tersebut
"Ilham!" panggil Puspa
Arga ikut menoleh. Ilham yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Puspa sedang digandeng Arga
Bersamaan dengan itu Arga memicingkan mata
Ilham yang dipanggil pun melambaikan tangan dan berjalan ke arah Arga dan Puspa. Arga semakin tidak suka
"Iya, ada apa?" dengan senyum
"Bagaimana kabarmu?" tanya Puspa
Mereka sambil berjabat tangan sebentar
"Yaaa aku sudah membaik. Aku juga sudah mulai bekerja lagi"
"Syukurlah.."
"Ngomong-ngomong, kalian ada perlu juga kesini?" tanya Ilham
Puspa dengan girangnya langsung mengangguk. Melihat tangan Puspa yang terus digandeng Arga membuat Ilham harus merasakan sakit hati.
Ilham mengepalkan tangan
"Eh eh! Jangan bertengkar lagi"
"Tidak, kok" ucap Ilham sambil tersenyum pada Puspa
"Oh iya, besok lusa kami akan bertunangan"
"Jdaaaarr!"
"A-Ah? Bertunangan?" Ilham terkejut
"Iya, bertunangan"
"Kamu sama... Dia?" Ilham melirik ke arag Arga
Puspa mengangguk. Ilham menggaruk lengannya yang tidak gatal
"Oh, begitu ya. Selamat, ya" sambil senyum kecut
__ADS_1
"Terima kasih" dengan ceria
Arga hanya diam saja
"Aku mengundangmu untuk hadir di acara pertunangan kami"
"Puspa" bisik Arga
"Dia kan teman kecilku" ucap Puspa
"Hmm, ya baiklah"
"Pinjam Hp nya" pinta Puspa pada Ilham
"Eh? Untuk?"
"Menulis alamat lokasi acara kami, aku tidak bawa kertas dan pulpen"
Ilham menyodorkan Hp miliknya dan Puspa menulis alamat rumah Arga
"Nah, ini" sambil mengembalikan Hp Arga
"Datang, ya!"
Ilham hanya mengangguk
"Baiklah, kami duluan. Sampai jumpa!" Pamit Puspa dan langsung masuk ke mobil
Ilham hanya tersenyum melihat Puspa dan Arga yang sudah mulai pergi. Ilham tidak bisa berkata apa-apa.
Di perjalanan Puspa masih mencoba mengubungi Elisa
"Biarkan saja" ucap Puspa
"Tidak, dia harus tau kalau kita akan bertunangan. Nanti dia marah dan mengira aku tidak mau memberi taunya"
"Hm"
***
Andre lagi-lagi harus kecewa karena Yuli masih belum kembali. Ia masuk ke mobil dengan lesu
"Kau dimana, Yuli?"
"Aku harap kau baik-baik saja"
__ADS_1
Sesekali ia melihat kontak dan akun sosmed Yuli, berharap blokirnya telah dibuka, namun sampai sekarang masih terblokir
"Aku merindukanmu" gumam Andre tanpa ia sadari